Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:37 WIB
OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal
ARSIP- Petugas memberikan pelayanan kepada warga usai peresmian kantor baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ternate, Maluku Utara [ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar]
baca 10 detik
  • OJK resmi menerbitkan POJK Nomor 3 dan 5 Tahun 2026 di Jakarta guna memperkuat pengawasan pasar modal.
  • Aturan tersebut menerapkan sistem klasifikasi baru serta syarat modal minimum bagi perusahaan efek dan manajer investasi.
  • Kebijakan ini bertujuan membangun ekosistem pasar modal yang lebih adaptif, profesional, transparan, serta meningkatkan kepercayaan investor nasional.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi merilis dua Peraturan OJK (POJK) terbaru yang dirancang untuk memperkuat fondasi dan pengawasan di industri pasar modal Indonesia. Langkah regulasi ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan industri keuangan yang kian kompleks.

Dua aturan baru yang diterbitkan adalah POJK Nomor 3 Tahun 2026 mengenai Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perusahaan Efek, serta POJK Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Manajer Investasi.

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, menjelaskan bahwa kehadiran regulasi ini ditujukan untuk membangun ekosistem pasar modal yang lebih adaptif.

"Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan industri pasar modal, memperkuat tata kelola perusahaan efek, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap sektor jasa keuangan nasional," ungkap Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Penyusunan kedua aturan ini dilatarbelakangi oleh meluasnya variasi produk keuangan, akselerasi teknologi digital, serta meningkatnya paparan risiko di pasar modal.

Melalui pengetatan aturan ini, OJK berupaya menciptakan iklim investasi yang profesional, transparan, dan memiliki daya saing guna menghadapi dinamika ekonomi global.

Reorganisasi Kategori dan Modal Minimum Perusahaan Efek

Lewat POJK Nomor 3 Tahun 2026, OJK menerapkan sistem pengelompokan baru untuk kegiatan usaha Perusahaan Efek (PEKU). Pembagian ini didasarkan pada skala kapasitas operasional serta pemenuhan tingkat permodalan yang terbagi menjadi tiga kelompok utama:

  1. PEKU 1: Difokuskan pada aktivitas aktivitas pemasaran efek dengan ruang lingkup terbatas. Kelompok ini diwajibkan memiliki modal disetor minimum sebesar Rp1 miliar dengan batas Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) paling sedikit Rp500 juta.
  2. PEKU 2: Diperuntukkan bagi perusahaan yang beroperasi sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE) atau Perantara Pedagang Efek (PPE) dalam skala terbatas. Batas modal disetor minimum untuk kategori ini dinaikkan menjadi Rp55 disposal dengan syarat MKBD minimum sebesar Rp50 miliar.
  3. PEKU 3: Kategori ini diberikan izin operasional yang paling luas, mencakup pembiayaan transaksi efek, penerbitan instrumen produk terstruktur, hingga fasilitasi transaksi efek luar negeri. Skala ini menuntut pemenuhan modal disetor minimum sebesar Rp110 miliar serta parameter MKBD minimal Rp100 miliar.

Selain restrukturisasi modal, aturan ini juga mewajibkan penguatan fungsi manajemen risiko, sistem kepatuhan internal, divisi riset, serta tata kelola yang disesuaikan dengan tingkat kerumitan bisnis masing-masing perusahaan.

baca juga

Klasifikasi Baru dan Aturan Dana Kelolaan Manajer Investasi

Sementara itu, penataan industri pengelolaan dana diatur secara spesifik melalui POJK Nomor 5 Tahun 2026. OJK mengklasifikasikan struktur Manajer Investasi berdasarkan Kegiatan Usaha (MIKU) ke dalam dua kategori fungsional:

  1. MIKU 1: Berfokus pada pengelolaan portofolio produk investasi tertentu dengan cakupan usaha yang lebih terbatas. Kategori ini harus memenuhi modal disetor minimum Rp25 miliar. Batas minimum MKBD yang ditetapkan adalah sebesar Rp5 miliar ditambah dengan komponen variabel senilai 0,1 persen dari total dana kelolaan (asset under management/AUM).
  2. MIKU 2: Diberikan wewenang untuk menyelenggarakan seluruh cakupan aktivitas bisnis manajer investasi sesuai koridor hukum yang berlaku. Persyaratan kapitalisasi untuk MIKU 2 ditetapkan dengan modal disetor minimum Rp50 miliar serta ketentuan MKBD minimal Rp10 Terlepas ditambah variabel 0,1 persen dari dana kelolaan.

OJK juga memberlakukan batas minimal akumulasi dana kelolaan yang wajib dipenuhi dalam tenggat waktu tertentu setelah izin usaha diterbitkan.

Bagi entitas MIKU 1, batas minimal dana kelolaan ditetapkan sebesar Rp500 miliar, sedangkan untuk entitas MIKU 2 dipatok mencapai Rp1 triliun. Aturan ini turut memperketat standardisasi perizinan, tata kelola korporasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pengelolaan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok

Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:54 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:06 WIB

Bos Bursa Masih Optimistis Meski IHSG Anjlok Usai Pidato Prabowo

Bos Bursa Masih Optimistis Meski IHSG Anjlok Usai Pidato Prabowo

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:19 WIB

Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi

Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:17 WIB

Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:30 WIB

Terkini

IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar

IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Micellar Water Wardah Pink untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pengguna

Micellar Water Wardah Pink untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027

Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:31 WIB

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:14 WIB

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?

Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:57 WIB

SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?

SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:56 WIB

×