Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Dana SAL Jadi Buffer Fiskal, Kebijakan Menkeu Purbaya Diklaim Sudah Benar

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 20 Juli 2026 | 12:48 WIB
Dana SAL Jadi Buffer Fiskal, Kebijakan Menkeu Purbaya Diklaim Sudah Benar
Pekerja menyusun uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (27/9).
baca 10 detik
  • Aturan baru Dana SAL memperkuat disiplin dan pengawasan fiskal.
  • SAL untuk stabilitas APBN tak perlu persetujuan DPR.
  • Program baru dengan Dana SAL wajib mendapat restu DPR.

Suara.com - Ketentuan baru mengenai penggunaan Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 dinilai mampu memperkuat tata kelola fiskal sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan negara.

Peneliti Senior Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI), Erwin Syahrial, mengatakan perubahan aturan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kebijakan fiskal dan prinsip akuntabilitas. Pemerintah tetap memiliki ruang untuk merespons tekanan ekonomi secara cepat, namun penggunaan Dana SAL di luar fungsi pengelolaan kas negara kini harus memperoleh persetujuan DPR.

"Pengaturan ini menunjukkan adanya pemisahan yang jelas antara fungsi Dana SAL sebagai instrumen stabilisasi fiskal dan penggunaannya sebagai sumber pembiayaan kebijakan," kata Erwin kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Dalam UU APBN 2026, penggunaan Dana SAL dibagi menjadi dua kategori. Pertama, untuk kebutuhan pengelolaan kas negara dan tambahan pembiayaan apabila defisit APBN diperkirakan melampaui target 2,68 persen. Untuk penggunaan tersebut, pemerintah tidak memerlukan persetujuan DPR dan cukup melaporkannya melalui Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2026.

Berdasarkan ketentuan tersebut, Erwin menilai penempatan Dana SAL sebesar Rp100 triliun di bank-bank Himbara pada 2026 tidak memerlukan persetujuan DPR karena masih berada dalam koridor pengelolaan kas negara.

Menurutnya, Dana SAL merupakan bantalan fiskal (fiscal buffer) yang berasal dari akumulasi sisa lebih pembiayaan anggaran pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, ketika terjadi tekanan terhadap penerimaan negara atau kebutuhan menjaga stabilitas APBN, penggunaan dana tersebut perlu dilakukan secara cepat tanpa harus melalui proses persetujuan tambahan dari DPR.

"Penggunaan SAL untuk menjaga stabilitas APBN ketika terjadi tekanan penerimaan negara dinilai tepat apabila dilakukan secara cepat tanpa melalui proses persetujuan tambahan dari DPR," ujarnya.

Namun, aturan berbeda berlaku apabila Dana SAL akan digunakan untuk membiayai program atau kegiatan baru yang tidak berkaitan dengan penutupan defisit maupun pengelolaan kas. Berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU APBN 2026, pemerintah wajib memperoleh persetujuan DPR sebelum dana tersebut digunakan.

Erwin menilai mekanisme tersebut penting untuk memastikan setiap kebijakan belanja baru tetap berlangsung secara transparan, terukur, dan memiliki legitimasi politik.

baca juga

Dalam APBN 2026 sendiri, pemerintah telah mengalokasikan pembiayaan yang bersumber dari Dana SAL sebesar Rp60 triliun. Karena sudah menjadi bagian dari postur APBN yang disepakati bersama pemerintah dan DPR, penggunaan dana tersebut tidak memerlukan persetujuan tambahan.

Meski demikian, apabila kebutuhan penggunaan Dana SAL melebihi alokasi Rp60 triliun tersebut, pemerintah wajib mengajukannya kepada DPR melalui Laporan Realisasi Semester I APBN dan Outlook Semester II sebagai bagian dari mekanisme persetujuan.

Senada dengan itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip), Esther Sri Astuti, menilai penggunaan Dana SAL sebagai bantalan fiskal sudah berada pada jalur yang tepat selama dilakukan secara selektif dan terukur.

Menurut Esther, Dana SAL sebaiknya diprioritaskan untuk meredam gejolak fiskal dan pasar, menjaga penerimaan negara, mengamankan target defisit APBN, serta mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan beban subsidi energi.

Selain itu, dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) ketika terjadi gejolak di pasar keuangan.

"Penggunaan dana SAL sebagai buffer fiskal sudah benar. Tapi yang perlu dipikirkan adalah mitigasi penggunaannya agar tepat sasaran," ujar Esther.

Ia juga mengingatkan agar penempatan maupun penarikan Dana SAL dari sistem perbankan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu kebijakan moneter. Apabila dana ditempatkan di bank-bank Himbara untuk memperkuat likuiditas, evaluasi secara berkala perlu dilakukan agar penyalurannya benar-benar mendukung pembiayaan sektor produktif.

"Skemanya harus dievaluasi berkala dan difokuskan pada sektor kredit produktif," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi, Tarif Naturalisasi WNA Jadi WNI Naik 50 Persen Jadi Rp75 Juta

Resmi, Tarif Naturalisasi WNA Jadi WNI Naik 50 Persen Jadi Rp75 Juta

News | Senin, 20 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Kumpulkan Seluruh Menteri Sore Ini, Evaluasi Besar Program Pemerintah Dimulai

Prabowo Kumpulkan Seluruh Menteri Sore Ini, Evaluasi Besar Program Pemerintah Dimulai

News | Senin, 20 Juli 2026 | 10:22 WIB

Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu

Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu

Video | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Turun Begitu Iran Nyatakan Siap Negosiasi dengan Syarat

Harga Minyak Dunia Turun Begitu Iran Nyatakan Siap Negosiasi dengan Syarat

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:18 WIB

Prabowo Ungkap Prioritas Gaji Guru, PNS, dan Layanan Kesehatan

Prabowo Ungkap Prioritas Gaji Guru, PNS, dan Layanan Kesehatan

Video | Senin, 20 Juli 2026 | 17:15 WIB

Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini Varian Produk dan Ulasannya

Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini Varian Produk dan Ulasannya

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 17:13 WIB

Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!

Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!

Bali | Senin, 20 Juli 2026 | 17:12 WIB

Tega! Pria di Grobogan Perkosa Nenek Berusia 90 Tahun yang Sedang Sendirian di Rumah

Tega! Pria di Grobogan Perkosa Nenek Berusia 90 Tahun yang Sedang Sendirian di Rumah

Jawa Tengah | Senin, 20 Juli 2026 | 17:11 WIB

Beras Mahal Disuruh Tanam Padi Sendiri: Menggugat Logika Lepas Tangan Pemerintah

Beras Mahal Disuruh Tanam Padi Sendiri: Menggugat Logika Lepas Tangan Pemerintah

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 17:07 WIB

Nilai Dakwaan Tak Terbukti, Abdul Wahid Yakin Dapat Putusan Bebas

Nilai Dakwaan Tak Terbukti, Abdul Wahid Yakin Dapat Putusan Bebas

Riau | Senin, 20 Juli 2026 | 17:06 WIB

IHSG Tetap Menghijau Hingga Akhir Perdagangan, TPIA dan BNBR Diserok

IHSG Tetap Menghijau Hingga Akhir Perdagangan, TPIA dan BNBR Diserok

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:02 WIB

Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas

Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:00 WIB

Iran Minta IAEA Akui Kejahatan Amerika Hancurkan Fasilitas Nuklir Darkhovin

Iran Minta IAEA Akui Kejahatan Amerika Hancurkan Fasilitas Nuklir Darkhovin

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:58 WIB

×