Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:38 WIB
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
Ilustrasi [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya].
  • Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pelemahan rupiah menekan anggaran operasional proyek infrastruktur nasional akibat tingginya biaya impor material.
  • Pemerintah menanggapi pembengkakan biaya dengan mengoptimalkan bahan baku lokal serta beralih menggunakan konstruksi jalan beton atau rigid pavement.
  • Kementerian PU menargetkan peningkatan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri hingga 70 persen pada APBN 2027 mendatang.

Suara.com - Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang kian perkasa terhadap mata uang rupiah mulai memicu efek domino pada sektor riil di dalam negeri.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, blak-blakan mengakui bahwa depresiasi nilai tukar rupiah saat ini telah memberikan tekanan finansial yang cukup berat terhadap pembiayaan operasional proyek infrastruktur nasional.

Dody menjelaskan, pembengkakan anggaran tersebut paling dirasakan pada pos-pos pengadaan fisik konstruksi yang rantai pasoknya masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap komponen maupun material dari luar negeri (impor).

Beberapa komponen vital proyek yang mengalami kenaikan biaya produksi di antaranya meliputi tarif sewa alat berat, pengadaan komoditas aspal, hingga pasokan material baja.

"Sampai hari ini sih memang kita sangat terdampak ya. Saya bilang jujur sangat terdampak pada hal-hal yang berkaitan dengan sewa alat berat, kemudian impor aspal, dan juga sebagian juga baja. Baja karena kan ada sebagian masih kita impor gitu ya," ungkap Dody dalam sesi media briefing di Kantor Kementerian PU, Jumat (22/5/2026).

Lebih lanjut, Dody memaparkan bahwa eskalasi beban anggaran ini tidak terlepas dari posisi nilai tukar dolar AS yang pergerakannya di pasar spot sempat merangsek naik mendekati level Rp17.600.

Kondisi makroekonomi yang kurang menguntungkan ini memaksa lini manajemen proyek di lapangan untuk memutar otak agar kalkulasi biaya sisa proyek tidak melampaui pagu anggaran yang ditetapkan.

Sebagai langkah penyelamatan instan untuk meredam pembengkakan biaya, Kementerian PU kini tengah berupaya keras mengoptimalkan penggunaan bahan baku substitusi yang diproduksi oleh industri lokal di dalam negeri.

"Itu sangat terdampak dan kami mencoba memaksimalkan, mengoptimalkan bahan-bahan substitusi di lokal," tambahnya.

Menteri PU Dody Hanggodo menguji langsung 26,4 km Aspal Tol Trans Jawa dari Kalikangkung menuju Brebes pada Sabtu (28/3/2026). (Ist)
Menteri PU Dody Hanggodo menguji langsung 26,4 km Aspal Tol Trans Jawa dari Kalikangkung menuju Brebes pada Sabtu (28/3/2026). (Ist)

Kurangi Aspal, Garap Rigid Pavement

Kementerian PU telah merumuskan sejumlah langkah taktis mitigasi guna memutus ketergantungan pada rantai pasok luar negeri. Untuk menekan penggunaan baja impor, pemerintah berkomitmen menggenjot penyerapan produk dari pabrikan baja domestik.

Sementara untuk menyiasati mahalnya harga aspal impor, Kementerian PU membuka opsi perombakan teknis pada desain struktur jalan di sejumlah proyek, yakni dengan mengalihkan konstruksi ke model perkerasan kaku atau jalan beton (rigid pavement).

"Terutama untuk baja, untuk aspal ya kita memang kalau sudah ini ya terpaksa kita menggunakan rigid pavement. Aspalnya kita kurangi," tegas Dody.

Dody tidak menampik bahwa hantaman fiskal pada sektor konstruksi ini sangat sulit dihindari karena dipicu oleh sentimen gejolak geopolitik dan ekonomi global.

Kendati ruang fiskal bergerak dinamis akibat kurs dolar AS yang tinggi, ia memastikan seluruh proyek pembangunan yang masuk dalam skala prioritas nasional dipastikan tidak akan mangkrak dan tetap bergulir sesuai target.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:56 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Dalam Film Tumbal Proyek, Nyawa Buruh Lebih Murah dari Beton

Dalam Film Tumbal Proyek, Nyawa Buruh Lebih Murah dari Beton

Your Say | Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:25 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Layak Tonton atau Hanya Eksploitasi Mitos? Kupas Tuntas Film Horor Tumbal Proyek

Layak Tonton atau Hanya Eksploitasi Mitos? Kupas Tuntas Film Horor Tumbal Proyek

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:55 WIB

Terkini

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:20 WIB

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:16 WIB

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:05 WIB

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:59 WIB

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:41 WIB

Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target

Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:38 WIB

Saatnya Wujudkan Rumah, Mobil & Liburan Impian Anda lewat BRI Consumer Expo Jakarta 2026

Saatnya Wujudkan Rumah, Mobil & Liburan Impian Anda lewat BRI Consumer Expo Jakarta 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:09 WIB

Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli

Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:53 WIB

Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI

Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:39 WIB