Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB
Program Pemerintah B50 Diyakini Tak Terhambat Pasokan CPO
Menteri Pertanian Amran Sulaiman meyakini pasokan CPO cukup untuk program B50. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan produksi CPO Indonesia sebesar 52 juta ton mampu mendukung program B50.
  • Pasokan CPO nasional dinilai mencukupi karena kebutuhan program B50 hanya memerlukan sekitar 5,3 juta ton per tahun.
  • Peningkatan serapan CPO untuk biodiesel berdampak positif terhadap kenaikan harga sawit serta mendorong produktivitas kebun para petani.

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeklaim produksi crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah nasional cukup untuk mendukung implementasi program biodiesel 50 persen atau B50 yang mulai dijalankan pemerintah.

Amran mengatakan produksi CPO Indonesia saat ini mencapai sekitar 52 juta ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, sekitar 32 juta ton diekspor sehingga masih tersedia pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk program mandatori biodiesel B50.

"CPO kita 52 juta ton. Kita ekspor 32 juta ton. Artinya berlebih. Padahal untuk B50 hanya sekitar 5,3 juta ton," ujar Amran kepada wartawan, Senin (30/6/2026).

Ilustrasi Bahan Bakar B50. (Gemini AI)
Ilustrasi Bahan Bakar B50. (Gemini AI)

Menurut Amran, peningkatan serapan CPO untuk biodiesel justru dapat memberikan dampak positif terhadap harga sawit dan mendorong petani meningkatkan produktivitas kebun.

Ia mencontohkan, setelah implementasi program B40, produksi sawit nasional justru meningkat sekitar 6 juta ton.

"Bahkan naik produksi setelah B40, naik 6 juta ton. Ekspor kita juga naik," ujarnya.

Amran menjelaskan, kenaikan harga CPO membuat petani lebih terdorong merawat tanaman sawit sehingga produktivitas ikut meningkat.

"Kenapa pada saat B40 produktivitas naik? Karena harga dunianya naik. Kemudian dengan kita konversi CPO ke biodiesel, harga CPO dunia naik. Petani merawat dengan baik tanamannya. Pupuknya diperhatikan, hamanya diperhatikan, airnya diperhatikan, sehingga produksinya naik," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:36 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×