Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Ambruk 2,4 Persen ke Level 6.167, Investor Panik Lego Saham

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 21 Mei 2026 | 11:16 WIB
IHSG Ambruk 2,4 Persen ke Level 6.167, Investor Panik Lego Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjerembab pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG turun tajam 151,14 poin atau 2,40 persen ke level 6.167,36 hingga pukul 10.58 WIB. Foto ist.
baca 10 detik
  • IHSG anjlok 2,40 persen ke level 6.167 pada perdagangan Kamis pagi.
  • Posisi IHSG kini menyentuh level terendah dalam 52 minggu terakhir.
  • Tekanan global dan aksi jual asing membebani pasar saham RI.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjerembab pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG turun tajam 151,14 poin atau 2,40 persen ke level 6.167,36 hingga pukul 10.58 WIB.

Tekanan jual terlihat mendominasi sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 6.366,48 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.378,81 sebelum akhirnya longsor hingga menyentuh level terendah harian di 6.163,56. Posisi tersebut sekaligus menjadi titik terendah baru dalam 52 minggu terakhir.

Pelemahan ini memperpanjang tekanan yang membayangi pasar saham domestik dalam beberapa waktu terakhir. Jika dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 6.318,50, koreksi kali ini menunjukkan investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Kondisi tersebut kontras dengan performa IHSG dalam setahun terakhir yang sempat mencetak level tertinggi 9.174,47. Kini, jarak antara puncak dan posisi terkini mencerminkan tekanan besar yang dialami pasar modal Indonesia.

Analis menilai sentimen global masih menjadi faktor dominan yang menekan pergerakan IHSG, mulai dari kekhawatiran suku bunga tinggi, arus keluar dana asing, hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang memicu aksi jual di sejumlah saham unggulan.

Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mulai mencermati prospek pertumbuhan ekonomi domestik dan potensi perlambatan konsumsi masyarakat yang dapat memengaruhi kinerja emiten pada kuartal berikutnya.

Meski demikian, sejumlah investor jangka panjang melihat koreksi tajam ini sebagai peluang akumulasi saham berfundamental kuat, terutama pada sektor perbankan dan komoditas yang dinilai masih memiliki prospek positif dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis

IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:18 WIB

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:37 WIB

SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas

SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:03 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×