Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

Investor Kembali Borong Kripto, Harga Bitcon Tembus USD 65.900

Achmad Fauzi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:15 WIB
Investor Kembali Borong Kripto, Harga Bitcon Tembus USD 65.900
Bitcoin. Dok: BTC
  • Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong pemulihan harga Bitcoin serta aset kripto lainnya secara global.
  • Data 15 Juni 2026 menunjukkan Bitcoin menguat 2 persen ke kisaran 63.900 dolar AS hingga 65.900 dolar AS per koin.
  • Investor perlu memperhatikan arus dana ETF Bitcoin, kebijakan moneter, dan regulasi global guna memantau keberlanjutan tren pasar kripto.

Suara.com - Pasar kripto kembali bergairah setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai mereda. Kesepakatan awal kedua negara untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz mendorong investor kembali memburu aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (15/6/2026), Bitcoin diperdagangkan di kisaran 63.900 dolar AS hingga 65.900 dolar AS atau menguat sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan tersebut membuat harga Bitcoin berada hampir 8 persen di atas posisi terendah pekan lalu yang sempat turun di bawah 60.900 dolar AS.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengatakan meredanya ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang mendorong pulihnya sentimen pasar global dan meningkatkan minat investor terhadap aset dengan volatilitas tinggi.

Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)
Ilustrasi Bitcoin. (Freepik)

"Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar," ujar Aloysia di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya juga mencatatkan penguatan signifikan. Ethereum naik sekitar 5,1 persen ke level 1.758 dolar AS, Solana menguat 6,6 persen menjadi 72,6 dolar AS, sementara XRP melonjak 7,1 persen ke posisi 1,2 dolar AS.

Salah satu aset yang mencuri perhatian adalah Hyperliquid (HYPE) yang mencatat kenaikan sekitar 11,6 persen menjadi 67,8 dolar AS, menjadikannya salah satu aset kripto berkapitalisasi besar dengan performa terbaik dalam sehari terakhir.

Penguatan pasar kripto terjadi bersamaan dengan membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4 persen menuju kisaran 83 dolar AS per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi dunia.

Di saat yang sama, pasar saham Asia bergerak menguat, kontrak berjangka indeks saham AS berada di zona hijau, sementara tekanan terhadap dolar AS mulai mereda.

Meski demikian, INDODAX menilai investor tetap perlu mencermati sejumlah faktor lain yang akan menentukan keberlanjutan tren positif di pasar kripto.

"Meredanya ketegangan geopolitik tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar. Namun, investor masih perlu mencermati berbagai faktor lain, termasuk arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, minat investor, serta kondisi likuiditas global. Karena itu, kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu," jelas Aloysia.

Salah satu indikator yang kini menjadi perhatian pelaku pasar adalah arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut masih mencatat outflow sebesar US$1,72 miliar, yang menunjukkan sebagian investor institusional masih mengambil sikap hati-hati terhadap aset berisiko.

Selain perkembangan geopolitik, pasar juga terus memantau arah kebijakan moneter global, perkembangan regulasi aset digital, serta kondisi likuiditas dunia yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:01 WIB

Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa

Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:37 WIB

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47 WIB

Terkini

Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian

Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:11 WIB

Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen

Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:04 WIB

IHSG Bangkit dari Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Makin Kuat Jelang Putusan MSCI

IHSG Bangkit dari Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Makin Kuat Jelang Putusan MSCI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:58 WIB

MBMA Rombak Direksi, Eks GoTo hingga Veteran Tambang Masuk Jajaran Pimpinan

MBMA Rombak Direksi, Eks GoTo hingga Veteran Tambang Masuk Jajaran Pimpinan

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:52 WIB

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:45 WIB

IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka

IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:39 WIB

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:22 WIB

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB