Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Achmad Fauzi

Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
Ilustrasi buruh pabrik alas kaki. [Dok. Istimewa]
baca 10 detik
  • Bank Mandiri Taspen dan PNM menyelenggarakan pelatihan vokasi operator jahit sepatu bagi 30 penyandang disabilitas di Brebes, Jawa Tengah.
  • Pelatihan selama sepekan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis agar siap bekerja di industri alas kaki nasional.
  • Program ini menjembatani kebutuhan tenaga kerja industri sekaligus memperluas akses lapangan pekerjaan formal bagi para penyandang disabilitas Indonesia.

Suara.com - Industri alas kaki nasional masih membutuhkan tenaga kerja terampil. Sehingga, hal ini bisa menjadi kesempatan bagi para pekerja, khusunya para penyandang disabilitas.

Dalam hal ini, PT Bank Mandiri Taspen menggelar program vokasi bagi penyandang disabilitas di Brebes, Jawa Tengah, guna menyiapkan operator jahit sepatu yang siap diserap dunia usaha.

Program yang digelar bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tegal itu diikuti 30 peserta dari komunitas difabel di Kabupaten Brebes dan sekitarnya. Selama sepekan, peserta mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi Ruang Amal Indonesia.

Pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri, sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Selain mendapatkan keterampilan teknis, peserta juga akan mengikuti proses penempatan kerja di perusahaan industri sepatu yang beroperasi di wilayah Brebes setelah pelatihan selesai.

Upaya memperluas akses pemberdayaan ekonomi inklusif terus digalakkan bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas. Foto ist.
Upaya memperluas akses pemberdayaan ekonomi inklusif terus digalakkan bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas. Foto ist.

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Cabang Pekalongan, Agus Suyana mengatakan, skema pelatihan operator jahit dipilih karena industri alas kaki, khususnya di Jawa Barat dan Banten, masih membutuhkan tenaga kerja yang dapat dilatih dalam waktu relatif singkat.

"Menjahit sepatu adalah skill teknis spesifik yang minim risiko dengan ruang gerak terbatas sehingga cocok untuk penyandang disabilitas baik fisik maupun motorik. Kami berharap, sekali terampil langsung dapat diserap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan industri," ujarnya seperti dikutip, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga menjadi jembatan antara kebutuhan tenaga kerja industri dengan penyandang disabilitas yang telah memiliki kompetensi.

Dari sisi pasokan tenaga kerja (supply), peserta dibekali keterampilan hingga tersertifikasi. Sementara dari sisi permintaan (demand), mereka dihubungkan dengan perusahaan garmen maupun industri alas kaki yang membutuhkan operator.

Program ini juga sejalan dengan fungsi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kementerian Ketenagakerjaan sebagai perantara penempatan kerja serta mendukung pengembangan ekosistem pendidikan yang inklusif.

baca juga

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas di Indonesia masih tergolong rendah. Sementara itu, data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan hanya 702 penyandang disabilitas yang berhasil mendapatkan penempatan kerja melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) sepanjang 2023.

Selain itu, hingga kini baru terdapat ULD di 28 provinsi atau sekitar 73,7 persen dari total 38 provinsi. Di tingkat kabupaten dan kota, jumlahnya baru mencapai 179 ULD atau 34,82 persen dari total 514 daerah. Kondisi tersebut membuat banyak penyandang disabilitas masih kesulitan memperoleh akses pelatihan maupun pekerjaan formal.

Melalui program ini, Bank Mandiri Taspen berupaya memperluas akses pelatihan vokasi bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja dan mandiri secara ekonomi.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja industri sekaligus mendorong terciptanya pemberdayaan yang lebih inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Cara Kelompok Difabel Diajari Mandiri Secara Ekonomi

Intip Cara Kelompok Difabel Diajari Mandiri Secara Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS

Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:00 WIB

UMKM Penyandang Disabilitas Masih Kesulitan Raih Akses Pelatihan Hingga Modal

UMKM Penyandang Disabilitas Masih Kesulitan Raih Akses Pelatihan Hingga Modal

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 13:54 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×