Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Farah Nabilla | Suara.com

Rabu, 13 Mei 2026 | 07:38 WIB
Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat acara International Seminar on Debottlenecking Channel di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,5 persen sepanjang paruh kedua tahun 2026 mendatang.
  • Strategi difokuskan pada pemberian insentif kendaraan listrik serta kemudahan akses pendanaan bagi industri berorientasi ekspor nasional.
  • Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia akan menyalurkan dukungan pembiayaan untuk memperkuat sektor produktif dan menjaga stabilitas investasi.

Suara.com - Pemerintah mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional tetap kuat pada paruh kedua 2026. Setelah ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap strategi lanjutan agar pertumbuhan bisa bertahan di atas 5,5 persen bahkan mendekati 6 persen.

Fokus utama pemerintah diarahkan pada penguatan sektor riil, terutama industri yang memiliki orientasi ekspor dan sektor kendaraan listrik yang dinilai mampu menjadi motor pertumbuhan baru.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni pemberian insentif untuk kendaraan listrik. Pemerintah sebelumnya telah menetapkan subsidi motor listrik sebanyak 100 ribu unit pada 2026 dan mulai disalurkan pada Juni mendatang.

Sementara itu, mobil listrik akan mendapatkan insentif berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) dengan skema tertentu.

Kuota insentif mobil listrik yang disediakan pemerintah mencapai 100.000 unit.

"Jadi ada tetap dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaiki tadi akses ke pendanaan seperti apa," ujar Purbaya kepada wartawan di Gedung Dhanapala, Selasa (12/5/2026).

Tak hanya sektor kendaraan listrik, pemerintah juga menaruh perhatian pada industri padat karya dan sektor ekspor seperti tekstil, furnitur, hingga alas kaki. Pemerintah menilai sektor-sektor tersebut masih memiliki peran besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja.

Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan skema pembiayaan yang lebih murah dan mudah diakses bagi pelaku usaha di sektor tersebut. Dalam waktu dekat, pemerintah akan memanggil para pelaku industri untuk membahas dukungan pendanaan tersebut.

"Dari perusahaan-perusahaan ekspor orientasi seperti tekstil, furniture, sepatu. Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat, supaya mereka punya akses ke pendanaan yang lebih bagus dan lebih murah," ujarnya.

Purbaya juga mengungkap dukungan pembiayaan nantinya dapat disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI yang merupakan special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

Menurutnya, lembaga tersebut masih memiliki ruang likuiditas yang cukup besar untuk dimanfaatkan dalam mendorong pembiayaan sektor produktif nasional.

"Saya bisa masuk lewat lembaga penjamin ekspor Indonesia. Di situ uangnya juga banyak, sebagian nganggur selama ini rupanya. Di kuartal 3 dan 4 akan di atas 5,5% kan? Saya mendorong ke 6 kan? Makanya kemarin itu agak sakit, jadi kita sudah sembuh supaya kita bisa gerak lebih cepat lagi," ujarnya.

Langkah pemerintah memperkuat sektor ekspor dan kendaraan listrik dinilai menjadi strategi untuk menjaga konsumsi dan investasi tetap bergerak di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung pada 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:44 WIB

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:24 WIB

Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas

Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:32 WIB

Si Kaya Borong Mobil Listrik, Si Miskin Ribut Upah Tak Naik

Si Kaya Borong Mobil Listrik, Si Miskin Ribut Upah Tak Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:29 WIB

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Rupiah Ambruk, Konsumen Ramai-ramai Beralih ke Produk China

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:37 WIB

Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Finansial dan Tipsnya

Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Strategi Finansial dan Tipsnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:31 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:21 WIB

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:02 WIB

Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya

Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:25 WIB

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB