Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 02 Juli 2026 | 14:44 WIB
Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?
Tingginya ICOR disebut menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya daya tarik investasi Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Foto Suaracom/AI
baca 10 detik
  • ICOR Indonesia tertinggi di ASEAN, efisiensi investasi jadi sorotan.
  • FDI stagnan, investor asing disebut mulai mengalihkan modal ke negara tetangga.
  • Perbaikan produktivitas dan kepastian kebijakan dinilai jadi kunci menarik investasi.

Suara.com - Intervensi pemerintah di pasar keuangan mungkin mampu menenangkan nilai tukar rupiah dalam hitungan hari. Namun bagi investor global, persoalan utamanya bukan sekadar kurs atau gejolak pasar. Yang lebih mereka perhatikan adalah seberapa efisien sebuah negara mengubah investasi menjadi pertumbuhan ekonomi.

Salah satu indikator yang kini banyak disorot adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia. Tingginya ICOR disebut menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya daya tarik investasi Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Lantas, apa sebenarnya ICOR dan mengapa angkanya begitu penting?

Apa Itu ICOR?

ICOR merupakan indikator yang mengukur berapa besar investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan tambahan pertumbuhan ekonomi. Semakin rendah angka ICOR, semakin efisien suatu negara memanfaatkan modal investasi.

Sebaliknya, semakin tinggi ICOR berarti semakin banyak dana yang harus ditanamkan hanya untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sama.

Berdasarkan data Asian Development Bank (ADB) yang dikutip Kamis (2/7/2026), rata-rata ICOR Indonesia sepanjang 2020-2024 berada di kisaran 6,2-7,1, jauh lebih tinggi dibandingkan Vietnam yang berada di kisaran 3,5-4,0.

Artinya, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sama, Indonesia membutuhkan modal hampir dua kali lebih besar dibandingkan Vietnam.

Mengapa Investor Memperhatikan ICOR?

baca juga

Bagi investor, efisiensi investasi menjadi pertimbangan utama.

Negara dengan ICOR tinggi menunjukkan bahwa produktivitas modal relatif rendah. Akibatnya, peluang memperoleh keuntungan juga dinilai lebih kecil dibandingkan negara yang mampu menghasilkan pertumbuhan dengan investasi lebih sedikit.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut membuat investor lebih selektif dalam menempatkan modalnya.

Daya Saing Investasi Indonesia Mulai Tertinggal

Data juga menunjukkan bahwa daya saing investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia mulai tertinggal dari sejumlah negara ASEAN.

Sepanjang 2024, rasio FDI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berada di kisaran 1,6%, sementara Vietnam mencapai 4,9%, Malaysia 3,3%, dan Thailand 2,4%.

Tren sejak 2018 juga memperlihatkan rasio investasi asing Indonesia cenderung stagnan, sedangkan negara pesaing terus menunjukkan peningkatan.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa investor global mulai melihat peluang yang lebih menarik di negara lain.

 Tingginya ICOR disebut menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya daya tarik investasi Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Foto Suaracom/AI
Tingginya ICOR disebut menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya daya tarik investasi Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Foto Suaracom/AI

Apa Dampaknya di Pasar Keuangan?

Tingginya ICOR juga membuat sejumlah indikator ekonomi mengalami tekanan cukup hebat, salah satunya terhadap pasar keuangan Indonesia sepanjang 2026.

  • Arus keluar dana asing dari pasar saham mencapai sekitar US$ 3,9 miliar.
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sekitar 30% secara year to date (YTD).
  • Kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) pemerintah turun ke level terendah dalam beberapa dekade.

Meski faktor global juga memengaruhi pergerakan tersebut, data itu menunjukkan investor sedang mengalihkan dana ke negara yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dengan risiko yang lebih rendah.

Lembaga Pemeringkat Mulai Memberikan Sinyal Kehati-hatian

Selain arus modal, sejumlah lembaga internasional juga disebut mulai memberikan sinyal lebih berhati-hati terhadap prospek ekonomi Indonesia.

  • Outlook Indonesia dari Moody's direvisi menjadi negatif pada Februari 2026.
  • Fitch juga merevisi outlook menjadi negatif pada Maret 2026.
  • MSCI menunda keputusan terkait status pasar modal Indonesia pada Juni 2026.

Bagi investor global, perubahan outlook semacam ini sering menjadi sinyal untuk mengevaluasi kembali strategi investasinya.

Bukan Hanya Soal Sumber Daya Alam

Indonesia dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun faktor itu saja tidak lagi cukup untuk menarik investasi dalam jangka panjang.

Investor kini juga mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti:

  • Konsistensi kebijakan pemerintah.
  • Efisiensi penggunaan modal.
  • Kepastian regulasi.
  • Tata kelola pemerintahan yang baik.
  • Produktivitas tenaga kerja.
  • Kemampuan inovasi.

Tanpa perbaikan pada faktor-faktor tersebut, potensi ekonomi yang besar dinilai sulit dikonversi menjadi investasi yang berkelanjutan.

Mengapa ICOR Tinggi Menjadi Masalah?

ICOR yang tinggi pada akhirnya mencerminkan rendahnya produktivitas investasi.

Konsekuensinya antara lain:

  • Kebutuhan modal menjadi semakin besar untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi;
  • Tingkat keuntungan investasi menjadi lebih rendah;
  • Premi risiko meningkat;
  • Minat investor untuk menanamkan modal ikut berkurang.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menghambat penciptaan lapangan kerja, ekspansi industri, hingga pertumbuhan ekonomi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Membedah Logika Perbedaan Panas Eropa vs Indonesia Lewat Kacamata Geografi

Membedah Logika Perbedaan Panas Eropa vs Indonesia Lewat Kacamata Geografi

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:14 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Efisiensi atau Diskriminasi? Membaca Ulang Preferensi Rekrutmen Perusahaan

Efisiensi atau Diskriminasi? Membaca Ulang Preferensi Rekrutmen Perusahaan

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Tol Palembang-Betung Segera Dibuka, Warga Sumsel Bisa Menempuh Perjalanan Lebih Cepat saat Nataru 20

Tol Palembang-Betung Segera Dibuka, Warga Sumsel Bisa Menempuh Perjalanan Lebih Cepat saat Nataru 20

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Pemkab Bogor Siapkan Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pemkab Bogor Siapkan Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Bogor | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:24 WIB

Bikin Seskab Teddy Kaget! Warga Sudah Antre di Istana Sejak Jam 2 Pagi: Dandannya di Mana?

Bikin Seskab Teddy Kaget! Warga Sudah Antre di Istana Sejak Jam 2 Pagi: Dandannya di Mana?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:24 WIB

Dana SAL Ditarik, Bank BUMN Masih Bisa Salurkan Kredit?

Dana SAL Ditarik, Bank BUMN Masih Bisa Salurkan Kredit?

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam

Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam

Batam | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:20 WIB

LIVE STREAMING: Kirab Bendera Sang Merah Putih dari Monas Menuju Istana Merdeka

LIVE STREAMING: Kirab Bendera Sang Merah Putih dari Monas Menuju Istana Merdeka

Video | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:15 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:15 WIB

5 Penyebab Hair Dryer Bau Gosong, Tak Selalu Tanda Sudah Rusak

5 Penyebab Hair Dryer Bau Gosong, Tak Selalu Tanda Sudah Rusak

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Jadi Incaran Anak Muda, Kehadiran Honda Vario Evo 160 Gairahkan Penjualan Vario Series

Jadi Incaran Anak Muda, Kehadiran Honda Vario Evo 160 Gairahkan Penjualan Vario Series

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:10 WIB

50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian

50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:07 WIB

×