Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas

Ruth Meliana

Rabu, 13 Mei 2026 | 08:24 WIB
11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Antara)
baca 10 detik
  • Sebanyak sebelas perusahaan Prancis menahan investasi di Indonesia selama empat tahun.
  • Penyebabnya akibat ketidakpastian regulasi dan birokrasi pemerintah.
  • Menteri Keuangan siap menyelesaikan hambatan investasi melalui Satgas Debottlenecking.

Suara.com - Minat investasi perusahaan Prancis di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Mohammad Oemar, melaporkan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa setidaknya terdapat 11 perusahaan Prancis yang investasinya masih tertahan atau pending selama empat tahun terakhir.

Penyebab utamanya adalah persoalan regulasi yang dinilai kurang memberikan kepastian.

Dalam acara Internasional Seminar Debottlenecking yang digelar Selasa (12/5/2026), Oemar menjelaskan bahwa investor asing, khususnya dari Prancis, sangat menekankan aspek kepastian aturan sebelum merealisasikan investasi mereka.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut menghadapi kendala terkait beberapa rencana peraturan pemerintah, termasuk Peraturan Presiden (Perpres) yang masih kurang memberikan prediksi jelas bagi bisnis.

"Investor ingin lebih kepada predictability (kepastian) sehingga rencana investasi bisa diperkirakan berjalan sesuai perusahaan," ujar Oemar secara daring.

Kendala regulasi ini menjadi sorotan penting mengingat hubungan ekonomi Indonesia-Prancis yang selama ini cukup potensial.

Prancis dikenal sebagai investor strategis di berbagai sektor prioritas Indonesia seperti energi terbarukan, infrastruktur, teknologi, manufaktur, dan penerbangan. Meski demikian, realisasi investasi sering kali terhambat oleh birokrasi dan perubahan aturan yang tiba-tiba.

Merespons laporan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya langsung memberikan sinyal positif.

Purbaya memastikan pemerintah siap turun tangan menyelesaikan berbagai hambatan investasi melalui Satgas Debottlenecking atau Satgas P2SP. Keberadaan satgas ini diharapkan menjadi jalur resmi dan efektif bagi investor asing untuk menyampaikan keluhan mereka.

baca juga

"Jadi kalau yang sebelas tadi lapor, sebelas-sebelasnya pasti masuk. Kira-kira begitu. Tapi let's say, 50 persen itu akan bisa tergantung dalam waktu yang gak terlalu lama kalau mereka lapor," tegas Purbaya usai acara.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari investor untuk melaporkan masalah yang dihadapi, karena tanpa laporan, pemerintah sulit mengetahui dan menyelesaikannya.

Lebih lanjut, Purbaya menyatakan akan memberikan disinsentif bagi daerah atau Kementerian/Lembaga (K/L) yang menghambat investasi.

"Saya punya kekuatan dalam kembalikan kembaran daerah, jadi apapun yang mengganggu investasi, akan kita kasih disincentive," katanya.

Pemerintah juga memiliki kekuatan untuk memastikan semua pihak menjalankan keputusan sidang debottlenecking.

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih ramah dan penuh kepastian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:38 WIB

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:44 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×