- PT Chandra Asri Pacific Tbk mencatatkan laba bersih sebesar 371,2 juta dolar AS pada Semester I-2026.
- Perseroan memperkuat permodalan melalui penerbitan obligasi dan peningkatan porsi saham publik menjadi 25,7 persen di Jakarta.
- Pembangunan pabrik CA-EDC mencapai progres 72 persen dan ditargetkan beroperasi komersial pada tahun 2027 mendatang.
Suara.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar 371,2 juta dolar AS atau setara Rp6,71 triliun (kurs Rp18.087 per dolar AS) pada Semester I-2026
Kinerja tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis terintegrasi Chandra Asri Group yang kini semakin bertumpu pada diversifikasi bisnis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur. Strategi tersebut dijalankan melalui integrasi aset strategis, disiplin eksekusi, serta ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Group CFO dan Direktur Chandra Asri Group, Andre Khor mengatakan, di tengah volatilitas industri global, fokus kami tidak hanya menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga memastikan setiap langkah transformasi berjalan secara disiplin untuk membangun findasi pertumbuhan yang semakin kuat dan terdiversifikasi.
"Kinerja semester pertama 2026 menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil memperkuat model bisnis terintegrasi Perseroan sekaligus mencerminkan keberhasilan transformasi Chandra Asri Group menjadi platform regional di bidang Energi, Kimia, dan Infrastruktur," ujar Andre di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
![Pembangunan Pabrik Kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) telah mencapai 66 persen. Pabrik akan mengurangi ketergantungan impor kimia. [Dok Chandra Asri].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/62614-pabrik-kimia-chandra-asri.jpg)
Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, Chandra Asri juga memperkuat struktur permodalannya melalui penyelesaian penerbitan final Obligasi Berkelanjutan V yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Perseroan juga meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) menjadi 25,7 persen.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat fleksibilitas pendanaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya tarik perseroan di mata investor domestik maupun global.
Di sektor kimia, Chandra Asri terus mempercepat pembangunan pabrik Chandra Asri Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang kini telah mencapai progres 72 persen dan memasuki tahap pembangunan infrastruktur utama. Proyek Strategis Nasional tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.
Selain itu, perseroan juga telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD 80 juta. Investasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta mengoptimalkan integrasi operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri Group di Indonesia.
Di sektor energi, Chandra Asri melanjutkan integrasi pascaakuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas cold storage. Perseroan juga melanjutkan pembangunan proyek Condensate Splitter Unit (CSU) serta revitalisasi Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.
Kedua fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memberikan tambahan EBITDA sekitar USD 20 juta per bulan, sehingga memperbesar kontribusi bisnis energi terhadap kinerja perseroan.
Sementara itu, pada sektor infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) terus memperluas bisnis melalui pengembangan kepelabuhanan dan penyimpanan, logistik, serta maritim. CDI juga memperluas kolaborasi strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS), mencatat progres pembangunan fasilitas tangki bitumen sebesar 75 persen, serta menyelesaikan pelayaran perdana kapal Novah.
Selain itu, pembentukan kemitraan strategis Aster Power bersama Sembcorp dan CDI, serta mulai beroperasinya Aster Ports & Terminals sejak 1 Juli 2026, semakin memperkuat fondasi pengembangan platform infrastruktur regional.
"Ke depan, kami tetap fokus menjalankan strategi pertumbuhan melalui investasi yang disiplin, penguatan struktur permodalan, serta penyelesaian proyek-proyek strategis seperti CA-EDC untuk memperkuat daya saing Perseroan di Asia Tenggara," pungkas Khor.