Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB
Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat
Ilustrasi sawah, ilustrasi padi [Kementan]
baca 10 detik
  • Syngenta luncurkan MIRAVIS Duo untuk tingkatkan produktivitas padi.
  • Jember dipilih karena jadi salah satu lumbung pangan nasional.
  • Teknologi ADEPIDYN™ diklaim mampu tingkatkan kualitas dan hasil panen.

Suara.com - Syngenta Indonesia resmi meluncurkan fungisida inovatif MIRAVIS Duo® untuk tanaman padi di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Peluncuran yang digelar pada 17 Juni 2026 itu menjadi yang ketiga di Pulau Jawa setelah sebelumnya diperkenalkan di Cilacap dan Karawang.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Syngenta menghadirkan solusi perlindungan tanaman yang efektif dan berkelanjutan guna membantu petani meningkatkan produktivitas padi di tengah tantangan penyakit tanaman dan perubahan iklim.

Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026, Kabupaten Jember menghasilkan 446.097 ton beras dan menjadi sentra produksi terbesar di kawasan Tapal Kuda.

Produksi tersebut didukung berbagai program pemerintah seperti optimalisasi lahan, irigasi perpompaan, subsidi pupuk hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Berbagai program itu diharapkan semakin memperkuat produktivitas sektor pertanian di daerah tersebut.

Untuk mendukung peningkatan hasil panen, Syngenta menghadirkan MIRAVIS Duo® yang mengusung teknologi ADEPIDYN™. Fungisida ini diklaim mampu diserap merata ke seluruh jaringan tanaman dalam waktu enam jam dan memberikan perlindungan hingga 14 hari.

Selain melindungi tanaman dari serangan penyakit, produk tersebut juga membantu menjaga kesehatan daun bendera yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Kondisi daun yang lebih hijau dan bersih memungkinkan tanaman memanfaatkan sinar matahari serta air secara lebih efisien.

Dengan kondisi tanaman yang lebih sehat, hasil panen diharapkan meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Gabah yang dihasilkan disebut lebih sehat dan berkilau sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.

Salah satu petani padi di Jember, Irfan, mengaku merasakan peningkatan hasil produksi setelah menggunakan MIRAVIS Duo® pada lahan pertaniannya.

"Kalau tanaman sehat, tenang rasanya. Gabah lebih sehat dan berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, serta produksi meningkat dibanding musim sebelumnya," ujarnya.

baca juga

Peluncuran MIRAVIS Duo® di Jember dihadiri sekitar 500 petani dari berbagai kecamatan. Pemerintah Kabupaten Jember juga menyambut positif hadirnya inovasi tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Moh. Djamil, mengatakan inovasi teknologi pertanian dibutuhkan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami sangat mengapresiasi Syngenta yang telah menghadirkan inovasi bagi petani. Semoga memberikan dampak signifikan bagi pertanian Jember. Apalagi saat ini Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah mencapai Rp 7.500 per kilogram, tertinggi sepanjang sejarah," katanya.

National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, menegaskan perusahaan terus mendorong peningkatan produktivitas petani melalui strategi MAJU yang berfokus pada peningkatan keuntungan petani, percepatan inovasi, pertanian berkelanjutan, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Menurutnya, peningkatan produksi menjadi kunci untuk mendongkrak pendapatan petani, terutama ketika didukung harga gabah yang sedang berada pada level tinggi.

Selain memperkenalkan produk baru, Syngenta juga menyerahkan bantuan berupa tas dan alat tulis sekolah kepada 20 anak petani berprestasi dari Pesantren Yayasan Al Mubarok, Jember. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan generasi penerus sekaligus upaya memperkuat peran Jember sebagai salah satu pilar lumbung pangan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×