Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat premi bisnis baru tumbuh 5,0 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp27,90 triliun, sementara jumlah tertanggung melonjak 20,9 persen menjadi 118,28 juta orang. [Suara.com/Rina Anggraeni]
baca 10 detik
  • AAJI mencatat premi bisnis baru asuransi jiwa tumbuh 5,0 persen menjadi Rp27,90 triliun pada kuartal pertama 2026.
  • Industri asuransi jiwa membukukan total pendapatan Rp47,63 triliun serta membayar klaim sebesar Rp38,73 triliun kepada masyarakat.
  • Jumlah tertanggung asuransi jiwa melonjak 20,9 persen menjadi 118,28 juta orang sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Suara.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat premi bisnis baru tumbuh 5,0 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp27,90 triliun, sementara jumlah tertanggung melonjak 20,9 persen menjadi 118,28 juta orang.

Kinerja positif industri asuransi jiwa tersebut terlihat dari total pendapatan yang mencapai Rp47,63 triliun sepanjang Januari hingga Maret 2026, sekaligus menunjukkan ketahanan sektor asuransi dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional.

“Sepanjang Januari hingga Maret 2026, industri asuransi jiwa membukukan total pendapatan keseluruhan sebesar Rp47,63 triliun. Di saat yang sama, industri juga tetap menjalankan komitmennya melalui pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp38,73 triliun kepada masyarakat atau tumbuh 1,5 persen secara tahunan,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo di Graha AAJI, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan industri asuransi jiwa mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pemenuhan kewajiban kepada para pemegang polis.

AAJI mencatat fundamental bisnis industri asuransi jiwa tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah tekanan pasar. Hal itu tercermin dari total pendapatan premi unweighted yang relatif stabil di level Rp47,27 triliun.

Berdasarkan jenis produk, asuransi jiwa tradisional masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan premi industri dengan nilai Rp30,10 triliun. Kondisi ini menunjukkan masyarakat masih memprioritaskan kebutuhan perlindungan dasar dalam perencanaan keuangan mereka.

Sementara itu, produk unit link tetap memiliki pangsa pasar yang signifikan sebagai salah satu pilihan solusi perlindungan dan investasi bagi masyarakat.

Dari sisi distribusi, kanal bancassurance masih menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan premi mencapai Rp18,54 triliun. Capaian tersebut menunjukkan kemitraan antara perusahaan asuransi jiwa dan perbankan masih menjadi model distribusi yang efektif dalam menjangkau masyarakat.

Adapun kanal distribusi alternatif membukukan premi sebesar Rp14,44 triliun dan tetap menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi distribusi industri. Sementara itu, kanal keagenan mencatat pertumbuhan 1,2 persen menjadi Rp14,29 triliun, menegaskan pentingnya peran tenaga pemasar dalam meningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses perlindungan asuransi.

baca juga

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen menjelaskan perkembangan pembayaran klaim pada kuartal pertama 2026 mencerminkan kebutuhan perlindungan masyarakat yang terus berkembang, mulai dari manfaat akhir kontrak hingga perlindungan kesehatan.

Salah satu komponen klaim yang mengalami peningkatan signifikan adalah klaim akhir kontrak yang melonjak 112,0 persen menjadi Rp10,45 triliun. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak pemegang polis yang telah mencapai masa akhir perlindungan dan menerima manfaat sesuai ketentuan polis.

Di sisi lain, klaim surrender atau penebusan polis turun 30,4 persen menjadi Rp13,37 triliun. Penurunan tersebut mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk mempertahankan polis asuransi jiwa sebagai bagian dari strategi perlindungan jangka panjang.

Untuk komponen klaim lainnya, pembayaran klaim meninggal dunia tercatat sebesar Rp2,83 triliun. Sementara itu, klaim kesehatan meningkat 15,3 persen menjadi Rp6,72 triliun, menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan dan perlindungan asuransi kesehatan.

“Adanya kenaikan klaim kesehatan menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan masyarakat masih tinggi, dan perlindungan asuransi kesehatan tetap memainkan peran yang sangat penting. Karena itu, industri saat ini terus beradaptasi melalui transformasi yang sejalan dengan kebijakan regulator agar perlindungan kesehatan tetap memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dalam jangka panjang,” kata Wianto.

AAJI menilai tren peningkatan klaim kesehatan menjadi perhatian utama bagi industri asuransi jiwa. Oleh karena itu, transformasi industri asuransi kesehatan yang didukung regulator diharapkan dapat menjaga keberlanjutan perlindungan, meningkatkan kualitas layanan, serta memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk asuransi jiwa dan kesehatan yang semakin berkembang di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:22 WIB

Danantara Mau Merger Asuransi BUMN, AAJI Buka Suara

Danantara Mau Merger Asuransi BUMN, AAJI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:14 WIB

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:00 WIB

Sequis Shepreneur Hadir Perkuat Literasi Finansial dan Bisnis Perempuan

Sequis Shepreneur Hadir Perkuat Literasi Finansial dan Bisnis Perempuan

Foto | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:30 WIB

Mau Travelling ke Luar Negeri? Ini Cara Kerja Asuransi Perjalanan yang Perlu Kamu Tahu

Mau Travelling ke Luar Negeri? Ini Cara Kerja Asuransi Perjalanan yang Perlu Kamu Tahu

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:24 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×