Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:38 WIB
Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target
Menteri PU Dody Hanggodo mengakui adanya keterlambatan pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. [Antara]
  • Menteri PU Dodi Hanggodo mengakui adanya keterlambatan pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
  • Progres pembangunan per 20 Mei 2026 mencapai 59 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juni 2026.
  • Menteri PU memperketat pengawasan harian dan mewajibkan laporan progres fisik untuk memastikan 88 proyek berhasil selesai.

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodi Hanggodo mengakui pembangunan Sekolah Rakyat mengalami keterlambatan dari target yang sebelumnya diperkirakan. Meski demikian, ia tetap optimistis sebagian besar proyek dapat diselesaikan sebelum tahun ajaran baru dimulai pada Juni 2026.

Dodi mengatakan dirinya kini memantau progres pembangunan secara harian guna memastikan percepatan di lapangan berjalan sesuai target. Berdasarkan data yang diterimanya, progres rata-rata pembangunan per 20 Mei 2026 telah mendekati 60 persen.

"Sekolah rakyat insyaallah selesai, Bu, di Juni 2026. Memang kalau melihat progres harian, saya sekarang memantaunya hari per hari. Jadi per kemarin itu 20 Mei sudah rata-rata sudah 58 persen," kata Dodi di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan progres pembangunan setiap lokasi berbeda-beda. Beberapa titik mencatat kenaikan harian sekitar 1 persen hingga 2 persen.

"Jadi per hari itu ada yang progresnya 1 persen, ada progres harian 1,5 sampai 2 persen. Dengan begitu ya kira-kira sih dan sekarang sih sudah per kemarin sore jam 4 sore sudah 59 persen. Jadi insyaallah lah di Juni selesai," ujarnya.

Meski optimistis target penyelesaian dapat tercapai, Dodi mengakui proses pembangunan saat ini berada di luar perkiraannya. Menurut dia, keterlambatan seharusnya dapat dihindari mengingat proyek tersebut ditangani Direktorat Jenderal Prasarana Strategis yang memiliki sumber daya profesional.

"Harus diakui memang pembangunannya agak di luar prakiraan saya sebetulnya, karena dengan komposisi profesional yang ada di Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, harusnya keterlambatan seperti sekarang ini seharusnya tidak boleh terjadi," kata dia.

Dodi mengatakan kondisi tersebut membuat dirinya harus turun langsung melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan di berbagai daerah. Tidak hanya memantau progres, ia juga mengaku ikut mencari solusi terhadap kendala yang dihadapi di lapangan.

"Tapi ya yang sudah ya sudahlah. Berkat dari itu kemudian beberapa orang harus saya ganti dan saya harus turun tangan langsung untuk memantau. Bukan hanya memantau, tapi memberikan solusi lainnya," ucapnya.

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Dodi mewajibkan seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di tiap lokasi melaporkan perkembangan fisik pembangunan setiap hari.

"Tiap jam 4 sore itu semua Pejabat Pembuat Komitmen di tiap titik itu harus melaporkan progres fisiknya," kata Dodi.

Ia menyebut beberapa wilayah dengan progres pembangunan terendah saat ini berada di Sintang, Cilacap, Dharmasraya, Lampung Utara, dan Brebes. Di sisi lain, terdapat sejumlah daerah yang mencatat progres pembangunan paling tinggi, seperti Sragen, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Medan.

Kendati menghadapi keterlambatan, Dodi tetap memperkirakan mayoritas proyek Sekolah Rakyat dapat rampung sesuai target.

"Feeling saya mengatakan sekitar 88 dari total 93 (proyek) itu, 88 sukses," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:03 WIB

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:15 WIB

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26 WIB

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Gus Ipul: Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Gus Ipul: Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:14 WIB

Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:43 WIB

Terkini

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 23:05 WIB

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:53 WIB

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:38 WIB

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:38 WIB

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:20 WIB