Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB
Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat
Ilustrasi sawah, ilustrasi padi [Kementan]
baca 10 detik
  • Syngenta luncurkan MIRAVIS Duo untuk tingkatkan produktivitas padi.
  • Jember dipilih karena jadi salah satu lumbung pangan nasional.
  • Teknologi ADEPIDYN™ diklaim mampu tingkatkan kualitas dan hasil panen.

Suara.com - Syngenta Indonesia resmi meluncurkan fungisida inovatif MIRAVIS Duo® untuk tanaman padi di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Peluncuran yang digelar pada 17 Juni 2026 itu menjadi yang ketiga di Pulau Jawa setelah sebelumnya diperkenalkan di Cilacap dan Karawang.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Syngenta menghadirkan solusi perlindungan tanaman yang efektif dan berkelanjutan guna membantu petani meningkatkan produktivitas padi di tengah tantangan penyakit tanaman dan perubahan iklim.

Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026, Kabupaten Jember menghasilkan 446.097 ton beras dan menjadi sentra produksi terbesar di kawasan Tapal Kuda.

Produksi tersebut didukung berbagai program pemerintah seperti optimalisasi lahan, irigasi perpompaan, subsidi pupuk hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Berbagai program itu diharapkan semakin memperkuat produktivitas sektor pertanian di daerah tersebut.

Untuk mendukung peningkatan hasil panen, Syngenta menghadirkan MIRAVIS Duo® yang mengusung teknologi ADEPIDYN™. Fungisida ini diklaim mampu diserap merata ke seluruh jaringan tanaman dalam waktu enam jam dan memberikan perlindungan hingga 14 hari.

Selain melindungi tanaman dari serangan penyakit, produk tersebut juga membantu menjaga kesehatan daun bendera yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Kondisi daun yang lebih hijau dan bersih memungkinkan tanaman memanfaatkan sinar matahari serta air secara lebih efisien.

Dengan kondisi tanaman yang lebih sehat, hasil panen diharapkan meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Gabah yang dihasilkan disebut lebih sehat dan berkilau sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.

Salah satu petani padi di Jember, Irfan, mengaku merasakan peningkatan hasil produksi setelah menggunakan MIRAVIS Duo® pada lahan pertaniannya.

"Kalau tanaman sehat, tenang rasanya. Gabah lebih sehat dan berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, serta produksi meningkat dibanding musim sebelumnya," ujarnya.

baca juga

Peluncuran MIRAVIS Duo® di Jember dihadiri sekitar 500 petani dari berbagai kecamatan. Pemerintah Kabupaten Jember juga menyambut positif hadirnya inovasi tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Moh. Djamil, mengatakan inovasi teknologi pertanian dibutuhkan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami sangat mengapresiasi Syngenta yang telah menghadirkan inovasi bagi petani. Semoga memberikan dampak signifikan bagi pertanian Jember. Apalagi saat ini Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah mencapai Rp 7.500 per kilogram, tertinggi sepanjang sejarah," katanya.

National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, menegaskan perusahaan terus mendorong peningkatan produktivitas petani melalui strategi MAJU yang berfokus pada peningkatan keuntungan petani, percepatan inovasi, pertanian berkelanjutan, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Menurutnya, peningkatan produksi menjadi kunci untuk mendongkrak pendapatan petani, terutama ketika didukung harga gabah yang sedang berada pada level tinggi.

Selain memperkenalkan produk baru, Syngenta juga menyerahkan bantuan berupa tas dan alat tulis sekolah kepada 20 anak petani berprestasi dari Pesantren Yayasan Al Mubarok, Jember. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan generasi penerus sekaligus upaya memperkuat peran Jember sebagai salah satu pilar lumbung pangan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Terkini

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB