- SIG lahirkan 36 UMKM baru di Desa Glondonggede hingga 2025.
- Produk UMKM binaan SIG masuk toko modern dan pusat oleh-oleh.
- Omzet pelaku usaha naik hingga jutaan rupiah per bulan.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat perannya dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Hingga 2025, perusahaan pelat merah ini berhasil menumbuhkan 36 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Glondonggede, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Jumlah tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Pada 2022, SIG membina pembentukan 16 UMKM, kemudian bertambah 15 UMKM pada 2023. Selanjutnya, lima UMKM baru lahir sepanjang periode 2024-2025.
Program ini menjadi bagian dari strategi SIG dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Tak hanya memberikan bantuan, SIG menerapkan pola pemberdayaan menyeluruh mulai dari pelatihan keterampilan, penyediaan sarana produksi, hingga pendampingan pemasaran agar usaha warga mampu berkembang secara berkelanjutan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus perusahaan dalam memperkuat perekonomian lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"SIG percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program pemberdayaan UMKM menjadi salah satu upaya kami untuk memastikan masyarakat sekitar dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing," ujar Vita Mahreyni.
Program tersebut mulai menunjukkan dampak ekonomi yang nyata. Salah satu pelaku UMKM olahan ikan asap, Kusmiyatun, mengaku dukungan SIG membuat kualitas usahanya meningkat.
"Sekarang tempat usaha lebih nyaman dan penghasilan meningkat," katanya.
Pendampingan yang dilakukan SIG juga berhasil membuka akses pasar yang lebih luas. Produk makanan ringan hasil UMKM binaan kini telah dipasarkan di toko modern maupun pusat oleh-oleh di Tuban. Seiring meluasnya pemasaran, omzet pelaku usaha mencapai jutaan rupiah setiap bulan dan turut menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Keberhasilan program ini mempertegas komitmen SIG sebagai BUMN yang tidak hanya mengejar kinerja bisnis, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif. Melalui jaringan operasionalnya di berbagai daerah, SIG terus mengintegrasikan program sosial ke dalam strategi pertumbuhan perusahaan.
Ke depan, SIG menargetkan semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, daya saing, serta perluasan akses pasar. Desa Glondonggede pun diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal yang mampu menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.