Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB
Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. [Suara.com/Rina Anggraeni].
baca 10 detik
  • OJK mengonfirmasi pasar modal Indonesia tetap berada dalam klasifikasi MSCI Emerging Market sesuai laporan terbaru minggu lalu.
  • Hasan Fawzi menegaskan tidak ada keputusan menggantung status Indonesia oleh MSCI hingga periode evaluasi pada November 2026.
  • OJK menuntut konsistensi implementasi reformasi pasar modal serta memperkuat komunikasi transparan kepada lembaga pemeringkat dan investor global.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan status pasar modal Indonesia dalam klasifikasi MSCI Emerging Market tetap aman.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menekankan tidak ada keputusan yang menyatakan Indonesia "digantung" hingga November 2026 sebagaimana berkembang di sebagian persepsi pelaku pasar.

Sebaliknya, MSCI hanya meminta konsistensi dalam implementasi berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan regulator dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal.

"Memang ada satu penurunan pada aspek transparansi yang saya kira akan dikaitkan dengan konsistensi kita dalam menerapkan seluruh rencana aksi yang telah disusun. Kemudian pada Market Classification Report yang dirilis minggu lalu, Indonesia tetap terkonfirmasi berada di kelompok Emerging Market," ujar Hasan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]

Hasan melanjutkan, yang diminta MSCI adalah konsistensi dan efektivitas pelaksanaan reformasi yang sedang dijalankan regulator bersama seluruh pelaku pasar.

Meski ia mengakui terdapat satu penurunan pada aspek transparansi, hal tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi penerapan rencana aksi yang telah disusun bersama untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia.

"Yang perlu dipahami, bukan berarti Indonesia digantung sampai November. Itu tidak benar. Yang ada adalah kita dituntut untuk konsisten dan efektif menerapkan seluruh langkah yang telah direncanakan. Kalau nanti dinilai tidak konsisten atau tidak efektif, barulah Indonesia dapat masuk ke consultation list atau semacam watch list," tegas Hasan.

OJK, bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan seluruh pelaku industri pasar modal, memastikan akan terus menjalankan berbagai langkah perbaikan secara konsisten.

Selain itu, komunikasi dengan MSCI, FTSE Russell, dan investor global juga akan terus diperkuat agar perkembangan implementasi reformasi dapat dipahami secara objektif.

baca juga

Hasan menambahkan, komunikasi tersebut tidak hanya dilakukan menjelang evaluasi pada November, melainkan berlangsung secara intensif sepanjang tahun.

Setiap perkembangan kebijakan juga disampaikan secara terbuka kepada lembaga pemeringkat internasional sebagai bentuk transparansi.

"Jadi bukan berarti sampai November kemudian dibiarkan begitu saja. Semua langkah terus kami kawal dan komunikasikan secara terbuka," katanya.

Ia pun mengimbau agar seluruh pihak melihat hasil evaluasi MSCI secara berimbang sehingga tidak memunculkan persepsi maupun sentimen negatif yang berlebihan terhadap pasar modal Indonesia.

Menurut Hasan, OJK berkomitmen menyampaikan perkembangan komunikasi dengan MSCI secara berkala sepanjang informasi tersebut dapat dipublikasikan.

"Jika memungkinkan, setiap kali ada pertemuan dengan MSCI akan kami sampaikan perkembangannya. Memang ada beberapa hal yang tidak bisa dipublikasikan, tetapi secara umum hasil komunikasi dan arah pembahasannya tetap positif demi menjaga kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:39 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang

Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:13 WIB

Terkini

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:39 WIB

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:37 WIB

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:29 WIB

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:03 WIB

Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Uang Pensiun Dipotong PPh 21, JHT Masih Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:01 WIB

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY

Nikmati Belanja Lebih Hemat di Blibli Lewat Deretan Promo Spesial BRIDAY

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:27 WIB

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Korelasi Pidato Prabowo dengan IHSG, Isu Gorengan atau Fakta?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:18 WIB

CEO Talks di Universitas Andalas, Pegadaian Ajak Mahasiswa "Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini

CEO Talks di Universitas Andalas, Pegadaian Ajak Mahasiswa "Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05 WIB

×