- Nilai tukar rupiah melemah 37 poin ke level Rp17.888 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026.
- Pelemahan rupiah terjadi akibat penguatan dolar AS serta sikap hati-hati investor terhadap data ekonomi dan kondisi geopolitik.
- Kondisi lesu ini turut dialami mata uang Asia lainnya, dengan won Korea Selatan mencatat penurunan terdalam di kawasan tersebut.
Suara.com - Perdagangan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah. Hal ini membuat mata uang Garuda kembali masuk zona merah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Selasa 30 Juni 2026 dibuka ke level Rp17.888 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 37 poin atau 0,21 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.851 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini disebabkan dolar AS yang mulai rebound.
"Rupiah diperkirakan akan range bound terhadap dolar AS dengan potensi melemah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan, investor cenderung wait and see serentetan data2 ekonomi penting baik dari domestik maupun AS pekan ini.
"Perkembangan geopolitk yang berubah-ubah di Timur Tengah juga membuat investor berhati-hati.Range 17800-17900," jelasnya.
![Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/01/80320-ilustrasi-mata-uang-asing.jpg)
Selain rupiah yang melemah, beberapa mata uang Asia lainnya juga lesu. Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,49 persen. Disusul, peso Filipina yang tertekan 0,18 persen.
Selanjutnya ada yen Jepang terkoreksi 0,14 persen dan dolar Taiwan turun 0,13 persen. Lalu, dolar Singapura tergelincir 0,05 persen. Berikutnya, dolar Hong Kong turun 0,04 persen dan baht Thailand melemah tipis 0,009 persen terhadap the greenback.