Laba Bersih Chandra Asri Tembus Rp6,71 Triliun di Semester I-2026

Achmad Fauzi

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:32 WIB
Laba Bersih Chandra Asri Tembus Rp6,71 Triliun di Semester I-2026
Pabrik Kimia milik Chandra Asri. [Dokumentasi TPIA].
baca 10 detik
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk mencatatkan laba bersih sebesar 371,2 juta dolar AS pada Semester I-2026.
  • Perseroan memperkuat permodalan melalui penerbitan obligasi dan peningkatan porsi saham publik menjadi 25,7 persen di Jakarta.
  • Pembangunan pabrik CA-EDC mencapai progres 72 persen dan ditargetkan beroperasi komersial pada tahun 2027 mendatang.

Suara.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar 371,2 juta dolar AS atau setara Rp6,71 triliun (kurs Rp18.087 per dolar AS) pada Semester I-2026

Kinerja tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis terintegrasi Chandra Asri Group yang kini semakin bertumpu pada diversifikasi bisnis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur. Strategi tersebut dijalankan melalui integrasi aset strategis, disiplin eksekusi, serta ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Group CFO dan Direktur Chandra Asri Group, Andre Khor mengatakan, di tengah volatilitas industri global, fokus kami tidak hanya menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga memastikan setiap langkah transformasi berjalan secara disiplin untuk membangun findasi pertumbuhan yang semakin kuat dan terdiversifikasi.

"Kinerja semester pertama 2026 menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil memperkuat model bisnis terintegrasi Perseroan sekaligus mencerminkan keberhasilan transformasi Chandra Asri Group menjadi platform regional di bidang Energi, Kimia, dan Infrastruktur," ujar Andre di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Pembangunan Pabrik Kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) telah mencapai 66 persen. Pabrik akan mengurangi ketergantungan impor kimia. [Dok Chandra Asri].
Pembangunan Pabrik Kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) telah mencapai 66 persen. Pabrik akan mengurangi ketergantungan impor kimia. [Dok Chandra Asri].

Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, Chandra Asri juga memperkuat struktur permodalannya melalui penyelesaian penerbitan final Obligasi Berkelanjutan V yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Perseroan juga meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) menjadi 25,7 persen.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat fleksibilitas pendanaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya tarik perseroan di mata investor domestik maupun global.

Di sektor kimia, Chandra Asri terus mempercepat pembangunan pabrik Chandra Asri Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang kini telah mencapai progres 72 persen dan memasuki tahap pembangunan infrastruktur utama. Proyek Strategis Nasional tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Selain itu, perseroan juga telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD 80 juta. Investasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta mengoptimalkan integrasi operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri Group di Indonesia.

Di sektor energi, Chandra Asri melanjutkan integrasi pascaakuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas cold storage. Perseroan juga melanjutkan pembangunan proyek Condensate Splitter Unit (CSU) serta revitalisasi Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

baca juga

Kedua fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memberikan tambahan EBITDA sekitar USD 20 juta per bulan, sehingga memperbesar kontribusi bisnis energi terhadap kinerja perseroan.

Sementara itu, pada sektor infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) terus memperluas bisnis melalui pengembangan kepelabuhanan dan penyimpanan, logistik, serta maritim. CDI juga memperluas kolaborasi strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS), mencatat progres pembangunan fasilitas tangki bitumen sebesar 75 persen, serta menyelesaikan pelayaran perdana kapal Novah.

Selain itu, pembentukan kemitraan strategis Aster Power bersama Sembcorp dan CDI, serta mulai beroperasinya Aster Ports & Terminals sejak 1 Juli 2026, semakin memperkuat fondasi pengembangan platform infrastruktur regional.

"Ke depan, kami tetap fokus menjalankan strategi pertumbuhan melalui investasi yang disiplin, penguatan struktur permodalan, serta penyelesaian proyek-proyek strategis seperti CA-EDC untuk memperkuat daya saing Perseroan di Asia Tenggara," pungkas Khor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%

Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:05 WIB

#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri

#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:09 WIB

BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%

BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:12 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×