Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026

Achmad Fauzi

Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:40 WIB
Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026
Ilustrasi Rumah Subsidi yang disediakan BTN. (Dok: BTN)
baca 10 detik
  • PT Bank Tabungan Negara mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,45 triliun hingga April 2026, meningkat 43,84 persen secara tahunan.
  • Peningkatan laba didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 12,85 persen serta keberhasilan perusahaan menekan beban bunga operasional.
  • Direktur Utama BTN optimistis kinerja positif akan terus berlanjut berkat fundamental bisnis kuat dan tingginya kebutuhan hunian masyarakat.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bersama entitas anaknya, Bank Syariah Nasional, membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 1,45 triliun hingga April 2026.

Laba bersih ersebut naik 43,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,01 triliun.

Selain laba bersih, pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) BTN juga tumbuh 12,85 persen yoy menjadi Rp 5,57 triliun dari sebelumnya Rp 4,94 triliun pada April 2025.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan optimistis tren pertumbuhan kinerja masih akan berlanjut seiring kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian.

BTN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sektor perumahan sebagai motor utama perekonomian nasional (Dok: BTN)
BTN masih mencatatkan laba bersih hingga April 2026. (Dok: BTN)

"Di tengah ketidakpastian kondisi global, BTN tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif karena didukung fundamental bisnis yang kuat dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian. Kami optimistis momentum ini dapat terus berlanjut seiring transformasi bisnis dan penguatan ekosistem perumahan yang terus dijalankan perseroan," ujar Nixon di Jakarta, Jumat (22/6/2026).

Di sisi lain, BTN berhasil menekan beban bunga menjadi Rp 5,01 triliun atau turun 16,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,98 triliun. Penurunan biaya dana tersebut ikut memperkuat profitabilitas perseroan pada empat bulan pertama tahun ini.

Kinerja operasional BTN juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga April 2026, laba operasional konsolidasi tercatat sebesar Rp 1,87 triliun atau tumbuh 47,66 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp 1,27 triliun.

Sementara itu, pre provision operating profit (PPOP) meningkat menjadi Rp 3,13 triliun atau naik 20,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,60 triliun.

BTN juga mencatatkan beban pencadangan atau CKPN sebesar Rp1,26 triliun hingga April 2026 sebagai bagian dari langkah menjaga kualitas aset dan pencadangan kredit secara pruden.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru

Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:24 WIB

BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026

BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:26 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×