Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
Produk tembakau alternatif (HTP) dan rokok sama-sama bahaya. (Photo by Gökhan Yetimova/Pexels)
baca 10 detik
  • Vape ditegaskan hanya untuk perokok dewasa berusia 21 tahun ke atas.
  • Edukasi dinilai penting cegah penyalahgunaan produk tembakau alternatif.
  • Konsumen sebut vape jadi opsi beralih dari rokok konvensional.

Suara.com - Penggunaan produk tembakau alternatif seperti vape atau rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah tren tersebut, edukasi dinilai menjadi faktor penting agar produk ini digunakan secara tepat sasaran, yakni hanya untuk perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional.

Berbagai kalangan mengingatkan bahwa produk tembakau alternatif bukan ditujukan bagi masyarakat yang sebelumnya tidak merokok maupun anak di bawah usia 21 tahun. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan sekaligus menjaga keberlanjutan industri yang bertanggung jawab.

Influencer sekaligus konsumen produk tembakau alternatif, Jessica Rima Rahmayanti atau yang dikenal sebagai @jee_vanka, mengatakan masih banyak persepsi yang keliru mengenai vape. Menurutnya, produk tersebut seharusnya diposisikan sebagai pilihan bagi perokok dewasa, bukan sebagai tren yang menyasar kalangan muda.

"Kalau produk tembakau alternatif dikaitkan khusus dengan anak muda, ini tidak tepat. Yang jelas, saya tidak ada toleransi untuk penggunaan produk tembakau alternatif oleh anak di bawah umur," ujar Jessica, Jumat (26/6/2026).

Jessica menjelaskan dirinya secara rutin mengampanyekan penggunaan produk tembakau alternatif secara bertanggung jawab melalui program edukasi bertajuk Vape with Attitude. Edukasi tersebut dilakukan melalui media sosial, talkshow, hingga berbagai kegiatan komunitas.

Menurutnya, materi edukasi tidak hanya membahas cara penggunaan, tetapi juga etika, pemahaman produk, hingga siapa saja yang memang menjadi sasaran penggunaan produk tersebut.

"Karena vape merupakan produk inovasi yang relatif baru, maka edukasi menjadi sangat penting," katanya.

Ia mengaku kerap mendapat pertanyaan dari masyarakat yang ingin mencoba produk tembakau alternatif. Namun, jika orang tersebut bukan perokok, Jessica justru menyarankan agar tidak mulai menggunakan produk tersebut.

"Saya jelaskan secara sederhana bahwa produk ini memang bukan untuk orang yang sebelumnya tidak merokok," tuturnya.

baca juga

Selain itu, Jessica juga menerapkan pembatasan audiens dalam setiap kegiatan edukasi yang dilakukan. Seluruh konten dan aktivitas hanya menyasar kelompok usia 21 tahun ke atas serta menghindari pesan-pesan yang berpotensi menarik perhatian remaja.

"Kami berusaha memastikan edukasi mengenai produk tembakau alternatif tetap tepat dan bijak, misalnya dengan mengatur target audiens 21 tahun ke atas dan tidak membuat ajakan yang ditujukan kepada mereka yang bukan konsumen," jelasnya.

Dari sisi konsumen, keberadaan produk tembakau alternatif dinilai memberikan pilihan bagi perokok dewasa yang ingin meninggalkan kebiasaan merokok. Jessica mengibaratkannya seperti seseorang yang mengurangi konsumsi gula dengan memilih minuman berkadar gula lebih rendah.

"Yang terpenting adalah adanya opsi bagi perokok dewasa untuk menentukan pilihan yang lebih rendah risikonya dan paling sesuai bagi mereka," katanya.

Hal senada disampaikan Aji, pengguna produk tembakau alternatif sejak 2016. Setelah bertahun-tahun menjadi perokok berat, ia mengaku mulai beralih menggunakan vape dan sepenuhnya meninggalkan rokok konvensional pada 2018.

"Setelah menggunakan vape, saya merasakan dada lebih ringan. Vape lebih nyaman dalam aktivitas sehari-hari, tidak ada lagi bau asap rokok yang menempel di ruangan maupun pakaian," ujarnya.

Menurut Aji, produk tembakau alternatif semestinya dipahami sebagai salah satu opsi bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional, bukan sebagai produk yang dapat dicoba oleh semua kalangan. Karena itu, ia berharap edukasi kepada masyarakat terus diperkuat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai fungsi dan sasaran penggunaan produk tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja

Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:18 WIB

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:45 WIB

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:14 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×