Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Achmad Fauzi

Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB
DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas
DSI mulai melakukan pertemuan dengan sekuritas secara diam-diam menjelaskan fungsi dan tugasnya dalam ekspor komoditas. [Antara].
baca 10 detik
  • PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan berperan sebagai fasilitator dan pengawas transaksi ekspor komoditas strategis mulai Januari 2027 mendatang.
  • DSI mengintegrasikan data melalui sistem SIMBARA untuk meningkatkan transparansi perdagangan serta mendeteksi potensi praktik perdagangan yang tidak wajar.
  • Lembaga ini menegaskan tidak akan menetapkan harga komoditas guna memastikan kelancaran hubungan bisnis antara produsen dan pembeli internasional.

Suara.com - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI secara diam-diam menggelar pertemuan dengan para perusahaan sekuritas. Hal ini terkuak dalam riset riset terbaru UOB Kay Hian.

Dalam pertemuan itu, DSI mengungkapkan secara gamblang perannya dalam menunggangi ekspor komoditas mulai dari CPO, batu bara dan paduan besi.

UOB Kay Hian mengungkapkan dalam risetnya, DSI disebut akan lebih fokus sebagai fasilitator dan pengawas transaksi ekspor guna meningkatkan transparansi perdagangan komoditas strategis Indonesia.

UOB menjelaskan, setelah masa transisi yang ditargetkan berlaku mulai 1 Januari 2027, DSI akan berfungsi sebagai lembaga yang mendukung kelancaran ekspor tanpa mengubah hubungan bisnis yang selama ini terjalin antara produsen dan pembeli di pasar internasional.

Alih-alih menambah hambatan dalam proses ekspor, DSI disebut akan berperan meningkatkan transparansi pasar dan mengurangi risiko praktik under invoicing yang berpotensi merugikan negara.

BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"DSI pada tahap awal akan berperan sebagai fasilitator dan lembaga pengawas transaksi ekspor, sehingga ekspor komoditas strategis tetap berjalan tanpa gangguan sekaligus menjaga hubungan bisnis yang sudah terjalin antara produsen dan mitra dagang," tulis UOB Kay Hian seperti dikutip, Selas (23/6/2026).

Riset tersebut mengemukakan, salah satu fokus utama DSI pada tahap awal adalah membangun ekosistem data berbasis Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga (SIMBARA).

Sistem tersebut akan digunakan untuk meningkatkan visibilitas transaksi ekspor dan mendeteksi potensi anomali seperti under invoicing, transfer pricing, hingga mispricing.

Meski demikian, DSI tidak akan bertindak sebagai penegak hukum. Temuan terkait transaksi yang dianggap tidak wajar nantinya akan diserahkan kepada regulator terkait untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.

baca juga

Penjelasan lain yang dinilai penting bagi pelaku pasar adalah sikap DSI terkait mekanisme harga. Dalam pertemuan tertutup tersebut, DSI menegaskan tidak akan menetapkan ataupun mengendalikan harga komoditas ekspor Indonesia.

"DSI secara tegas menyatakan tidak akan menetapkan maupun mengendalikan harga komoditas," tulis UOB Kay Hian.

Menurut UOB, tujuan utama yang ingin dicapai adalah menciptakan kerangka harga yang lebih transparan sehingga dapat meminimalkan praktik penjualan komoditas di bawah harga wajar dan memastikan nilai yang diterima produsen maupun negara menjadi lebih optimal.

Meski arah kebijakan mulai terlihat lebih jelas, UOB menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan pemerintah.

Salah satunya adalah belum adanya definisi yang jelas mengenai kategori transaksi yang dianggap sebagai anomali serta batas toleransi yang akan digunakan dalam sistem pengawasan tersebut.

Namun secara keseluruhan, UOB menilai klarifikasi yang diberikan DSI menjadi sinyal positif bagi sektor komoditas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:38 WIB

Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096

Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:15 WIB

Terkini

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:39 WIB

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:38 WIB

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:36 WIB

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:32 WIB