Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Achmad Fauzi

Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
Ilustrasi buruh pabrik alas kaki. [Dok. Istimewa]
baca 10 detik
  • Bank Mandiri Taspen dan PNM menyelenggarakan pelatihan vokasi operator jahit sepatu bagi 30 penyandang disabilitas di Brebes, Jawa Tengah.
  • Pelatihan selama sepekan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis agar siap bekerja di industri alas kaki nasional.
  • Program ini menjembatani kebutuhan tenaga kerja industri sekaligus memperluas akses lapangan pekerjaan formal bagi para penyandang disabilitas Indonesia.

Suara.com - Industri alas kaki nasional masih membutuhkan tenaga kerja terampil. Sehingga, hal ini bisa menjadi kesempatan bagi para pekerja, khusunya para penyandang disabilitas.

Dalam hal ini, PT Bank Mandiri Taspen menggelar program vokasi bagi penyandang disabilitas di Brebes, Jawa Tengah, guna menyiapkan operator jahit sepatu yang siap diserap dunia usaha.

Program yang digelar bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tegal itu diikuti 30 peserta dari komunitas difabel di Kabupaten Brebes dan sekitarnya. Selama sepekan, peserta mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi Ruang Amal Indonesia.

Pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri, sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Selain mendapatkan keterampilan teknis, peserta juga akan mengikuti proses penempatan kerja di perusahaan industri sepatu yang beroperasi di wilayah Brebes setelah pelatihan selesai.

Upaya memperluas akses pemberdayaan ekonomi inklusif terus digalakkan bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas. Foto ist.
Upaya memperluas akses pemberdayaan ekonomi inklusif terus digalakkan bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas. Foto ist.

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Cabang Pekalongan, Agus Suyana mengatakan, skema pelatihan operator jahit dipilih karena industri alas kaki, khususnya di Jawa Barat dan Banten, masih membutuhkan tenaga kerja yang dapat dilatih dalam waktu relatif singkat.

"Menjahit sepatu adalah skill teknis spesifik yang minim risiko dengan ruang gerak terbatas sehingga cocok untuk penyandang disabilitas baik fisik maupun motorik. Kami berharap, sekali terampil langsung dapat diserap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan industri," ujarnya seperti dikutip, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga menjadi jembatan antara kebutuhan tenaga kerja industri dengan penyandang disabilitas yang telah memiliki kompetensi.

Dari sisi pasokan tenaga kerja (supply), peserta dibekali keterampilan hingga tersertifikasi. Sementara dari sisi permintaan (demand), mereka dihubungkan dengan perusahaan garmen maupun industri alas kaki yang membutuhkan operator.

Program ini juga sejalan dengan fungsi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kementerian Ketenagakerjaan sebagai perantara penempatan kerja serta mendukung pengembangan ekosistem pendidikan yang inklusif.

baca juga

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas di Indonesia masih tergolong rendah. Sementara itu, data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan hanya 702 penyandang disabilitas yang berhasil mendapatkan penempatan kerja melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) sepanjang 2023.

Selain itu, hingga kini baru terdapat ULD di 28 provinsi atau sekitar 73,7 persen dari total 38 provinsi. Di tingkat kabupaten dan kota, jumlahnya baru mencapai 179 ULD atau 34,82 persen dari total 514 daerah. Kondisi tersebut membuat banyak penyandang disabilitas masih kesulitan memperoleh akses pelatihan maupun pekerjaan formal.

Melalui program ini, Bank Mandiri Taspen berupaya memperluas akses pelatihan vokasi bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja dan mandiri secara ekonomi.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja industri sekaligus mendorong terciptanya pemberdayaan yang lebih inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Cara Kelompok Difabel Diajari Mandiri Secara Ekonomi

Intip Cara Kelompok Difabel Diajari Mandiri Secara Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS

Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:00 WIB

UMKM Penyandang Disabilitas Masih Kesulitan Raih Akses Pelatihan Hingga Modal

UMKM Penyandang Disabilitas Masih Kesulitan Raih Akses Pelatihan Hingga Modal

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 13:54 WIB

Terkini

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:58 WIB

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:46 WIB

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:11 WIB

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:10 WIB

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB