Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global

Bangun Santoso

Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:58 WIB
Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global
Webinar Cita Rasa Konservasi: Meracik Kopi, Profit, dan Kelestarian Hutan Episode 4 bertajuk "Keterlacakan Produk (Traceability)" pada Rabu (5/8)
baca 10 detik
  • TFCA-Sumatera, Yayasan KEHATI, dan SCOPI menyelenggarakan webinar keterlacakan kopi secara hybrid di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus.
  • Webinar membahas tantangan implementasi regulasi EUDR untuk memastikan kopi Indonesia bebas deforestasi dan berdaya saing global.
  • Pemerintah dan pelaku usaha memperkuat sistem digitalisasi, geolokasi, serta percepatan STDB demi mendukung kesejahteraan petani kopi.

Sementara dari sisi eksternal, sistem ini menjadi instrumen penting untuk memenuhi berbagai persyaratan regulasi (compliance) sekaligus menjawab tuntutan pasar.

"Akses pasar saat ini semakin menghargai kopi single origin dan specialty. Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan platform yang mampu menjamin keterlacakan produk, sehingga traceability menjadi sangat penting," ungkap Ainu.

Bryant Hartanto dari Konsorsium Pundi Sumatera–Telapak memaparkan konsep sistem traceability yang akan diterapkan oleh para mitra TFCA-Sumatera pada Siklus Hibah X. Implementasi sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola rantai pasok kopi yang berkelanjutan, mendukung perlindungan hutan, serta meningkatkan akses pasar dan nilai tambah bagi petani.

Bagi Bryant, “traceability bukan sekadar tentang baris angka di layar komputer atau kode QR di balik kemasan kopi, ia adalah alat untuk bercerita dengan jujur kepada dunia, sebuah cerita tentang keringat petani yang merawat tanaman kopinya di lereng gunung”, ungkapnya.

Sebagai narasumber terakhir, Doris Monica Sari Turnip, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Madya Direktorat Hilirisasi Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementan RI, menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah dalam mendukung penerapan traceability pada komoditas perkebunan.

Ia memaparkan target nasional pengembangan sistem keterlacakan, berbagai bentuk fasilitasi pemerintah dalam meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha, serta implementasi instrumen Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sebagai upaya memastikan legalitas lahan sekaligus menjaga prinsip keberlanjutan.

Doris menambahkan bahwa pemerintah terus mempercepat pengembangan data STDB, termasuk dengan membuka peluang kolaborasi bagi berbagai pihak di luar pemerintah.

Menurutnya, mitra pembangunan, industri pengolahan, maupun pembeli (buyer) kini dapat berkontribusi dalam proses pendataan dan pemetaan kebun kopi untuk mendukung percepatan penerbitan STDB.

"Percepatan yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan memungkinkan tahapan pendataan dan pemetaan STDB dilakukan oleh pihak di luar pemerintah. Mitra pembangunan, industri pengolahan, maupun buyer kini dapat berkontribusi dalam proses tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan jumlah data STDB pada komoditas kopi," jelas Doris.

baca juga

Melalui webinar ini, TFCA-Sumatera dan SCOPI berharap semakin banyak pemangku kepentingan memahami bahwa traceability bukan hanya menjadi persyaratan untuk memenuhi regulasi pasar internasional, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi industri kopi Indonesia.

Dengan sistem keterlacakan yang kuat, kopi Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing di pasar global sekaligus memastikan praktik produksi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mendukung kesejahteraan petani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Cafe Hopping dan Coffee Rave, Dua Tren yang Mengubah Cara Orang Menikmati Kopi

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!

Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi

Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:07 WIB

Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh

Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Wakili Keluarga di Pemakaman Guruh Soekarnoputra, Rano Karno: Mas Guruh Cinta Indonesia Tanpa Gaduh

Wakili Keluarga di Pemakaman Guruh Soekarnoputra, Rano Karno: Mas Guruh Cinta Indonesia Tanpa Gaduh

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:23 WIB

Menjaga RUU Perampasan Aset Tetap pada Tujuannya

Menjaga RUU Perampasan Aset Tetap pada Tujuannya

Opini | Sabtu, 26 September 2026 | 13:18 WIB

Menang Telak di Mahkamah Agung, Ki Kusumo Siap 'Bersih-bersih' dan Rangkul Anggota PARFI

Menang Telak di Mahkamah Agung, Ki Kusumo Siap 'Bersih-bersih' dan Rangkul Anggota PARFI

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 13:18 WIB

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

Akhirnya PBB Turun Tangan di Perang AS - Iran, Minta Rampungkan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

7 Inspirasi Lipstik OMG Ombre, dari Natural hingga Bold

7 Inspirasi Lipstik OMG Ombre, dari Natural hingga Bold

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:16 WIB

Mengapa Zodiak Gemini dan Scorpio Sering Mengalami Konflik dalam Pertemanan Jangka Panjang?

Mengapa Zodiak Gemini dan Scorpio Sering Mengalami Konflik dalam Pertemanan Jangka Panjang?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:15 WIB

Volkswagen Recall 2,8 Juta Mobil Akibat Masalah Baut

Volkswagen Recall 2,8 Juta Mobil Akibat Masalah Baut

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 13:14 WIB

Covering Cream Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, dan Review Penggunanya

Covering Cream Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, dan Review Penggunanya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:05 WIB

Review Bisikan Desa Gringsing: Slow-Burn yang Bikin Misterinya Ngeri Banget

Review Bisikan Desa Gringsing: Slow-Burn yang Bikin Misterinya Ngeri Banget

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 13:00 WIB

How to Grow Old: Seni Menikmati Hari Tua Tanpa Rasa Takut

How to Grow Old: Seni Menikmati Hari Tua Tanpa Rasa Takut

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 12:30 WIB

×