Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB
Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat
Ilustrasi sawah, ilustrasi padi [Kementan]
baca 10 detik
  • Syngenta luncurkan MIRAVIS Duo untuk tingkatkan produktivitas padi.
  • Jember dipilih karena jadi salah satu lumbung pangan nasional.
  • Teknologi ADEPIDYN™ diklaim mampu tingkatkan kualitas dan hasil panen.

Suara.com - Syngenta Indonesia resmi meluncurkan fungisida inovatif MIRAVIS Duo® untuk tanaman padi di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Peluncuran yang digelar pada 17 Juni 2026 itu menjadi yang ketiga di Pulau Jawa setelah sebelumnya diperkenalkan di Cilacap dan Karawang.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Syngenta menghadirkan solusi perlindungan tanaman yang efektif dan berkelanjutan guna membantu petani meningkatkan produktivitas padi di tengah tantangan penyakit tanaman dan perubahan iklim.

Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026, Kabupaten Jember menghasilkan 446.097 ton beras dan menjadi sentra produksi terbesar di kawasan Tapal Kuda.

Produksi tersebut didukung berbagai program pemerintah seperti optimalisasi lahan, irigasi perpompaan, subsidi pupuk hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Berbagai program itu diharapkan semakin memperkuat produktivitas sektor pertanian di daerah tersebut.

Untuk mendukung peningkatan hasil panen, Syngenta menghadirkan MIRAVIS Duo® yang mengusung teknologi ADEPIDYN™. Fungisida ini diklaim mampu diserap merata ke seluruh jaringan tanaman dalam waktu enam jam dan memberikan perlindungan hingga 14 hari.

Selain melindungi tanaman dari serangan penyakit, produk tersebut juga membantu menjaga kesehatan daun bendera yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Kondisi daun yang lebih hijau dan bersih memungkinkan tanaman memanfaatkan sinar matahari serta air secara lebih efisien.

Dengan kondisi tanaman yang lebih sehat, hasil panen diharapkan meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Gabah yang dihasilkan disebut lebih sehat dan berkilau sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.

Salah satu petani padi di Jember, Irfan, mengaku merasakan peningkatan hasil produksi setelah menggunakan MIRAVIS Duo® pada lahan pertaniannya.

"Kalau tanaman sehat, tenang rasanya. Gabah lebih sehat dan berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, serta produksi meningkat dibanding musim sebelumnya," ujarnya.

baca juga

Peluncuran MIRAVIS Duo® di Jember dihadiri sekitar 500 petani dari berbagai kecamatan. Pemerintah Kabupaten Jember juga menyambut positif hadirnya inovasi tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Moh. Djamil, mengatakan inovasi teknologi pertanian dibutuhkan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami sangat mengapresiasi Syngenta yang telah menghadirkan inovasi bagi petani. Semoga memberikan dampak signifikan bagi pertanian Jember. Apalagi saat ini Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah mencapai Rp 7.500 per kilogram, tertinggi sepanjang sejarah," katanya.

National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, menegaskan perusahaan terus mendorong peningkatan produktivitas petani melalui strategi MAJU yang berfokus pada peningkatan keuntungan petani, percepatan inovasi, pertanian berkelanjutan, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Menurutnya, peningkatan produksi menjadi kunci untuk mendongkrak pendapatan petani, terutama ketika didukung harga gabah yang sedang berada pada level tinggi.

Selain memperkenalkan produk baru, Syngenta juga menyerahkan bantuan berupa tas dan alat tulis sekolah kepada 20 anak petani berprestasi dari Pesantren Yayasan Al Mubarok, Jember. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan generasi penerus sekaligus upaya memperkuat peran Jember sebagai salah satu pilar lumbung pangan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Terkini

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:08 WIB

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:06 WIB

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:05 WIB

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

4 Rangkaian Skincare Pink Salt yang Bisa Samarkan Pori-pori Besar

4 Rangkaian Skincare Pink Salt yang Bisa Samarkan Pori-pori Besar

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:00 WIB

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

News | Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB

John Herdman Bidik Trofi Perdana di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah

John Herdman Bidik Trofi Perdana di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB

Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!

Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 16:55 WIB

Hamza Choudhury Sesumbar Bangladesh Tak Takut Timnas Indonesia: Insyaallah Kami Bisa Menang

Hamza Choudhury Sesumbar Bangladesh Tak Takut Timnas Indonesia: Insyaallah Kami Bisa Menang

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:55 WIB

×