- PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia melayani 1,7 juta pengguna dan meluncurkan logo baru pada 2 Juni 2026.
- Rebranding dilakukan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai anak usaha holding BUMN Indonesia Financial Group (IFG).
- Manajemen menegaskan perubahan identitas tidak mengubah kualitas layanan, produk, serta status hukum bagi nasabah perusahaan tersebut.
Suara.com - PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth), masih menjadi yang tertinggi dalam bisnis asuransi kesehatan. Hingga saat ini Inhealth telah melayani lebih dari 1,7 juta pengguna jasa layanan kesehatan di Indonesia.
Dalam hal ini, Inhealt melakukan rebranding perusahaan yang ditandai dengan peluncuran logo baru pada 2 Juni 2026. Perubahan identitas visual tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Inhealth sebagai bagian dari kelompok usaha Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi.
Direktur Kepatuhan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama Inhealth, Marihot H Tambunan menegaskan bahwa perubahan identitas perusahaan tidak mengubah layanan maupun produk yang selama ini diterima nasabah.

"Perubahan branding tidak mengubah status hukum Perusahaan yaitu PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia begitu pula dengan produk dan layanan, tetap sama. Selama lebih dari 17 tahun, Inhealth telah hadir sebagai asuransi kesehatan pilihan utama dan tepercaya di Indonesia," ujar Marihot di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Sejak resmi masuk ke dalam struktur holding IFG dan menjadi anak usaha IFG Life pada Juni 2024, Inhealth terus memperkuat sinergi bisnis, baik dari sisi pengembangan produk, layanan, maupun transformasi digital.
Menurut Marihot, perusahaan terus memperkuat fondasi layanan kesehatan melalui kolaborasi dengan IFG dan IFG Life, termasuk pengembangan layanan digital melalui aplikasi One by IFG serta Produk Asuransi Bersama (PAB).
"Kami terus memperkuat sinergi dan bergerak maju bersama IFG dan IFG Life untuk memperkuat fondasi layanan sebagai penyedia asuransi jiwa dan kesehatan. Diantaranya yaitu penguatan layanan digital melalui aplikasi One by IFG yang telah dilakukan sejak tahun 2025 dan kolaborasi dalam Produk Asuransi Bersama (PAB)," terang Marihot.
Selain memperkuat layanan digital, Inhealth juga fokus pada pengelolaan risiko dan optimalisasi portofolio bisnis. Perusahaan menilai perubahan identitas visual menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menghadirkan perlindungan asuransi yang lebih komprehensif.
Sementara itu, Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman mengatakan sinergi antara IFG Life dan Inhealth akan terus diperkuat untuk memperluas akses perlindungan bagi masyarakat.
"Perubahan branding Inhealth ini tentunya menjadi momentum untuk melangkah ke depan dan terus memperkuat sinergi, baik dari sisi produk dan layanan. Sinergi ini diharapkan mendorong ekosistem perlindungan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dengan dukungan lebih dari 8.000 mitra provider Inhealth di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri," katanya.
Saat ini, Inhealth didukung lebih dari 8.000 mitra provider yang terdiri atas rumah sakit, klinik, laboratorium, dan apotek yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga Singapura.