- AI mempercepat screening dan membuat evaluasi kandidat lebih konsisten.
- Rekrutmen berbasis AI tetap membutuhkan peran dan akuntabilitas manusia.
- Transformasi HR harus menjadi investasi strategis, bukan sekadar adopsi teknologi.
Suara.com - Transformasi digital mulai mengubah cara perusahaan mengelola sumber daya manusia (SDM), termasuk dalam proses perekrutan tenaga kerja. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai dapat membuat proses pencarian dan seleksi kandidat lebih cepat, konsisten, serta berbasis data.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam Digital Transformation Indonesia Human Resource Transformation Conference & Expo 2026 (DTI-HR 2026) yang digelar pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
KTM Solutions turut berpartisipasi dalam ajang yang mempertemukan pemimpin bisnis, pengambil keputusan di bidang HR, penyedia teknologi, hingga pemangku kebijakan tersebut.
Dalam pameran, KTM Solutions mengajak pengunjung mencoba langsung teknologi AI Video Interview. Teknologi tersebut memberikan simulasi proses wawancara secara mandiri, mulai dari menerima pertanyaan hingga merekam jawaban dalam bentuk video.
Melalui teknologi tersebut, perusahaan dapat melihat bagaimana AI berpotensi membantu mempercepat proses screening kandidat sekaligus meningkatkan konsistensi dalam evaluasi.
KTM Solutions menilai pemanfaatan teknologi dalam proses rekrutmen tidak hanya berkaitan dengan kecepatan. Lebih jauh, AI dapat membantu organisasi membangun proses pengambilan keputusan yang lebih terstruktur dan berbasis evidence.
“AI dalam rekrutmen tidak seharusnya digunakan sekadar untuk mempercepat proses, apalagi diterapkan ke semua tahapan tanpa evaluasi yang bijak,” ujar Innovation & Talent Science Director KTM Solutions, Sheeren Yolanda, kepada media di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, nilai utama AI dalam rekrutmen justru terletak pada ketepatan penggunaannya. Teknologi yang telah tervalidasi dapat membantu perusahaan mengevaluasi kandidat secara lebih konsisten, objektif, dan relevan dengan kebutuhan bisnis.
“Karena itu, adopsi AI perlu dipandang sebagai investasi strategis yang tidak hanya mencakup teknologi, tetapi juga upskilling recruiter agar mampu membaca insight, menjaga akuntabilitas keputusan, dan tetap menghadirkan sentuhan manusia dalam proses talent acquisition,” jelas Sheeren.
KTM Solutions juga mengambil bagian dalam agenda konferensi DTI-HR 2026. Sheeren menjadi moderator dalam sesi Digital HR Operations & Regional Benchmarking bertajuk “Smarter Talent Acquisition: How Leading Organizations Are Using AI to Source, Screen, and Onboard More Effectively.”
Sesi tersebut membahas pemanfaatan AI dalam keseluruhan rantai talent acquisition, mulai dari pencarian kandidat, screening dan seleksi, hingga proses onboarding.
Pemanfaatan AI dalam tahapan tersebut dinilai dapat membantu organisasi merancang proses perekrutan yang lebih cepat dan konsisten. Namun, implementasinya tetap membutuhkan strategi agar teknologi tidak menghilangkan aspek manusia dalam pengambilan keputusan.
Hal ini menjadi penting di tengah kebutuhan perusahaan untuk mendapatkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan bisnis sekaligus menghadapi perubahan kompetensi tenaga kerja akibat perkembangan teknologi.
KTM Solutions melihat transformasi HR karena itu tidak cukup hanya dengan membeli atau menerapkan teknologi baru. Organisasi juga perlu memastikan tenaga HR memiliki kemampuan untuk memahami hasil analisis teknologi dan menggunakannya secara bertanggung jawab.
Sebagai tech-enabled growth partner, KTM Solutions menghadirkan solusi di bidang assessment, learning, dan consulting yang ditujukan untuk memperkuat performa talenta sekaligus mendukung pertumbuhan organisasi.