Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:38 WIB
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
Ilustrasi [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya].
baca 10 detik
  • Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pelemahan rupiah menekan anggaran operasional proyek infrastruktur nasional akibat tingginya biaya impor material.
  • Pemerintah menanggapi pembengkakan biaya dengan mengoptimalkan bahan baku lokal serta beralih menggunakan konstruksi jalan beton atau rigid pavement.
  • Kementerian PU menargetkan peningkatan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri hingga 70 persen pada APBN 2027 mendatang.

Suara.com - Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang kian perkasa terhadap mata uang rupiah mulai memicu efek domino pada sektor riil di dalam negeri.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, blak-blakan mengakui bahwa depresiasi nilai tukar rupiah saat ini telah memberikan tekanan finansial yang cukup berat terhadap pembiayaan operasional proyek infrastruktur nasional.

Dody menjelaskan, pembengkakan anggaran tersebut paling dirasakan pada pos-pos pengadaan fisik konstruksi yang rantai pasoknya masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap komponen maupun material dari luar negeri (impor).

Beberapa komponen vital proyek yang mengalami kenaikan biaya produksi di antaranya meliputi tarif sewa alat berat, pengadaan komoditas aspal, hingga pasokan material baja.

"Sampai hari ini sih memang kita sangat terdampak ya. Saya bilang jujur sangat terdampak pada hal-hal yang berkaitan dengan sewa alat berat, kemudian impor aspal, dan juga sebagian juga baja. Baja karena kan ada sebagian masih kita impor gitu ya," ungkap Dody dalam sesi media briefing di Kantor Kementerian PU, Jumat (22/5/2026).

Lebih lanjut, Dody memaparkan bahwa eskalasi beban anggaran ini tidak terlepas dari posisi nilai tukar dolar AS yang pergerakannya di pasar spot sempat merangsek naik mendekati level Rp17.600.

Kondisi makroekonomi yang kurang menguntungkan ini memaksa lini manajemen proyek di lapangan untuk memutar otak agar kalkulasi biaya sisa proyek tidak melampaui pagu anggaran yang ditetapkan.

Sebagai langkah penyelamatan instan untuk meredam pembengkakan biaya, Kementerian PU kini tengah berupaya keras mengoptimalkan penggunaan bahan baku substitusi yang diproduksi oleh industri lokal di dalam negeri.

"Itu sangat terdampak dan kami mencoba memaksimalkan, mengoptimalkan bahan-bahan substitusi di lokal," tambahnya.

baca juga
Menteri PU Dody Hanggodo menguji langsung 26,4 km Aspal Tol Trans Jawa dari Kalikangkung menuju Brebes pada Sabtu (28/3/2026). (Ist)
Menteri PU Dody Hanggodo menguji langsung 26,4 km Aspal Tol Trans Jawa dari Kalikangkung menuju Brebes pada Sabtu (28/3/2026). (Ist)

Kurangi Aspal, Garap Rigid Pavement

Kementerian PU telah merumuskan sejumlah langkah taktis mitigasi guna memutus ketergantungan pada rantai pasok luar negeri. Untuk menekan penggunaan baja impor, pemerintah berkomitmen menggenjot penyerapan produk dari pabrikan baja domestik.

Sementara untuk menyiasati mahalnya harga aspal impor, Kementerian PU membuka opsi perombakan teknis pada desain struktur jalan di sejumlah proyek, yakni dengan mengalihkan konstruksi ke model perkerasan kaku atau jalan beton (rigid pavement).

"Terutama untuk baja, untuk aspal ya kita memang kalau sudah ini ya terpaksa kita menggunakan rigid pavement. Aspalnya kita kurangi," tegas Dody.

Dody tidak menampik bahwa hantaman fiskal pada sektor konstruksi ini sangat sulit dihindari karena dipicu oleh sentimen gejolak geopolitik dan ekonomi global.

Kendati ruang fiskal bergerak dinamis akibat kurs dolar AS yang tinggi, ia memastikan seluruh proyek pembangunan yang masuk dalam skala prioritas nasional dipastikan tidak akan mangkrak dan tetap bergulir sesuai target.

Menatap proyeksi jangka panjang, Kementerian PU bakal memperketat regulasi penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada setiap lelang proyek infrastruktur baru.

Hal ini disiapkan sebagai benteng pertahanan ekosistem konstruksi nasional agar tidak mudah goyah oleh fluktuasi valuta asing di masa mendatang.

"Insyaallah di APBN 2027 program-program prioritas utama presiden bisa tetap kami jalankan walaupun dengan dolar yang tinggi dan kami akan lebih mengutamakan nilai-nilai TKDN di atas 60-70 persen," pungkas Dody.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:56 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Dalam Film Tumbal Proyek, Nyawa Buruh Lebih Murah dari Beton

Dalam Film Tumbal Proyek, Nyawa Buruh Lebih Murah dari Beton

Your Say | Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:25 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Layak Tonton atau Hanya Eksploitasi Mitos? Kupas Tuntas Film Horor Tumbal Proyek

Layak Tonton atau Hanya Eksploitasi Mitos? Kupas Tuntas Film Horor Tumbal Proyek

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:55 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×