- Luhut: MBG program baik, yang perlu dibenahi adalah pengelolaannya.
- Chatib: MBG harus dijalankan efisien demi menjaga kepercayaan pasar.
- DEN diminta evaluasi dan monitor MBG untuk dilaporkan ke Presiden.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah dua anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan dan Chatib Basri, menyampaikan pandangan berbeda terkait implementasi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa perdebatan mengenai keberadaan program MBG seharusnya tidak lagi menjadi fokus utama. Menurutnya, program tersebut memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat sehingga yang perlu dibenahi adalah aspek tata kelola dan pelaksanaannya.
"Saya kira mengenai MBG kita jangan bertengkar lagi mengenai itu, itu barang baik. Tinggal pengelolaannya saja yang tentu kita perbaiki," ujar Luhut dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/6).
Luhut mengungkapkan Presiden Prabowo telah memberikan arahan khusus terkait evaluasi program MBG. Sebagai tindak lanjut, DEN melakukan survei dan penelitian untuk mengukur efektivitas program tersebut. Hasil survei yang diklaim memiliki tingkat kepercayaan tinggi dengan margin of error sekitar 3 persen itu akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan ke depan.
Menurut Luhut, efektivitas anggaran MBG saat ini sudah cukup baik. Namun, efisiensi masih bisa ditingkatkan apabila penyaluran program dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.
"Kalau targeted semua saya kira akan lebih efisien lagi ke depan," katanya.
Di sisi lain, anggota DEN Chatib Basri menyoroti MBG dari sudut pandang yang berbeda. Mantan Menteri Keuangan itu menilai program tersebut bukan hanya soal penyaluran anggaran atau manfaat sosial, tetapi juga berkaitan erat dengan upaya pemerintah menjaga kepercayaan publik dan pelaku pasar.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, Chatib menilai disiplin fiskal dan efisiensi anggaran menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah.
"Yang harus dilakukan termasuk juga untuk menumbuhkan confidence, trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam efisiensi anggaran, termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata Chatib.