5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi

M Nurhadi

Minggu, 28 Juni 2026 | 10:50 WIB
5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi
Pemerintah mengalokasikan 58,03 persen anggaran Dana Desa 2026 untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP. [Antara]
baca 10 detik
  • Lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran untuk program koperasi desa.
  • Pengamat dan pakar ekonomi mengkritik penggunaan metode militer dalam pelatihan manajerial koperasi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan sipil.
  • Koalisi masyarakat sipil mengecam kebijakan tersebut dan mendesak pemerintah menghentikan keterlibatan militer dalam pengelolaan sektor ekonomi sipil nasional.

Suara.com - Jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) kini  menjadi lima orang.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dari seluruh jajaran kementerian dan panitia atas wafatnya para pemuda tersebut.

Adapun kelima korban yang gugur dalam rangkaian pelatihan ini di antaranya Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, serta Nola Dya Sari.

Insiden fatal ini memicu gelombang penolakan keras dari berbagai analis keamanan , pakar ekonomi, hingga lembaga swadaya masyarakat.

Mereka menilai metode komando angkatan bersenjata sama sekali tidak cocok diterapkan kepada elemen sipil, khususnya bagi para calon pengelola lembaga keuangan mikro desa .

Ruang Sipil Tersedot Militerisasi: Kritik dari Pengamat dan Pakar Ekonomi

Pengamat militer terkemuka, Jaleswari Pramodhawardhani, mempertanyakan urgensi kebijakan yang memobilisasi sekitar 30.000 calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ke dalam barak militer.

Menurutnya, tata kelola usaha kerakyatan memerlukan kompetensi manajerial spesifik yang seharusnya dibina oleh instruktur non-militer .

"Pertanyaan besar saya adalah mengapa kawan-kawan TNI ini, militer ini memasuki wilayah-wilayah, ruang-ruang sipil? Kalau untuk koperasi kenapa enggak diserahkan kepada masyarakat sipil?" ujar Jaleswari pasca-peluncuran buku biografi tokoh militer di Jakarta.

baca juga

Jaleswari menambahkan bahwa mencetak sumber daya manusia yang cakap mengelola unit ekonomi tidak bisa disamakan dengan instruksi baris-berbaris fisik.

Alih-alih meningkatkan produktivitas, pemosisian prajurit di ranah domestik sipil justru dikhawatirkan dapat memicu gesekan sosial horizontal di tengah masyarakat .

Pandangan serupa disampaikan oleh Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar.

Media menilai dalih pembentukan karakter dan mental kepemimpinan tidak harus mengadopsi gaya militer. Calon manajer koperasi dinilai jauh lebih tepat jika digembleng melalui inkubator bisnis, lembaga pelatihan wirausaha, atau institusi akademis yang kompeten di bidang tata kelola organisasi .

Kecaman Koalisi Masyarakat Sipil: Bertolak Belakang dengan Prinsip Koperasi

Sikap penentangan masif juga datang dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan . Gabungan lembaga hak asasi manusia seperti Imparsial, KontraS, YLBHI, dan Amnesty International Indonesia mengutuk keras jatuhnya korban jiwa, yang disebut sebagai buah pahit dari pemaksaan doktrin pertahanan ke dalam sektor ekonomi sipil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:25 WIB

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

×