Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:54 WIB
MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyatakan penurunan IHSG setelah rebalancing MSCI merupakan dampak jangka pendek dari reformasi integritas dan transparansi pasar modal Indonesia. [Suara.com/Rina Anggraeni]
baca 10 detik
  • MSCI mendepak enam emiten Indonesia dari indeks globalnya pada Rabu (13/5/2026) sehingga IHSG mengalami tekanan koreksi pasar.
  • OJK menyatakan penurunan harga saham tersebut merupakan dampak jangka pendek dari reformasi integritas dan transparansi pasar modal Indonesia.
  • Meski indeks melemah, OJK menilai valuasi saham Indonesia tetap menarik serta kondisi transaksi perdagangan tetap dalam batas normal.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan dinamika yang terjadi pada hari ini Rabu (13/5/2026), IHSG yang turun setelah MSCI mendepak 6 emiten Indonesia dari indeks globalnya, merupakan awal baru bagi pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dinamika ini sudah diantisipasi sebelumnya, terutama setelah OJK dan BEI melakukan serangkaian perubahan sebagaian bagian dari reformasi pasar modal.

“Ini kita harapkan akan membentuk baseline baru, jadi basis baru, di mana tingkat titik awal kita ke depan akan semakin menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di bursa dan saham-saham tersebut kita dorong menjadi pilihan investasi para investor,” kata Hasan di Jakarta.

Hasan mengatakan pelemahan pasar merupakan konsekuensi jangka pendek dari reformasi integritas dan transparansi pasar modal yang dijalankan OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self Regulatory Organization (SRO) lainnya.

Reformasi tersebut membuat keterbukaan struktur kepemilikan saham menjadi lebih transparan, sehingga penyedia indeks global, termasuk MSCI, bisa menghitung kembali porsi saham secara lebih akurat.

Ia mengakui reformasi tersebut menimbulkan “short term pain” berupa tekanan harga saham dan penyesuaian indeks dalam jangka pendek. Namun, otoritas meyakini langkah itu akan menghasilkan pasar modal yang lebih kredibel dalam jangka panjang.

“Ini tentu setidaknya memiliki implikasi jangka pendek berupa penurunan dan reaksi penyesuaian harga-harga saham yang terdampak sehingga istilah short term pain bahwa kita akan harus menghadapi tingkat penurunan di jangka pendek," ujarnya.

"Ini tentu menjadi konsekuensi yang sudah kita perhitungkan dan perkirakan sejak awal,” kata Hasan menambahkan.

Di tengah koreksi pasar, Hasan memandang valuasi saham Indonesia saat ini relatif menarik.

baca juga

Hasan menyebut price to earnings ratio (PER) IHSG sudah jauh lebih rendah dibanding saat mencapai rekor tertinggi pada pertengahan Januari 2026. Bahkan, secara regional rata-rata PER saham Indonesia berada di bawah bursa saham negara lain dengan level sekitar 16 kali.

“Jadi ini juga menunjukkan sebetulnya kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja ke depannya,” kata Hasan.

Hasan juga mengatakan frekuensi, volume, dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini masih berada dalam kondisi normal.

“Tadi frekuensi dan volume, serta nilai transaksi (efek) juga cukup baik. Secara rata-rata tidak ada perbedaan, normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Ini menunjukkan tidak adanya panic selling atau reaksi satu arah berupa aksi menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian,” kata Hasan.

IHSG pada Rabu pagi dibuka melemah 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94. Berdasarkan data pukul 11.55 WIB, IHSG masih terkoreksi di level 6.738,31.

Pada kesempatan yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan keputusan MSCI justru mengurangi salah satu sumber ketidakpastian di pasar.

Menurut dia, selama ini pasar berada dalam tekanan ketidakpastian tinggi akibat berbagai faktor global, mulai dari geopolitik hingga fluktuasi harga komoditas dan mata uang.

“Dan salah satu unsur ketidakpastian itu adalah pasar menunggu keputusan dari MSCI. Oleh karena itu tentu kami melihat dengan apa yang disampaikan oleh MSCI hari ini mengurangi satu unsur ketidakpastian," ujar Jeffrey.

Adapun Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga penyedia indeks global, mengumumkan hasil tinjauan indeks pasar Indonesia dalam MSCI May 2026 Index Review.

Dalam hasil tinjauan tersebut, enam saham Indonesia resmi dikeluarkan dari daftar MSCI Global Standard Index. Keenam saham tersebut yakni:

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Sementara itu, pada MSCI Small Cap Index, MSCI memasukkan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke dalam indeks small cap atau MSCI Global Small Cap Index.

Di sisi lain, MSCI menghapus sejumlah saham dari MSCI Global Small Cap Index. Saham-saham tersebut adalah:

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO),
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Panik Gegara Rebalancing, IHSG Ambles 1,81% di Sesi I

Pasar Panik Gegara Rebalancing, IHSG Ambles 1,81% di Sesi I

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:37 WIB

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:15 WIB

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:42 WIB

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:19 WIB

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:02 WIB

Terkini

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:30 WIB

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

17 Caption 17 Agustus Singkat Aesthetic untuk Instagram

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

×