- Polda Metro Jaya membantah mengerahkan mahasiswa bayaran pada acara Sumpah Pemuda di Bundaran HI tanggal 29 Oktober.
- Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan acara tersebut diurus oleh event organizer dan pihak kepolisian tidak mengetahui keberadaan mahasiswa sewaan.
- Kepolisian berjanji akan melakukan audit mendalam serta memberikan sanksi kepada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian mahasiswa bayaran tersebut.
Suara.com - Polda Metro Jaya membantah sengaja melakukan pengerahan mahasiswa bayaran saat acara Sumpah pemuda yang dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), pada 29 Oktober lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui soal mahasiswa gadungan tersebut
“Kepolisian, penyelenggara pastinya tidak ingin, tidak mengetahui bahwa ada mahasiswa sewaan tadi,” kata Budi, kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).
Budi mengatakan peringatan hari sumpah pemuda tidak harus diisi dengan mahasiswa. Ini dikarenakan bisa dilakukan tanpaa harus berasal dari mahasiswa.
![Sosok Sari Putri menjadi sorotan publik setelah viral menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026) yang dihadiri oleh Raffi Ahmad serta Wille Salim. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/31/26899-deklarasi-sumpah-pemuda-2026.jpg)
“Namanya Sumpah Pemuda kan tidak harus mahasiswa. Seluruh pemuda boleh melaksanakan,” ujarnya.
Budi kemudian berjanji bakal melalukan audit dan pendalaman terkait dengan sejumlah pemuda yang menggunakan almamater saat di lokasi.
Ia kemudian menegaskan bakal menjatuhkan sanksi yang sesuai kepada pihak yang bertanggungjawab atas perbuatan tersebut.
“Makanya ini audit, investigasi didalami, kenapa mahasiswa bayaran tadi dalam tanda kutip bisa berada di situ menggunakan jas almamater,” ujarnya.
“Nah, setelah itu komprehensif, paripurna, kami akan sampaikan pasti. Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap itu pasti akan ada sanksinya,” tambah Budi.
Lebih lanjut dia menegaskan, Polda Metro Jaya sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. Sebab acara itu diurus oleh event organizer (EO) di luar kepolisian.
“Ya pastinya ada EO sendiri lah, nggak mungkin kita lah ngurusin,” tandasnya.
Sebelumnya viral di media sosial sejumlah orang yang mengaku sebagai mahasiswa ikut kegiatan sumpah pemuda yang dilakukan di Bundaran HI, pada 29 Oktober lalu.
Salah seorang pemuda yang mengenakan almamater sempat kebingungan ketika ditanya asal kampusnya. Ia bahkan bertanya dengan rekannya untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Tak lama berselang, muncul video klarifikasi dari pemuda yang sebelumnya ditanya. Ia mengaku jika bukan seorang mahasiswa.
Kemudian, kehadirannya di Bundaran HI karena ajakan dari sebuah komunitas. Selain itu, ia juga mengaku jika mendapat bayaran senilai Rp50 ribu lantaran ikut dalam aksi tersebut.