Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB
Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar
Ilustrasi rupiah dengan dolar (Freepik/8photo)
baca 10 detik
  • Nilai wajar mata uang jadi acuan membaca tren forex jangka panjang.
  • Selisih suku bunga antarnegara jadi indikator utama arah nilai tukar.
  • Trader diminta fokus pada fundamental, bukan sekadar sentimen pasar.

Suara.com - Pasar keuangan kerap bergerak mengikuti sentimen dan emosi investor dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, pergerakan nilai tukar mata uang pada akhirnya akan kembali mencerminkan kondisi fundamental ekonomi suatu negara.

Analis pasar finansial broker Elev8, Kar Yong Ang, menjelaskan bahwa memahami nilai wajar (fair value) mata uang menjadi salah satu fondasi penting dalam analisis fundamental. Meski tidak selalu efektif untuk memprediksi pergerakan harian, konsep ini membantu investor memahami faktor-faktor yang membentuk tren jangka panjang di pasar valuta asing (forex).

"Analisis fundamental berfokus pada faktor struktural yang menentukan nilai tukar mata uang. Tujuannya adalah memperkirakan nilai wajarnya," ujar Kar Yong Ang dalam keterangannya.

Salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk mengukur nilai wajar mata uang adalah Purchasing Power Parity (PPP). Teori ini menyatakan bahwa harga barang yang sama di berbagai negara semestinya setara setelah memperhitungkan nilai tukar dan inflasi.

Konsep tersebut populer melalui Big Mac Index yang diperkenalkan The Economist sejak 1986. Indeks ini membandingkan harga burger Big Mac di berbagai negara untuk melihat apakah suatu mata uang tergolong terlalu mahal (overvalued) atau terlalu murah (undervalued).

Meski demikian, Kar menilai pendekatan PPP memiliki banyak keterbatasan. Pasalnya, teori tersebut mengasumsikan perdagangan berlangsung tanpa hambatan, biaya transaksi nol, serta pajak yang dapat diabaikan. Kondisi tersebut sulit ditemui dalam praktik sehingga PPP lebih tepat digunakan sebagai acuan jangka panjang dibandingkan sebagai sinyal trading.

Selain PPP, investor juga dapat melihat Real Effective Exchange Rate (REER) yang diterbitkan Bank for International Settlements (BIS). Indikator ini mengukur daya saing suatu mata uang terhadap mata uang negara mitra dagang dengan memperhitungkan perbedaan tingkat inflasi.

Kenaikan REER umumnya menunjukkan penguatan mata uang secara riil dan dapat menjadi sinyal adanya penyesuaian nilai tukar di masa depan. Namun indikator tersebut lebih banyak digunakan bank sentral dan investor institusi untuk menilai stabilitas makroekonomi dibandingkan sebagai acuan transaksi harian.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) juga secara rutin menerbitkan penilaian terhadap valuasi mata uang berbagai negara. Tidak jarang IMF menyebut suatu mata uang berada di atas atau di bawah nilai wajarnya. Namun menurut Kar, penilaian tersebut lebih relevan untuk horizon investasi jangka panjang karena suatu mata uang dapat bertahan dalam kondisi overvalued maupun undervalued selama bertahun-tahun.

baca juga

Menurutnya, yang lebih penting bagi trader adalah memahami alasan di balik kondisi tersebut sehingga dapat mengantisipasi kapan valuasi akan kembali mendekati nilai wajarnya.

Kar menjelaskan terdapat empat faktor global yang memengaruhi nilai tukar, yakni pertumbuhan ekonomi dunia, harga komoditas, sentimen risiko, serta kondisi geopolitik. Di sisi domestik, pergerakan mata uang dipengaruhi oleh kebijakan moneter, arus modal, dan neraca perdagangan.

Dari berbagai faktor tersebut, kebijakan moneter dinilai menjadi variabel yang paling penting karena berkaitan langsung dengan pergerakan suku bunga.

Dalam praktiknya, trader disarankan membandingkan tingkat suku bunga atau imbal hasil obligasi antarnegara. Sebagai contoh, untuk menganalisis pasangan mata uang AUD/USD, investor perlu mencermati selisih (spread) imbal hasil obligasi pemerintah Australia dan Amerika Serikat bertenor dua tahun maupun 10 tahun.

Apabila suku bunga Australia turun sementara suku bunga Amerika Serikat meningkat, maka peluang pelemahan dolar Australia terhadap dolar AS cenderung lebih besar. Sebaliknya, spread imbal hasil yang melebar biasanya menjadi penopang penguatan AUD/USD.

"Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menarik arus masuk modal, sedangkan suku bunga yang lebih rendah mendorong arus keluar modal," jelasnya.

Kar menambahkan, analisis spread imbal hasil juga dapat membantu trader mendeteksi divergensi pasar. Sebagai contoh, ketika AUD/USD mencetak level tertinggi baru tetapi spread imbal hasil gagal mengikuti kenaikan tersebut, kondisi itu dapat menjadi sinyal bahwa penguatan pasangan mata uang tersebut mulai kehilangan tenaga dan berpotensi berbalik melemah.

Ia menegaskan, meski konsep nilai wajar tidak selalu menentukan arah harga dalam jangka pendek, pemahaman terhadap faktor fundamental tetap menjadi bekal penting bagi investor untuk membaca tren pasar valuta asing secara lebih komprehensif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trading Itu Keterampilan, Bukan Tebak-Tebakan: Pesan Inspiratif Cenli Yani untuk Trader Pemula

Trading Itu Keterampilan, Bukan Tebak-Tebakan: Pesan Inspiratif Cenli Yani untuk Trader Pemula

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:39 WIB

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:03 WIB

Pasar Baru Bakal Dijadikan Myeongdong Versi Jakarta

Pasar Baru Bakal Dijadikan Myeongdong Versi Jakarta

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:20 WIB

Terkini

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian

Batam | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

×