Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB
Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya
lustrasi - Petugas menata emas batangan di Setiabudi, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc)
  • Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas domestik berpotensi turun pada awal pekan ini akibat pengaruh pasar global.
  • Penurunan harga emas terjadi karena meredanya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang mengurangi minat investor terhadap aset aman.
  • Harga logam mulia diprediksi terkoreksi hingga mencapai kisaran Rp2.749.000 atau Rp2.685.000 per gram tergantung dinamika pasar internasional.

Suara.com - Harga logam mulia di pasar domestik diperkirakan bakal menghadapi tren penurunan pada perdagangan awal pekan ini. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan adanya potensi koreksi pada harga emas dalam negeri yang dipicu oleh fluktuasi serta potensi melemahnya harga emas di pasar dunia akibat dinamika geopolitik dan arah kebijakan ekonomi global.

Berdasarkan perkembangan pasar terkini, pergerakan instrumen investasi ini terpantau sedang mengalami penyesuaian nilai yang cukup signifikan, mengikuti pergeseran minat investor terhadap aset aman (safe haven).

“Kemudian logam mulianya ditutup di Rp2.769.000 per gram,” kata Ibrahim kepada Suara.com, Minggu (17/5/2026) kemarin.

Apabila tekanan jual di pasar internasional terus mengalami peningkatan hingga mendorong harga emas dunia menembus batas bawah (support) barunya, maka grafik harga logam mulia di dalam negeri pun berisiko terseret turun lebih dalam.

Simulasi Dua Skenario Penurunan Harga

Ibrahim memetakan dua skenario teknikal mengenai potensi koreksi harga komoditas logam mulia ini berdasarkan pergerakan nilai emas di pasar global:

Skenario Pertama (Koreksi Ringan): Jika harga emas di pasar internasional melandai hingga menyentuh level support awal di angka US$4.444 per troy ons, maka harga logam mulia domestik diperkirakan akan mengalami pemangkasan sekitar Rp20.000 dari posisi penutupan saat ini.

“Kemudian untuk logam mulianya kemungkinan besar turun Rp20.000 di Rp2.749.000 per gram,” ujarnya.

Skenario Kedua (Koreksi Lebih Dalam): Tekanan yang jauh lebih berat berpotensi terjadi andai harga emas global terus tertekan hingga menembus batas bawah kedua di level US$4.307 per troy ons.

Jika kondisi ini terjadi, nilai logam mulia lokal diproyeksikan merosot tajam.

“Kemudian logam mulianya di Rp2.685.000 per gram. Jadi ada kemungkinan untuk logam mulia di minggu besok kalau seandainya melemah, ya, itu di Rp2.685.000 per gram,” beber dia.

Faktor Geopolitik Selat Hormuz dan Redanya Tensi Global

Dinamika pergerakan nilai emas saat ini dinilai masih sangat sensitif terhadap isu-isu non-ekonomi, khususnya ketidakpastian geopolitik yang melibatkan wilayah Timur Tengah seperti Iran, Israel, serta keterlibatan Amerika Serikat di jalur perdagangan strategis Selat Hormuz.

Menurut analisis fundamental, emas kerap diburu sebagai pelindung nilai ketika tensi politik dunia memanas.

Sebaliknya, apabila eskalasi konflik di kawasan tersebut mulai mereda dan arus distribusi komoditas energi global kembali berjalan normal, daya tarik emas sebagai aset safe haven otomatis akan berkurang, memicu aksi ambil untung (profit taking) yang menurunkan harga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram

Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 09:02 WIB

Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan

Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:51 WIB

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:36 WIB

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:28 WIB

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:13 WIB

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:55 WIB

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:48 WIB

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:46 WIB