Harga Jual Kembali Mobil China Masih Kalah Jauh dari Merek Jepang

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Senin, 29 Juni 2026 | 11:05 WIB
Harga Jual Kembali Mobil China Masih Kalah Jauh dari Merek Jepang
Ilustrasi mobil bekas. [Dok Suara.com/AI]
baca 10 detik
  • Populasi mobil China di pasar bekas Indonesia meningkat, namun nilai jual kembalinya masih di bawah pabrikan Jepang.
  • Depresiasi harga mobil China lebih tinggi dengan selisih 20 hingga 30 persen dibandingkan model Jepang setara.
  • Usia merek yang masih baru dan minimnya unit kendaraan listrik bekas memengaruhi stabilitas harga di pasar nasional.

Suara.com - Pasar otomotif Indonesia mulai diramaikan oleh kehadiran mobi China di bursa mobil bekas seiring meningkatnya populasi unit di jalan raya. Namun, para pelaku usaha menilai nilai jual kembali atau resale value merek-merek Negeri Tirai Bambu tersebut masih belum mampu menandingi dominasi pabrikan Jepang.

Direktur OLXmobbi Agung Iskandar mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat terlihat pada segmen mobil bermesin pembakaran internal (ICE) yang telah memasuki usia pakai tiga hingga lima tahun. Penurunan harga mobil China tercatat jauh lebih signifikan dibandingkan mobil-mobil Jepang pada kelas yang sama.

"Faktanya memang mobil-mobil China yang sudah masuk itu depresiasinya lebih besar dibandingkan mobil-mobil Jepang," ujar Agung di Jakarta, Senin (29 Juni 2026).

Sebagai gambaran nyata, Agung membandingkan performa harga dua model di segmen MPV yaitu Wuling Cortez dan Toyota Kijang Innova. Menurut pantauan pasar, ketahanan harga Innova masih jauh mengungguli Cortez di mata konsumen mobil bekas.

"Kalau misalnya head-to-head-nya Cortez yang memposisikan dirinya sebagai Innova, ya Innova masih lebih baik dari segi depresiasi dibandingkan Cortez," katanya.

Angka selisih depresiasi antara keduanya cukup lebar yakni berkisar antara 20 hingga 30 persen. Jika unit Toyota Innova rata-rata mengalami penyusutan nilai sekitar 6 sampai 10 persen per tahun, maka Wuling Cortez bisa mengalami penurunan harga 8 hingga 15 persen lebih dalam di periode yang sama.

Ilustrasi rekomendasi mobil bekas dengan AC dingin. (Freepik)
Ilustrasi rekomendasi mobil bekas dengan AC dingin. (Freepik)

Faktor utama di balik tingginya depresiasi ini adalah usia merek China yang tergolong masih baru di pasar Indonesia. Sebuah model kendaraan biasanya baru akan membanjiri pasar bekas setelah berusia tiga sampai tujuh tahun. Saat ini bursa mobil bekas untuk merek China masih didominasi oleh lini produk Wuling seperti Cortez, Confero, dan Almaz.

Beralih ke segmen kendaraan listrik, Agung menyebutkan bahwa kontribusi mobil listrik bekas saat ini baru mencapai sekitar 2 persen dari total pasar nasional. Hal ini disebabkan sebagian besar unit baru dipasarkan secara masif dalam dua tahun terakhir.

"Mobil listrik China kan baru banyak masuk sekitar dua tahunan, jadi belum banyak yang jadi mobil bekas. Yang sudah mulai banyak itu yang batch pertama seperti Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5 karena usianya sudah sekitar tiga tahunan," tutupnya

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:15 WIB

Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen

Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar

Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:10 WIB

Terkini

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:54 WIB

×