Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Vania Rossa

Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB
Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi
CEO Roemah Koffie, Felix TJ, dalam acara IdeaFest 2026 di Jakarta. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • CEO Roemah Koffie, Felix TJ, menyampaikan gagasan rehumanisasi industri kopi dalam acara IdeaFest 2026 di Jakarta.
  • Petani muda bernama Robby di Garut sukses meningkatkan nilai kopi berkat penguasaan teknologi pengolahan modern.
  • Felix menekankan pentingnya regenerasi petani dan pemanfaatan teknologi untuk melestarikan budaya serta cerita kopi Nusantara.

Suara.com - Secangkir kopi mungkin hanya membutuhkan beberapa menit untuk dinikmati. Namun, sebelum sampai ke meja, ada perjalanan panjang yang melibatkan banyak tangan, pengetahuan, bahkan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ada petani yang menanam dan merawat tanaman kopi, pemetik yang memilih buah matang, pengolah yang menentukan prosesnya, roaster yang membentuk karakter rasa, hingga barista yang akhirnya menyajikannya. Di balik rasa yang sampai ke lidah, ada manusia dengan cerita dan keterampilan masing-masing.

Hal inilah yang menjadi perhatian Felix TJ, CEO Roemah Koffie. Menurutnya, pertumbuhan industri kopi Indonesia seharusnya tidak hanya dilihat dari semakin banyaknya produksi, produk, atau teknologi yang digunakan. Yang tak kalah penting adalah memastikan manusia dan pengetahuan yang berada di balik kopi tetap tumbuh bersama industri.

“Di balik satu cangkir kopi ada ekosistem manusia yang panjang dan saling terhubung. Ada petani yang menanam, pemetik yang memilih buah matang, prosesor yang mengolah, roaster yang menentukan karakter rasa, hingga barista yang menyajikannya. Budaya kopi bukan hanya tentang minumannya, tetapi juga tentang manusia yang bekerja dan hidup berdampingan dengan kopi,” ujar Felix.

Ketika Kopi Bukan Sekadar Soal Rasa

Bagi Felix, kekayaan kopi Indonesia juga tidak berhenti pada grade, nilai, maupun teknik penyeduhan. Ada budaya dan pengetahuan lokal yang ikut membentuk bagaimana kopi diperlakukan di setiap daerah.

“Specialty coffee bagi saya sangat luas. Bukan hanya mengenai grade, tetapi juga mengenai manusia dan budaya, bagaimana mereka memperlakukan kopi berdasarkan filosofi serta pengetahuan yang mereka miliki,” katanya.

Pemikiran tersebut ia sampaikan dalam sesi IdeaFest 2026 bertajuk “Rooted in Culture, Brewed by Hand: Rehumanizing Coffee” di Jakarta International Convention Center (JICC). Melalui gagasan “Rehumanize Coffee”, Felix mengajak pelaku industri melihat kembali manusia yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan kopi.

Salah satu pengalaman yang membekas baginya terjadi ketika bertemu keluarga petani di Garut. Robby, anggota termuda keluarga tersebut, tidak menyelesaikan pendidikan SMP. Namun, ia memanfaatkan telepon genggam untuk mempelajari berbagai metode pengolahan kopi, termasuk fermentasi anaerobik.

baca juga

Pengetahuan itu kemudian ia coba pada sebagian hasil panen keluarganya. Hasilnya memiliki karakter rasa dan nilai yang lebih tinggi dibandingkan kopi yang sebelumnya hanya dijual sebagai hasil panen mentah.

Bagi Felix, kisah Robby menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus berjarak dengan tradisi. Justru, teknologi bisa menjadi jalan bagi generasi muda untuk belajar dan menciptakan nilai tanpa harus meninggalkan pengetahuan yang diwariskan keluarganya.

Menjaga Kopi, Menjaga Cerita

Tantangan lain yang tak kalah penting adalah regenerasi petani. Felix melihat masih banyak pertanian kopi yang dijalankan generasi lebih tua, sementara penerusnya semakin terbatas.

“Kalau generasi berikutnya meninggalkan pertanian, kopi Indonesia akan kehilangan bukan hanya produksinya, tetapi juga pengetahuan dan budaya yang selama ini menjaganya. Karena itu, ekosistemnya harus dibuat tetap bernilai dan relevan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Karena itu, teknologi menurut Felix seharusnya ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat manusia, bukan menggantikannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Kulkas Menggunakan Bubuk Kopi dan Baking Soda?

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Kulkas Menggunakan Bubuk Kopi dan Baking Soda?

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 10:32 WIB

Ngeri-Ngeri Sedap: Potret Keluarga, Tradisi, dan Pentingnya Saling Memahami

Ngeri-Ngeri Sedap: Potret Keluarga, Tradisi, dan Pentingnya Saling Memahami

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 13:30 WIB

Kopi Kedua di Sudut Kedai

Kopi Kedua di Sudut Kedai

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Terkini

OJK: Gen Z dan Milenial Problematik Kelola Uang, Paling Banyak Akses Pinjol

OJK: Gen Z dan Milenial Problematik Kelola Uang, Paling Banyak Akses Pinjol

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni

Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni

Lampung | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Harga Emas Bisa Tembus Rp2,7 Juta Pekan Ini? Ini Analisis Lengkapnya

Harga Emas Bisa Tembus Rp2,7 Juta Pekan Ini? Ini Analisis Lengkapnya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Survei CELIOS: Skala 1-10, Kinerja Prabowo Dinilai 2,8 dan Gibran 2,2

Survei CELIOS: Skala 1-10, Kinerja Prabowo Dinilai 2,8 dan Gibran 2,2

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:10 WIB

UMKM Lokal Dapat Suntikan Rp100 Miliar, Pemerintah Ajak ASN Borong Produk Dalam Negeri

UMKM Lokal Dapat Suntikan Rp100 Miliar, Pemerintah Ajak ASN Borong Produk Dalam Negeri

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Prabowo dan El-Sisi Bertemu, Indonesia-Mesir Perkuat Kerja Sama

Prabowo dan El-Sisi Bertemu, Indonesia-Mesir Perkuat Kerja Sama

Foto | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Apa Bahaya Mencongkel Bunga Es di Kulkas Menggunakan Pisau atau Benda Tajam? Ini 5 Risikonya

Apa Bahaya Mencongkel Bunga Es di Kulkas Menggunakan Pisau atau Benda Tajam? Ini 5 Risikonya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan

Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:56 WIB

3 Penyebab Area Belakang Kulkas Jadi Tempat Bertelur Kecoa dan Cara Membasminya

3 Penyebab Area Belakang Kulkas Jadi Tempat Bertelur Kecoa dan Cara Membasminya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:49 WIB

×