Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
Presiden Prabowo Subianto. [ANTARA FOTO/HO-BPMI/mrh/tom]
baca 10 detik
  • Ekonom Y. Sri Susilo mengkritik pernyataan Presiden Prabowo tentang mata uang dolar yang berpotensi memicu sentimen negatif pasar.
  • Pernyataan tersebut dikhawatirkan melemahkan efektivitas tujuh langkah intervensi moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
  • Klaim masyarakat desa kebal dampak dolar dinilai keliru karena ketergantungan harga komoditas pangan dan obat-obatan terhadap impor.

Suara.com - Pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Y. Sri Susilo, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut rakyat di desa tidak menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di tengah anjloknya nilai tukar rupiah berpotensi menjadi bumerang.

Menurut Sri, pernyataan kepala negara tersebut justru berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar yang sedang bergejolak. Narasi yang menyepelekan ketergantungan terhadap mata uang asing dikhawatirkan dapat memicu tekanan balik terhadap rupiah.

Apalagi, kata dia, stabilitas nilai tukar nasional tidak bisa hanya dibebankan pada satu instrumen saja. Meskipun Bank Indonesia (BI) secara regulasi bertindak sebagai otoritas moneter yang wajib mengendalikan kurs, pergerakan di pasar riil juga memegang peranan penting.

Kebijakan fiskal pemerintah yang tidak sejalan dengan ekspektasi pasar akan langsung direspons negatif oleh para pelaku usaha.

"Jadi, pernyataan presiden kemarin tuh sebenarnya kurang pas, enggak tepat. Karena tugas BI harusnya didukung oleh kebijakan pemerintah," kata Sri kepada Suara.com, Minggu (17/5/2026).

Sri mencatat BI saat ini tengah berjuang keras menahan laju depresiasi rupiah melalui tujuh jurus intervensi.

Langkah-langkah tersebut meliputi intervensi besar-besaran di pasar valas, penarikan modal asing lewat Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, hingga memperketat pengawasan pembelian dolar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, efektivitas tujuh langkah moneter tersebut dinilai terancam melemah apabila komunikasi publik pemerintah pusat tidak mencerminkan transparansi dan kondisi fundamental yang riil.

Sentimen dari pernyataan politik yang kurang sensitif terhadap pasar dinilai dapat langsung menurunkan kepercayaan investor dan pelaku bisnis.

baca juga

"Ke-7 langkah yang dilakukan BI dapat menjadi kurang efektif karena pernyataan Presiden Prabowo 'orang rakyat di desa enggak pake dolar kok' tersebut," ucapnya.

"Dimungkinkan muncul sentimen pasar akibat pelaku ekonomi/bisnis atau investor yang merasa kurang/tidak nyaman terhadap pernyataan tersebut. Dengan kata lain pernyataan tersebut dianggap dianggap tidak pro pasar," tambahnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa masyarakat pedesaan sepenuhnya kebal dari dampak merosotnya nilai tukar rupiah. Fakta di lapangan menunjukkan banyak komoditas harian yang dikonsumsi masyarakat desa masih mengandalkan impor.

Misalnya tahu dan tempe yang menggunakan kedelai impor, daging serta telur dari pakan ternak berbahan jagung impor, hingga obat-obatan. Semua itu tetap menggunakan bahan baku yang dibeli dengan dolar.

"Dampak selanjutnya maka harga tahu dan tempe, daging, telur, obat dan kebutuhan sehar-hari yang berbahan baku impor juga naik. Kenaikan harga tersebut akan menjadi beban masyarakat desa dan masyarakat pada umumnya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:22 WIB

Tinggalkan Pupuk Impor, Prabowo Instruksikan Implementasi Inovasi Batu Bara dan Briket Jagung

Tinggalkan Pupuk Impor, Prabowo Instruksikan Implementasi Inovasi Batu Bara dan Briket Jagung

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

Retorika Pidato Presiden di Nganjuk, Menenangkan atau Menidurkan Logika?

Retorika Pidato Presiden di Nganjuk, Menenangkan atau Menidurkan Logika?

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:21 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Tak Kuat Berdiri Lama, Prabowo Request Mobil Khusus Sapa Rakyat

Tak Kuat Berdiri Lama, Prabowo Request Mobil Khusus Sapa Rakyat

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:51 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

4 Dampak Rupiah Melemah Pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

4 Dampak Rupiah Melemah Pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:09 WIB

Terkini

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

Bali | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Rob Diprediksi Rendam Pesisir Jakarta pada 1314 dan 2531 Oktober

Rob Diprediksi Rendam Pesisir Jakarta pada 1314 dan 2531 Oktober

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Bitget Klaim Cadangan Aset Pengguna Tembus 131%

Bitget Klaim Cadangan Aset Pengguna Tembus 131%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Harga BBM Pertamina Oktober Tak Berubah, Ini Daftarnya

Harga BBM Pertamina Oktober Tak Berubah, Ini Daftarnya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Susah Cari Bed Rumah Sakit di Bekasi: Kapasitas Pasien Ditambah, Kualitas Pelayanan Ditingkatkan

Susah Cari Bed Rumah Sakit di Bekasi: Kapasitas Pasien Ditambah, Kualitas Pelayanan Ditingkatkan

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Malang | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:50 WIB

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

×