- Alphard isi Pertalite viral, publik soroti dugaan barcode bodong.
- Pertamina akui blokir 307.107 QR Code akibat indikasi fraud.
- Mobil di atas 1.400 cc dilarang membeli BBM subsidi Pertalite.
Kolom komentar unggahan video dipenuhi berbagai tanggapan. Sebagian besar netizen justru mempertanyakan asal-usul barcode yang digunakan kendaraan tersebut.
"Bukan cerita Pertalite-nya, barcode-nya dari mana? Kalau enggak dibelinya bayar sama orang Pertamina juga," tulis salah satu akun.
Ada pula yang berpendapat bahwa apabila barcode diterbitkan secara resmi, maka kesalahan tidak sepenuhnya berada pada pemilik kendaraan.
Sebagian netizen lainnya menilai penggunaan Pertalite oleh mobil mewah memang tidak pantas secara etika, meski pembelian dilakukan dengan membayar penuh.
Fenomena dugaan "barcode bodong" dinilai dapat mengganggu tujuan utama program subsidi energi pemerintah.
Sistem barcode sejatinya dirancang agar BBM bersubsidi hanya dinikmati masyarakat dan kendaraan yang memenuhi kriteria. Jika terdapat penyalahgunaan atau lemahnya proses verifikasi, maka subsidi berpotensi dinikmati kelompok yang tidak berhak.