Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 15 Juni 2026 | 19:12 WIB
Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani. [Tangkapan Layar].
  • CEO Danantara Rosan Roeslani melakukan kunjungan ke berbagai negara sejak 3 Juni 2026 untuk menawarkan obligasi global perdana.
  • Antusiasme tinggi 122 investor internasional membuat Danantara meningkatkan target penerbitan obligasi dari 1 miliar menjadi 1,5 miliar dolar.
  • Dana hasil obligasi dengan tenor lima dan sepuluh tahun tersebut dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.

Suara.com - CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani memamerkan, banyak antrean investor asing untuk membeli obligasi internasional atau global bond.

Hal ini terlihat dari target penghimpunan dana global bond sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS), pesanan yang masuk mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS atau lebih dari empat kali lipat nilai yang ditawarkan.

"Kami melakukan kunjungan ke beberapa negara sejak dimulai tanggal 3 Juni kemarin. Itu dari Hong Kong, Singapura, kemudian juga ke Boston, ada yang ke London, dan juga di New York," kata Rosan dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Rosan, kegiatan tersebut dilakukan setelah Danantara memperoleh peringkat investasi dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional. Peringkat yang diperoleh disebut setara dengan peringkat utang pemerintah Indonesia atau sovereign rating.

BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Berbekal capaian tersebut, Danantara kemudian melakukan penawaran obligasi global perdana kepada investor internasional dengan target awal sebesar 1 miliar dolar AS.

Rosan mengaku cukup terkejut dengan respons yang diberikan investor selama rangkaian pertemuan tersebut. Danantara tercatat bertemu dengan sekitar 122 investor dari berbagai negara.

"Alhamdulillah saya boleh laporkan responsnya itu sangat baik. Kami juga sangat cukup surprise," ujarnya.

Setelah rangkaian pertemuan tersebut, Danantara membuka proses book building untuk menjaring minat investor. Hasilnya, jumlah pemesanan yang masuk jauh melampaui target yang telah ditetapkan.

"Dari rencana 1 miliar dolar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih 4,6 miliar dolar. Sehingga melihat book building yang begitu tinggi, akhirnya kami upsize atau meningkatkan dari 1 miliar menjadi 1 setengah billion US dollar," kata Rosan.

Karena tingginya permintaan, Danantara memutuskan menaikkan nilai penerbitan obligasi menjadi 1,5 miliar dolar AS. Obligasi tersebut dibagi ke dalam tenor lima tahun dan 10 tahun.

Rosan menilai tingginya minat investor menjadi bukti bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia masih kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

"Ini membuktikan bahwa memang kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada dan tinggi. Karena kalau bicara, saya senangnya bicara statistik, numbers, dan fakta. Dan ini faktanya," ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan tersebut sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak yang sebelumnya mempertanyakan minat investor terhadap Indonesia.

"Karena banyak yang menyampaikan selama ini, 'Oh tidak akan ada investasi, mau percaya kepada kita,' tapi ini real. Ini membuktikan bahwa memang kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada dan tinggi," kata Rosan.

Ia menjelaskan obligasi tenor lima tahun berhasil diterbitkan dengan tingkat kupon 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen. Menurut Rosan, tingkat bunga tersebut berada di bawah perkiraan awal yang disampaikan para penasihat keuangan.

Rosan menambahkan mayoritas investor yang membeli obligasi Danantara berasal dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Khusus untuk tenor 10 tahun, investor asal Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar dengan porsi mencapai 52 persen.

"Kepercayaan market, kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia itu sangat baik. Dan ini tercermin dari mereka bersedia untuk membeli global bond-nya Danantara," ujarnya.

Dana hasil penerbitan obligasi tersebut dijadwalkan mulai masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026, setelah penandatanganan transaksi dilakukan pada 11 Juni lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG 'Berkah' bagi Investor

CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG 'Berkah' bagi Investor

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:08 WIB

IHSG-Rupiah Perkasa, Bos Danantara: Investor Mulai Percaya Terhadap Indonesia

IHSG-Rupiah Perkasa, Bos Danantara: Investor Mulai Percaya Terhadap Indonesia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 18:23 WIB

Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia

Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:23 WIB

Terkini

CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG 'Berkah' bagi Investor

CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG 'Berkah' bagi Investor

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:08 WIB

Bos Bea Cukai Usul Anggaran 2027 Sebanyak Rp 2,81 Triliun ke DPR RI

Bos Bea Cukai Usul Anggaran 2027 Sebanyak Rp 2,81 Triliun ke DPR RI

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 18:25 WIB

IHSG-Rupiah Perkasa, Bos Danantara: Investor Mulai Percaya Terhadap Indonesia

IHSG-Rupiah Perkasa, Bos Danantara: Investor Mulai Percaya Terhadap Indonesia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 18:23 WIB

DJP Ajukan Anggaran Rp 5,4 Triliun untuk Tarik Pajak di 2027

DJP Ajukan Anggaran Rp 5,4 Triliun untuk Tarik Pajak di 2027

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 18:12 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?

Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 18:11 WIB

Saham BUMI Meroket Usai Diborong Investor, Target Harganya Masih Tinggi!

Saham BUMI Meroket Usai Diborong Investor, Target Harganya Masih Tinggi!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 17:31 WIB

Eddy Tansil Gelapkan Dana Rp10,1 Triliun, Ini Daftar Aset yang Berhasil Disita Negara

Eddy Tansil Gelapkan Dana Rp10,1 Triliun, Ini Daftar Aset yang Berhasil Disita Negara

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 17:19 WIB

Masih Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Naik Paling Tinggi di Asia ke Level Rp17.708

Masih Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Naik Paling Tinggi di Asia ke Level Rp17.708

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 16:27 WIB

Momen Purbaya Mau Tebus Harley Davidson Sitaan Kejagung, Cita-cita Punya Moge Tapi Dilarang Istri

Momen Purbaya Mau Tebus Harley Davidson Sitaan Kejagung, Cita-cita Punya Moge Tapi Dilarang Istri

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:56 WIB

Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil

Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:32 WIB