Diresmikan Jokowi, Kini PT GNI Terancam Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan! Bahlil: Jangan Tanya Saya!

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:20 WIB
Diresmikan Jokowi, Kini PT GNI Terancam Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan! Bahlil: Jangan Tanya Saya!
Di tengah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.900 pekerja PT GNI akibat krisis keuangan perusahaan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan persoalan tersebut bukan menjadi ranah kementeriannya
baca 10 detik
  • PT GNI ancam PHK 1.900 pekerja akibat krisis keuangan.
  • Bahlil: Nasib GNI aksi korporasi, bukan tanggung jawab ESDM.
  • Induk usaha di China bangkrut, GNI jalani proses PKPU.

Suara.com - Nasib PT Gunbuster Nickel Industry alias PT GNI, salah satu smelter nikel raksasa yang diresmikan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), kini berada di ujung tanduk. Di tengah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.900 pekerja akibat krisis keuangan perusahaan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan persoalan tersebut bukan menjadi ranah kementeriannya.

"Ya, itu kan aksi korporasi. Ya, aksi korporasi," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).

Ketika ditanya lebih jauh mengenai kondisi PT GNI yang terancam kolaps, Bahlil menegaskan perusahaan tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) karena memiliki izin usaha industri (IUI).

"Hal itu silakan ditanyakan kepada kementerian lain yang memiliki kewenangan mutlak," ujarnya.

Bahlil juga menolak anggapan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas keberlangsungan perusahaan swasta. Menurut dia, keputusan menambah pekerja, melakukan PHK, hingga menutup perusahaan sepenuhnya merupakan hak pemilik usaha.

"Kita ini mantan pengusaha. Perusahaan yang kita bangun, mau tambah karyawan, mengurangi karyawan, atau bubar, itu adalah tanggung jawab perusahaan tersebut. Pemerintah itu hanya memberikan izin," tegasnya.

Ia menambahkan pemerintah hanya berperan sebagai pendukung melalui regulasi dan perizinan, bukan mengambil alih keputusan bisnis perusahaan.

"Jangan diartikan bahwa keberlangsungan sebuah perusahaan mutlak di tangan pemerintah. Keberlangsungan perusahaan itu tergantung dari yang punya perusahaan dan yang mengelola perusahaan. Pemerintah sifatnya supporting," katanya.

Krisis yang membelit PT GNI berakar dari persoalan induk usahanya di China, Jiangsu Delong Nickel Industry Co., Ltd. Perusahaan milik investor swasta Tony Zhou Yuan itu mengalami tekanan finansial dan terlilit utang besar hingga masuk proses restrukturisasi serta kepailitan di Pengadilan Xiangshui, Provinsi Jiangsu.

baca juga

Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, mayoritas kepemilikan PT GNI kemudian dialihkan kepada konsorsium BUMN China, Zheshang Development Group (Zheshang Zhongtuo), yang mengambil alih sekitar 75% saham milik Jiangsu Delong.

Meski kepemilikan telah berganti, kondisi keuangan PT GNI belum juga pulih. Manajemen bahkan mengumumkan rencana efisiensi besar-besaran melalui PHK sekitar 1.900 pekerja.

Rencana tersebut tertuang dalam surat bernomor 4760/Eksternal/HRD/GNI-SITE/2026 yang diterbitkan pada 1 Agustus 2026. Dalam surat itu disebutkan perusahaan tengah menghadapi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

"Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perusahaan yang mengharuskan kami melakukan rasionalisasi jumlah pekerja agar operasional perusahaan dapat terus berjalan," tulis manajemen GNI.

Perusahaan menjelaskan langkah efisiensi dilakukan untuk menekan biaya operasional demi menjaga kelangsungan usaha. Beban tenaga kerja dinilai menjadi salah satu komponen biaya yang harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan.

Sebelum memutuskan PHK, GNI mengklaim telah mencoba berbagai opsi lain, mulai dari pengurangan biaya operasional, penghentian rekrutmen, pengurangan lembur, penyesuaian jam kerja hingga mutasi karyawan. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup menyelamatkan kondisi keuangan perusahaan.

Saat ini PT GNI memiliki total 6.325 pekerja. Setelah evaluasi operasional, perusahaan hanya membutuhkan tenaga kerja untuk mengoperasikan satu fasilitas smelter dan satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Meski demikian, manajemen menyatakan akan memprioritaskan mempekerjakan kembali karyawan yang terdampak PHK apabila kondisi perusahaan kembali membaik dan operasional berjalan normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:51 WIB

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:17 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Terkini

Ketergantungan Daihatsu pada Mobil Komersial Murah di Tengah Tantangan Pasar Nasional

Ketergantungan Daihatsu pada Mobil Komersial Murah di Tengah Tantangan Pasar Nasional

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 14:15 WIB

Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?

Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:15 WIB

Bahlil Pertimbangkan Stop Izin Smelter Produk Setengah Jadi

Bahlil Pertimbangkan Stop Izin Smelter Produk Setengah Jadi

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 14:14 WIB

Eko Hadi Santoso Akpol Tahun Berapa? Ini Perjalanan Kariernya Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan

Eko Hadi Santoso Akpol Tahun Berapa? Ini Perjalanan Kariernya Sebelum Jadi Tersangka Penyadapan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:14 WIB

Beda Reaksi SBY, Jokowi dan Prabowo saat Disadap

Beda Reaksi SBY, Jokowi dan Prabowo saat Disadap

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:13 WIB

Geger Mahasiswa Gadungan di Acara Sumpah Pemuda, Polisi Janji Usut: Siapa Terlibat Bakal Disanksi

Geger Mahasiswa Gadungan di Acara Sumpah Pemuda, Polisi Janji Usut: Siapa Terlibat Bakal Disanksi

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:13 WIB

Beda Moisturizer Skintific Biru vs Pink vs Hijau, Mana yang Paling Cocok untuk Kulitmu?

Beda Moisturizer Skintific Biru vs Pink vs Hijau, Mana yang Paling Cocok untuk Kulitmu?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:12 WIB

Cara Lapor ke SAFEnet Jika Jadi Korban Penyadapan, Ini Syarat dan Langkah-langkahnya

Cara Lapor ke SAFEnet Jika Jadi Korban Penyadapan, Ini Syarat dan Langkah-langkahnya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 14:10 WIB

Calvin Verdonk Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, Pelatih Lille Ungkap Penyesalan

Calvin Verdonk Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, Pelatih Lille Ungkap Penyesalan

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 14:09 WIB

Siapa Kepala KSP Sekarang? Listyo Sigit Dicopot, Prabowo Tunjuk Pengganti

Siapa Kepala KSP Sekarang? Listyo Sigit Dicopot, Prabowo Tunjuk Pengganti

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:08 WIB

×