- IHSG diproyeksikan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026, dengan rentang level 6.065 hingga 6.270.
- Pergerakan pasar dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta rencana kebijakan suku bunga Bank Indonesia.
- Sentimen domestik lainnya meliputi rilis laporan keuangan semester pertama 2026, pergerakan nilai tukar rupiah, dan fluktuasi harga komoditas energi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat dalam rentang yang terbatas pada perdagangan awal pekan, Senin (20/7/2026).
Pergerakan indeks saham domestik ini akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen geopolitik internasional dan rilis data makroekonomi dalam negeri.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada pada rentang batas bawah (support) 6.065 dan batas atas (resistance) 6.270.
Ia melihat indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) saat ini masih berada dalam zona positif, yang berarti ada peluang bagi indeks untuk naik meskipun ruang geraknya cenderung sempit.
"IHSG awal pekan depan kami perkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 6.065 dan resistance 6.270 dengan indikator MACD menunjukkan tren positif dan penguatan tren," ujar Oktavianus saat dihubungi Suara.com.
Menurut penjelasan Audi, terdapat sejumlah faktor eksternal dan internal yang memicu sikap hati-hati para pelaku pasar. Dari luar negeri, pelaku pasar global tengah mengamati dengan cermat peningkatan ketegangan politik dunia setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke beberapa fasilitas pertahanan Iran. Kondisi ini dinilai memicu kenaikan tingkat risiko di pasar finansial.
"Kami berpandangan pasar akan dipengaruhi oleh kenaikan tensi geopolitik pasca serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat ke beberapa fasilitas militer Iran dan infrastruktur vital. Pasar akan menilai premi risiko geopolitik meningkat sehingga cenderung masih menghindari aset berisiko," katanya.
Sementara dari koridor domestik, fokus para investor tersita oleh agenda pengumuman kebijakan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).
Audi memproyeksikan bahwa BI masih berpeluang mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 6 persen. Kebijakan moneter yang ketat ini diprediksi akan menjadi penahan laju penguatan pasar saham.
"Di sisi lain, nilai tukar rupiah mulai bergerak di bawah level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi pasar," tambahnya.
Berdasarkan tinjauan teknikal tersebut, Kiwoom Sekuritas mengeluarkan rekomendasi beberapa saham potensial yang layak dipantau oleh para pelaku pasar, di antaranya AADI dengan strategi buy on break pada level 8.850, KLBF dengan arahan speculative buy, serta TOWR melalui pilihan trading buy.
Proyeksi yang serupa juga dipaparkan oleh Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Ia menilai pergerakan IHSG pada perdagangan hari Senin ini masih menyimpan potensi untuk melanjutkan tren apresiasi meskipun dalam skala yang cenderung terbatas.
"Untuk Senin, posisi pergerakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan level support di 6.137 dan resistance di 6.200," ujar Herditya.
Herditya menjabarkan tiga faktor utama yang akan mendikte arah pergerakan dana investor. Sentimen pertama datang dari dimulainya periode rilis laporan keuangan perusahaan tercatat untuk semester pertama tahun 2026.
Faktor kedua adalah potensi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam jangka pendek, dan faktor ketiga dipicu oleh pergerakan harga komoditas global, khususnya di sektor energi.
"Sentimen yang kami perkirakan memengaruhi pasar antara lain musim rilis laporan keuangan semester pertama 2026 emiten, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih berpeluang menguat dalam jangka pendek, serta pergerakan harga komoditas dunia, khususnya komoditas energi," jelas Herditya.
Sebagai panduan alokasi dana hari ini, MNC Sekuritas menyarankan investor untuk mencermati pergerakan saham ADRO pada rentang harga 2.550–2.600, saham ESSA pada area 625–645, serta saham ITMG pada kisaran harga 24.500–24.950.
DISCLAIMER Artikel ini disajikan murni sebagai sarana penyebaran informasi berita jurnalistik dan sarana edukasi pasar modal berdasarkan analisis teknikal dari Kiwoom Sekuritas dan MNC Sekuritas. Seluruh data keuangan, angka target level indeks, dan pilihan saham bersifat dinamis serta rentan berubah sewaktu-waktu menyusul kondisi riil pasar. Perdagangan saham melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan. Pembaca diwajibkan untuk bersikap bijak dan melakukan analisis mandiri secara mendalam (Due Diligence) sebelum mengambil tindakan investasi.