Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB
Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah
Pelemahan rupiah pada Kamis (2/7/3036) terjadi setelah Fitch Ratings memperingatkan terkait penyusutan cadangan devisa serta defisit neraca perdagangan domestik Indonesia. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.996 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026.
  • Pelemahan terjadi setelah Fitch Ratings memperingatkan terkait penyusutan cadangan devisa serta defisit neraca perdagangan domestik Indonesia.
  • Sentimen negatif investor terhadap kebijakan pemerintah memicu arus keluar modal sehingga rupiah melemah dibanding mata uang Asia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus kehilangan daya setelah lembaga pemeringkat Fitch Rating memperingatkan soal semakin susutnya cadangan devisa dan terus kaburnya investor dari Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah pada Kamis 2 Juli 2026 ditutup ke level Rp 17.996 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini artinya nilai tukar melemah 43 poin atau 0,24 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.520 per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan ini disebabkan sentimen domestik. Pasalnya lembaga Fitch Rating memperingatkan tentang cadangan devisa Indonesia pada 2026 hanya akan cukup untuk membiayai impor selama 4,9 bulan - lebih rendah dari negara-negara yang setara dengan Indonesia.

"Penurunan cadangan devisa dalam jangka panjang dapat memberikan tekanan terhadap profil peringkat kredit Indonesia. Selain itu, defisit neraca perdagangan pertama sejak April 2020 pada Mei, di tengah penurunan ekspor yang tidak terduga turut memberikan tekanan terhadap rupiah," kata Lukman kepada Suara.com.

Tidak hanya itu Fitch Rating juga menekankan bahwa kredibilitas kebijakan pemerintah juga membuat para investor semakin takut untuk menaruh duit mereka di Tanah Air.

"Rupiah melemah terhadap dolar AS seiring sentimen domestik yang memburuk setelah Fitch Ratings memperingatkan bahwa arus keluar modal yang berkelanjutan," jelas dia.

Pelemahan rupiah berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Yen jepang mengalami penguatan terbesar di Asia dengan naik 0,48 persen.

Diikuti ringgit Malaysia melesat 0,48 persen, baht Thailand yang terkerek 0,25 persen dan dolar Singapur yang menanjak 0,19 persen.

Won Korea juga naik 0,14 persen, Peso Filipina melesat 0,12 persen dan yuan China terangkat 0,06 persen.

baca juga

Menemani rupiah ada dolar Taiwan yang melemah 0,13 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:03 WIB

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:53 WIB

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:32 WIB

Terkini

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:15 WIB

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:09 WIB

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 WIB

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:47 WIB

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:12 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:01 WIB

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:51 WIB

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:50 WIB

×