Bahlil: Harga LNG Naik Bukan Hanya di Indonesia

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 08 Juni 2026 | 13:49 WIB
Bahlil: Harga LNG Naik Bukan Hanya di Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui harga gas industri termasuk LNG mengalami kenaikkan dan itu terjadi di seluruh dunia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui harga gas industri termasuk LNG mengalami kenaikkan dan itu terjadi di seluruh dunia.
  • Pemerintah tetap memberlakukan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu sesuai keputusan resmi bagi sektor industri tertentu di Indonesia.
  • Serikat pekerja memperingatkan lonjakan harga gas industri memicu ancaman PHK massal pada perusahaan sektor padat karya nasional.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait lonjakan harga gas industri. Kenaikan harga tersebut mulai berdampak pada sektor manufaktur hingga dikhawatirkan dapat memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Bahlil mengklaim bahwa ketersediaan gas untuk kebutuhan industri, termasuk LNG, dipastikan dalam kondisi aman. Namun diakuinya terjadi kenaikan harga.

"Kalau pasokan, saya pastikan bahwa seluruh kebutuhan domestik untuk gas LNG kita, semua sudah tersedia. Harganya memang ada terjadi kenaikan, dan itu kan bukan hanya di Indonesia," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (8/5/2026).

Dijelaskannya kenaikan harga gas industri mengikuti harga global. Bukan karena kebijakan dari pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa untuk HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu), nilainya akan tetap berjalan sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Nah, tetapi, untuk harga HGBT, itu memang sesuai dengan apa yang menjadi keputusan pemerintah," kata Bahlil.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengingatkan persoalan harga gas industri tidak bisa lagi dianggap sebagai isu biasa. Sebab, dampaknya mulai dirasakan langsung oleh industri padat karya yang menjadi penopang jutaan tenaga kerja.

Andi menyebut biaya energi yang terus membengkak membuat banyak perusahaan kesulitan menjaga daya saing dan keberlangsungan produksi.

"Karena gas industri ini akan menyebabkan badai PHK yang luar biasa dalam waktu terdekat. Gas industri sudah tidak bisa tercapai, harganya sudah tidak masuk akal," katanya di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Di tengah persoalan itu Andi mengaku kesulitan menyampaikannya langsung kepada Bahlil. Bahkan, menurutnya, bertemu Presiden Prabowo Subianto jauh lebih mudah dibandingkan menemui Menteri ESDM tersebut.

baca juga

"Kami sudah mencoba bertemu Menteri ESDM, sampai hari ini kami merasa lebih mudah saya bertemu dengan Presiden Prabowo daripada bertemu Menteri ESDM. Ini lebih susah ketemu Bahlil," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026

Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:11 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi

Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:52 WIB

Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya

Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:35 WIB

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:11 WIB

Terkini

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:12 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×