- KB Valbury Sekuritas mengeluarkan rekomendasi trading buy untuk saham BBCA dengan target keuntungan di level harga Rp6.500.
- Investor global melakukan aksi beli bersih pada saham BBCA sebesar Rp844,2 miliar sepanjang periode 15 hingga 19 Juni 2026.
- BRI Danareksa Sekuritas menaikkan peringkat sektor perbankan menjadi overweight dengan target harga jangka panjang saham BBCA sebesar Rp10.900.
Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jadi salah satu saham disorot jelang sesi perdagangan IHSG hari Senin (22/6/2026). Sektor perbankan tanah air kembali memikat perhatian para pelaku pasar modal, menyusul rilis ulasan berkala dari lembaga sekuritas yang menyodorkan panduan taktis untuk mengoptimalkan keuntungan jangka pendek maupun portofolio jangka panjang.
Dalam pandangan pasar terkini, KB Valbury Sekuritas secara resmi mengeluarkan rekomendasi trading buy untuk saham perbankan swasta terbesar di Indonesia ini.
Bagi investor yang aktif melakukan transaksi harian, koridor masuk yang disarankan berada di kisaran harga Rp6.150 hingga Rp6.300 per lembar saham, dengan patokan target keuntungan di level Rp6.500.
Berdasarkan indikator teknikal grafik harga, level Rp6.500 kini dipetakan sebagai batas resistensi atas yang kuat, sementara titik penopang bawah (support) berada di angka Rp6.150.
“Waspada jika harga menembus Rp 6.150. Stop loss di level Rp 5.800,” bunyi catatan analisis dari KB Valbury Sekuritas yang dipublikasikan pada Minggu (21/6).
Menengok kinerja pada sesi penutupan hari Jumat (19/6), saham BBCA ditutup dengan performa impresif lewat kenaikan 3,7 percent ke level Rp6.300. Jika ditarik dalam rentang satu pekan terakhir, akumulasi nilainya telah melejit 6,3 percent, serta menanjak 2,8 percent dalam periode satu bulan.
Kendati menunjukkan grafik pemulihan yang solid belakangan ini, secara kalender tahun berjalan (year to date/ytd) saham perbankan ini masih tercatat terkoreksi dalam hingga 21,9 percent.
Di sisi lain, daya tarik emiten bersandi BBCA ini di mata pemodal internasional justru semakin kuat. Data pergerakan modal menunjukkan saham ini menjadi komoditas paling diburu oleh investor global sepanjang minggu kemarin.
Merujuk data pasar reguler di Bursa Efek Indonesia (BEI) via Stockbit Sekuritas, modal asing yang masuk lewat aksi beli bersih (net buy) pada saham BBCA tembus Rp844,2 miliar selama rentang waktu 15-19 Juni 2026.
Angka akumulasi modal asing tersebut menjadi yang tertinggi di bursa, mengungguli emiten pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatatkan nilai net buy asing sebesar Rp327,2 miliar.
Melihat kuatnya arus modal yang masuk, BRI Danareksa Sekuritas secara resmi mengerek status rekomendasi untuk industri perbankan nasional dari yang semula berada di level netral kini naik menjadi overweight (rekomendasi untuk memperbesar porsi kepemilikan aset).
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, memaparkan dalam risetnya bahwa keputusan menaikkan status ini didasari pada evaluasi bahwa kejatuhan harga saham bank beberapa waktu lalu dinilai sudah terlampau dalam dan tidak lagi mencerminkan kondisi fundamental korporasi yang sebenarnya.
“Meskipun risiko arus keluar dana asing dan perlambatan ekonomi domestik masih membayangi, kami menaikkan rekomendasi untuk sektor perbankan dari netral menjadi overweight,” urai tim analis tersebut.
Dalam peta pilihan sektor perbankan, saham BCA kokoh diposisikan sebagai opsi utama, yang kemudian dibuntuti oleh saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS).
“Di sektor perbankan, BCA (BBCA) tetap menjadi pilihan utama, yang diikuti oleh Bank BTPN Syariah (BTPS),” sebut Victor.
Kedua emiten perbankan tersebut dinilai memiliki keunggulan kompetitif yang memikat berupa rasio imbal hasil atas aset (Return on Assets/ROA) yang tangguh untuk mencetak laba bersih. Di samping itu, tingkat rasio utang atau tingkat leverage keduanya tergolong rendah, sehingga dinilai jauh lebih resisten dalam menangkal potensi gejolak apabila terjadi pembengkakan biaya kredit (cost of credit).
Berdasarkan keunggulan makro tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menyematkan rekomendasi beli jangka panjang untuk saham BBCA dengan target harga yang cukup tinggi yakni mencapai Rp10.900 per lembar saham.
Disclaimer: Analisis pasar modal, proyeksi pergerakan harga teknikal, serta target harga saham BBCA yang tercantum dalam artikel ini merupakan bentuk diseminasi informasi jurnalistik finansial. Tulisan ini tidak mengandung maksud komersial tertentu dan tidak ditujukan sebagai instruksi mutlak untuk melakukan transaksi pasar modal. Setiap keputusan investasi pada instrumen saham dan kripto memiliki risiko kerugian finansial yang menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing pemegang modal.