Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 02 Juni 2026 | 07:52 WIB
Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi
Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi. Foto ist.
baca 10 detik
  • Harga LNG global naik, industri RI khawatir biaya energi membengkak.
  • Ekonom: kepastian pasokan energi lebih penting daripada harga murah.
  • Subsidi berlebihan dinilai bisa hambat investasi dan ketahanan energi.

Suara.com - Lonjakan harga energi dunia akibat memanasnya dinamika geopolitik global mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor industri di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini memunculkan tantangan besar bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara harga energi yang terjangkau, kepastian pasokan, dan keberlanjutan investasi di sektor energi.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai kekhawatiran pelaku industri manufaktur terhadap kenaikan harga gas dan ketidakpastian pasokan merupakan hal yang wajar. Pasalnya, gas bumi masih menjadi salah satu tulang punggung operasional industri nasional.

"Gas bumi bukan hanya komoditas energi, tetapi juga faktor produksi utama bagi sektor industri. Karena itu, persoalan harga LNG dan gas tidak bisa dilihat semata-mata sebagai isu energi, melainkan juga menyangkut daya saing industri dan stabilitas ekonomi nasional," ujar Josua.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan sebagian besar gas bumi Indonesia digunakan untuk kebutuhan domestik, terutama sektor industri. Hal ini membuat fluktuasi harga LNG global memiliki dampak langsung terhadap aktivitas manufaktur dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Josua, tekanan yang dihadapi Indonesia saat ini juga dialami banyak negara di Asia yang berlomba mengamankan pasokan LNG untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Berdasarkan data PetroVietnam dan Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) 2026, harga gas di Vietnam telah mencapai sekitar USD27,81 per MMBtu.

Sementara itu, harga LNG di Filipina mencapai sekitar USD28,50 per MMBtu berdasarkan data S&P Global dan Shell FGEN 2026. Bahkan Singapura sebagai hub LNG regional mencatat harga yang jauh lebih tinggi, yakni sekitar USD40,12 per MMBtu untuk sektor industri dan USD47,54 per MMBtu untuk sektor ritel.

Dibandingkan negara-negara tersebut, harga LNG domestik Indonesia setelah penyesuaian masih berada pada kisaran USD21-25 per MMBtu, sehingga relatif lebih kompetitif.

Meski demikian, Josua mengingatkan bahwa mempertahankan harga LNG terlalu rendah tanpa memperhatikan kondisi pasar global dapat menimbulkan risiko baru bagi ketahanan energi nasional.

Menurutnya, jika LNG non-subsidi dipaksa dijual dengan harga yang tidak mencerminkan biaya pasokan, maka penyedia energi berpotensi mengalami tekanan keuangan yang pada akhirnya mengganggu ketersediaan pasokan.

baca juga

"Kepastian pasokan energi justru lebih penting dibandingkan harga murah. Jika harga tidak ekonomis, penyedia energi akan lebih berhati-hati dalam mengamankan kontrak jangka panjang maupun membeli pasokan tambahan dari pasar global," katanya.

Lebih jauh, kondisi tersebut juga berpotensi menghambat investasi sektor hulu migas. Investor dinilai akan menahan ekspansi apabila harga domestik tidak memberikan tingkat pengembalian yang memadai.

Jika investasi migas melemah, Indonesia berisiko semakin bergantung pada impor energi, termasuk LNG, yang membuat perekonomian lebih rentan terhadap gejolak harga energi dunia.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Josua mendorong pemerintah menerapkan mekanisme penyesuaian harga secara bertahap. Ketika harga LNG global naik, kenaikan harga kepada industri dilakukan secara terukur. Sebaliknya, saat harga global turun, manfaatnya juga perlu diteruskan kepada konsumen industri.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kontrak pasokan jangka panjang, peningkatan efisiensi energi di sektor industri, percepatan produksi gas domestik, serta penciptaan kepastian investasi di sektor hulu migas.

"Pendekatan ini menjadi jalan tengah agar industri tetap kompetitif tanpa mengorbankan ketahanan energi nasional dalam jangka panjang," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

Kejutan Harga Mobil Suzuki Juni 2026. Ada Fronx Hingga S-Presso yang Bikin Menggoda

Kejutan Harga Mobil Suzuki Juni 2026. Ada Fronx Hingga S-Presso yang Bikin Menggoda

Otomotif | Senin, 01 Juni 2026 | 15:08 WIB

Terkini

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:12 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×