Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
Ilustrasi Rupiah keok di hadapan dolar. [Antara]
baca 10 detik
  • Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah tertekan dengan kisaran Rp17.260 hingga Rp17.930 per dolar AS pada perdagangan pekan depan.
  • Pergerakan rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS yang didorong ketidakpastian geopolitik Timur Tengah serta harga minyak dunia.
  • Sentimen hubungan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi faktor penentu volatilitas pasar keuangan global di masa mendatang.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan masih akan menghadapi tekanan eksternal yang cukup kuat pada perdagangan pekan depan.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan indeks dolar AS berpotensi bergerak menguat dan melebar, yang berimplikasi langsung pada fluktuasi mata uang Garuda yang saat ini berada di level Rp17.597 per dolar AS.

Berdasarkan analisis teknikal, indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam rentang support di level 97,300 dan resistance di level 101,100.

“Pertama untuk US dolar sendiri, indeks dolar kemungkinan besar dalam perdagangan minggu depan itu akan melebar, ya, support-nya di 97.300, resistance-nya itu di 101.100,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Simulasi Pergerakan Kurs Rupiah

Melalui simulasi pergerakan indeks dolar global terhadap posisi mata uang domestik saat ini, Ibrahim memetakan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi bergerak dinamis di kisaran Rp17.260 hingga Rp17.930 per dolar AS.

Apabila indeks dolar global melandai menuju area support 97,300, mata uang rupiah memiliki ruang untuk menguat tipis ke kisaran Rp17.260 per dolar AS.

Sebaliknya, jika sentimen global mendorong indeks dolar menanjak ke zona resistance 101,100, nilai tukar rupiah berisiko melemah dan mendekati level Rp17.930 per dolar AS.

Faktor utama yang membayangi pergerakan ini adalah kombinasi dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak mentah dunia, serta dinamika hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Ibrahim menilai tren penguatan dolar AS saat ini bergerak selaras dengan peluang kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit bagi negara-negara berkembang yang berstatus net importir minyak, termasuk Indonesia.

“Artinya apa? Harga minyak, indeks dolar, ini masih akan menguat, ya, di minggu depan. Nanti ada apa, nanti akan lihat di fundamentalnya,” jelasnya.

Salah satu fokus utama pasar saat ini tertuju pada koridor logistik laut di Selat Hormuz. Selama ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi, pelaku pasar diperkirakan akan tetap mempertahankan permintaan yang tinggi terhadap dolar AS sebagai aset aman (safe haven).

“Trump sendiri bolak-balik ingin adanya kesepakatan. Bukan kesepakatan sepihak, tapi kesepakatan bersama untuk apa? Membuka Selat Hormuz,” kata Ibrahim menambahkan.

Sentimen Hubungan Dagang AS-Tiongkok

Di sisi lain, perkembangan diplomasi ekonomi antara dua kekuatan besar dunia juga turut menjadi instrumen penentu sentimen pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Retorika Pidato Presiden di Nganjuk, Menenangkan atau Menidurkan Logika?

Retorika Pidato Presiden di Nganjuk, Menenangkan atau Menidurkan Logika?

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:21 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

4 Dampak Rupiah Melemah Pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

4 Dampak Rupiah Melemah Pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:09 WIB

Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?

Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 08:27 WIB

Tentang Dolar dan Orang Desa: Meluruskan Logika Pidato Presiden di Nganjuk

Tentang Dolar dan Orang Desa: Meluruskan Logika Pidato Presiden di Nganjuk

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:54 WIB

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:53 WIB

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

Pendidikan di Era ChatGPT: Apakah Budaya Menghafal Masih Relevan?

Pendidikan di Era ChatGPT: Apakah Budaya Menghafal Masih Relevan?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:45 WIB

'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN

'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 13:42 WIB

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:41 WIB

×