Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:37 WIB
Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa
Sejumlah finalis Putri Indonesia 2026 melihat grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
baca 10 detik
  • JAM Coin resmi meluncur usai masuk Daftar Aset Keuangan Digital.
  • Bidik 21 juta investor kripto lewat utility token berbasis ekosistem.
  • Kembangkan koperasi desa untuk dukung peternakan dan ketahanan pangan.

Suara.com - Aset kripto berbasis utilitas, JAM Coin, resmi diluncurkan kepada publik setelah sehari sebelumnya dinyatakan lolos masuk dalam Daftar Aset Keuangan Digital (DAKD) Bursa. Peluncuran token tersebut dilakukan melalui acara bertajuk Just A Move Begins di Hotel Aston Serang, Banten, Rabu (10/6/2026).

Kehadiran JAM Coin menandai upaya pengembangan ekosistem aset digital yang tidak hanya berfokus pada perdagangan kripto, tetapi juga menghubungkan teknologi blockchain dengan aktivitas ekonomi riil masyarakat.

CEO JAM Andre Arthur mengatakan, JAM Coin dirancang sebagai utility token yang memiliki fungsi transaksi di berbagai layanan dan fitur premium dalam ekosistem JAM. Dengan demikian, token ini tidak hanya menawarkan potensi nilai investasi, tetapi juga manfaat langsung bagi penggunanya.

"Di dalam ekosistem JAM terdapat berbagai fitur dan layanan premium yang menggunakan JAM Coin sebagai alat transaksi. Karena itu, token ini tidak hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga utilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya," ujar Andre usai peluncuran.

Menurutnya, pengembangan ekosistem tersebut ditopang oleh sejumlah unit usaha yang telah terintegrasi sehingga dapat menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Prospek JAM Coin turut mendapat dukungan dari pelaku industri aset digital nasional. Head of Business Development Mobee Exchange Hery Hermawan menilai pertumbuhan investor kripto Indonesia membuka peluang besar bagi pengembangan token yang memiliki fungsi nyata dalam aktivitas ekonomi.

Ia menyebut jumlah investor aset digital di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang atau telah melampaui jumlah investor pasar saham.

"Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital yang memiliki manfaat nyata dalam sebuah ekosistem," kata Hery.

Menurut dia, tren investor saat ini mulai bergeser. Selain mengejar potensi keuntungan, masyarakat juga mempertimbangkan utilitas dan manfaat langsung yang ditawarkan sebuah aset digital.

baca juga

Senada, Vice President GudangKripto Alexander Pattiasina menilai JAM Coin memiliki daya tarik karena dibangun di atas model bisnis yang jelas serta didukung ekosistem usaha yang sudah berjalan.

"Investor tentu melihat potensi keuntungan, tetapi yang tidak kalah penting adalah adanya fundamental yang kuat dan arah pengembangan yang terukur," ujarnya.

Di luar pengembangan teknologi digital, JAM Coin juga menargetkan kontribusi pada sektor ekonomi produktif melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi.

Penggagas sekaligus Komisaris JAM Coin Johan Aripin Muba mengungkapkan pihaknya tengah membangun jaringan koperasi melalui program JAM Center Indonesia. Program tersebut dirancang untuk menghubungkan teknologi digital dengan penguatan ekonomi desa.

Menurut Johan, koperasi desa akan diarahkan untuk mendukung sektor peternakan dan ketahanan pangan nasional, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga penguatan rantai distribusi hasil peternakan.

"JAM Coin akan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang produktif, mulai dari penyediaan sarana peternakan hingga penguatan rantai distribusi hasil produksi," katanya.

Ia menegaskan, JAM Coin dibangun dengan visi jangka panjang sebagai jembatan antara ekonomi digital dan ekonomi riil. Ke depan, nilai aset digital dinilai tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan, tetapi juga manfaat ekonomi yang mampu diciptakan bagi masyarakat luas.

"Kami percaya masa depan aset digital tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang bisa dihadirkan bagi masyarakat," pungkas Johan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik

Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:13 WIB

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:30 WIB

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47 WIB

Terkini

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

×