Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
ARSIP-Sejumlah warga menunggu pasokan listrik kembali menyala dengan penerangan lilin saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Pemadaman listrik melanda Pulau Jawa akibat defisit pasokan batu bara untuk kebutuhan PLTU sepanjang tahun 2026.
  • PT PLN baru mengontrak 134 juta ton batu bara dari proyeksi kebutuhan total sebanyak 154 juta ton.
  • Disparitas harga jual domestik dan internasional menyebabkan pengusaha tambang lebih memilih ekspor daripada menyuplai ke PLN.

Suara.com - Badai pemadaman listrik bergilir yang sebelumnya melanda berbagai wilayah luar pulau kini dilaporkan mulai merembet ke kawasan krusial di Pulau Jawa.

Menipisnya cadangan pasokan batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ditengarai menjadi pemicu utama di balik terganggunya stabilitas pasokan setrum nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memaparkan bahwa proyeksi kebutuhan batu bara untuk menopang operasional PLTU di sepanjang tahun 2026 mencapai 154 juta ton.

Antisipasi pengamanan pasokan pun sebenarnya telah dicanangkan pemerintah dengan menugaskan para produsen tambang menyuplai total 180 juta hingga 190 juta ton.

Akan tetapi, dalam implementasi komersialnya, PT PLN (Persero) baru berhasil mengikat kontrak resmi sebesar 134 juta ton. Defisit pasokan sekitar 20 juta ton dari total kebutuhan tahunan ini memicu kekhawatiran sistemik atas keberlanjutan daya listrik di pulau dengan populasi terpadat di Indonesia tersebut.

Regulasi Kuota DMO dan Akar Masalah Disparitas Harga

Di dalam sistem tata kelola komoditas tambang nasional, pemerintah menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban pemenuhan pasar domestik.

Kebijakan ini dipayungi oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), di mana hasilnya disalurkan untuk sektor strategis seperti pabrik pupuk hingga sektor kelistrikan umum.

Merujuk pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 267.K/MB.01/MEM.B/2022, seluruh pemegang izin operasi produksi (IUP, IUPK, maupun PKP2B) diwajibkan menyetor sekurang-kurangnya 25 persen dari total kuota produksi tahunan mereka yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk konsumsi dalam negeri.

baca juga

Regulasi tersebut juga mengunci batas atas harga (price cap) komoditas dalam negeri, yakni senilai USD 70 per metrik ton untuk pembangkit listrik umum, serta USD 90 per metrik ton bagi industri semen dan pupuk nasional.

Namun, di tengah ketatnya regulasi, mengapa PLN masih didera defisit stok?

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menggarisbawahi bahwa kepatuhan para pengusaha tambang sering kali goyah akibat tergiur dinamika harga internasional.

Saat ini, terjadi gap atau disparitas harga yang sangat lebar antara tarif DMO kelistrikan umum (USD 70) dengan Harga Batubara Acuan (HBA) periode Juni 2026 yang meroket di level USD 123,91 per ton.

"Pada saat harga batubara dunia tinggi, pengusaha batubara cenderung lebih mendahulukan ekspor ketimbang memasok batubara ke PLN. Dampaknya, PLN mengalami kekurangan pasokan batubara sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman listrik bergilir," urai Fahmy saat dikonfirmasi Redaksi Suara.com, Kamis (25/6/2026).

Senada dengan Fahmy, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, turut membenarkan fenomena pelarian pasokan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Lampu Emergency Portable Terbaik Bisa Dijadikan Power Bank, Solusi Praktis saat Mati Listrik

8 Lampu Emergency Portable Terbaik Bisa Dijadikan Power Bank, Solusi Praktis saat Mati Listrik

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:35 WIB

4 Kulkas Mini Murah dan Hemat Listrik, Daya Mulai 20 Watt

4 Kulkas Mini Murah dan Hemat Listrik, Daya Mulai 20 Watt

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:10 WIB

Pompa Air Otomatis yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Terlaris dan Hemat Listrik

Pompa Air Otomatis yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Terlaris dan Hemat Listrik

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:50 WIB

3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik

3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:05 WIB

Berapa Suhu AC Ideal agar Tidak Boros Listrik? Ini Trik biar Tagihan Tetap Hemat

Berapa Suhu AC Ideal agar Tidak Boros Listrik? Ini Trik biar Tagihan Tetap Hemat

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:10 WIB

Lampu Emergency Tahan Berapa Lama? Ini Pilihan Bagus yang Awet 20 Jam

Lampu Emergency Tahan Berapa Lama? Ini Pilihan Bagus yang Awet 20 Jam

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:15 WIB

Terkini

Cara Membuat Kue Bolu dengan Magic Com, Hasil Lembut Matang Merata Anti Gagal

Cara Membuat Kue Bolu dengan Magic Com, Hasil Lembut Matang Merata Anti Gagal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 07:54 WIB

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:49 WIB

Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat

Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 07:46 WIB

Langsung Telepon Atlet! Prabowo Ucapkan Selamat Usai Indonesia Sabet Emas Pertama Asian Games 2026

Langsung Telepon Atlet! Prabowo Ucapkan Selamat Usai Indonesia Sabet Emas Pertama Asian Games 2026

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:43 WIB

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 07:30 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:28 WIB

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 07:25 WIB

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:24 WIB

Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

Diplomat Indonesia Walk Out saat Benjamin Netanyahu Pidato di Majelis Umum PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:17 WIB

Seni Mematikan Notifikasi: Saat Ketenangan Menjadi Kemewahan Baru bagi Gen Z

Seni Mematikan Notifikasi: Saat Ketenangan Menjadi Kemewahan Baru bagi Gen Z

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 07:15 WIB

×