Jasa Barcode Bodong Pertamina Ramai, Alphard Sukses Isi Pertalite

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 23 Juli 2026 | 11:19 WIB
Jasa Barcode Bodong Pertamina Ramai, Alphard Sukses Isi Pertalite
Polemik dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi kembali menjadi sorotan publik setelah video sebuah Toyota Alphard mengisi Pertalite di SPBU viral di media sosial. Foto ist.
baca 10 detik
  • Alphard isi Pertalite viral, publik soroti dugaan barcode bodong.
  • Pertamina akui blokir 307.107 QR Code akibat indikasi fraud.
  • Mobil di atas 1.400 cc dilarang membeli BBM subsidi Pertalite.

Suara.com - Polemik dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi kembali menjadi sorotan publik setelah video sebuah Toyota Alphard sukses mengisi Pertalite di SPBU hingga viral di media sosial. Kasus ini memantik pertanyaan besar mengenai efektivitas sistem barcode Pertamina dalam menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran.

Video yang diunggah akun Instagram @ajaysyawali memperlihatkan mobil mewah Toyota Alphard mengisi Pertalite. Pemandangan tersebut langsung menuai kritik lantaran kendaraan premium dengan kapasitas mesin besar seharusnya tidak masuk kategori penerima BBM subsidi.

Yang menjadi perhatian bukan sekadar mobil mewah menggunakan Pertalite, tetapi bagaimana kendaraan tersebut bisa lolos memperoleh barcode yang menjadi syarat pembelian BBM subsidi di SPBU.

Di media sosial, warganet bahkan menyebut fenomena tersebut sebagai "barcode bodong" atau barcode yang diduga diperoleh secara tidak semestinya. Berbagai spekulasi pun bermunculan, mulai dari dugaan penyalahgunaan data kendaraan hingga praktik jual beli barcode. Banyak akun yang menjajakan jasa pembuatan barcode MyPertamina dari mobil pribadi hingga mobil operasional industri.

Polemik dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi kembali menjadi sorotan publik setelah video sebuah Toyota Alphard mengisi Pertalite di SPBU viral di media sosial. Foto ist.
Polemik dugaan penyalahgunaan barcode BBM subsidi kembali menjadi sorotan publik setelah video sebuah Toyota Alphard mengisi Pertalite di SPBU viral di media sosial. Foto ist.

Saat ini, pembelian Pertalite dan solar untuk kendaraan roda empat atau lebih dilakukan melalui sistem barcode yang diterbitkan setelah kendaraan terdaftar dalam program subsidi tepat sasaran.

Regulasi mengacu pada revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 serta kebijakan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang membatasi konsumsi BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan.

Selain mewajibkan penggunaan barcode, aturan juga membatasi pembelian harian, yakni maksimal 50 liter untuk kendaraan pribadi roda empat, 80 liter untuk angkutan umum roda empat, dan 200 liter untuk kendaraan roda enam atau lebih.

Di sisi lain, kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc tidak diperkenankan menggunakan Pertalite.

Toyota Alphard diketahui menggunakan mesin 2.494 cc empat silinder DOHC Dual VVT-i yang menghasilkan tenaga sekitar 180 hp dan torsi 235 Nm.

baca juga

Dengan spesifikasi tersebut, mobil premium itu berada jauh di atas batas kapasitas mesin yang diperbolehkan menggunakan Pertalite. Karena itu, kemunculannya di SPBU saat mengisi BBM subsidi langsung memunculkan dugaan adanya celah dalam sistem verifikasi barcode.

Apabila barcode memang diterbitkan untuk kendaraan yang tidak memenuhi kriteria, publik menilai terdapat persoalan dalam proses validasi data yang perlu segera dievaluasi.

Persoalan penyalahgunaan barcode sebenarnya bukan hal baru. PT Pertamina Patra Niaga mengakui masih menemukan berbagai modus kecurangan (fraud) dalam penggunaan QR Code untuk pembelian Pertalite maupun Biosolar.

Director of Regional Marketing PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Eko Ricky Susanto mengungkapkan, perusahaan telah memblokir ratusan ribu barcode kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan.

"Dari total data yang ada, kami sejak 2023 telah melakukan blokir hampir 307 ribu kendaraan dan ini terus berlanjut," ujar Eko Ricky Susanto dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI.

Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, sebanyak 307.107 QR Code telah diblokir sejak program subsidi tepat sasaran dijalankan. Dari jumlah tersebut, 232.374 barcode merupakan pengguna Biosolar, sedangkan 74.733 barcode berasal dari pengguna Pertalite.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru

Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:44 WIB

Moody's Soroti Risiko Kebijakan RI, Subsidi Energi Hingga DSI Jadi Catatan Merah Prabowo

Moody's Soroti Risiko Kebijakan RI, Subsidi Energi Hingga DSI Jadi Catatan Merah Prabowo

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:21 WIB

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:04 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×