Pasar Modal RI Sukses Himpun Dana Rp 125 T di Semester I 2026, Jumlah Investor 28 Juta

Dicky Prastya

Senin, 10 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Pasar Modal RI Sukses Himpun Dana Rp 125 T di Semester I 2026, Jumlah Investor 28 Juta
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan pasar modal Indonesia menghimpun dana lebih dari Rp 125 triliun dan mencapai 28 juta investor pada semester I 2026.
  • Pemerintah menyambut baik agenda reformasi dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia untuk memperkuat likuiditas, transparansi, serta tata kelola pasar modal.
  • Peluncuran Exchange-Traded Fund Emas di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Senin, 10 Agustus 2026, bertujuan memperluas instrumen dan memperkuat likuiditas pasar.

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan kalau di tengah berbagai tantangan global, pasar modal Indonesia berhasil menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Wamenkeu mengungkapkan kalau pasar modal RI berhasil menghimpun dana lebih dari Rp 125 triliun di semester I 2026. Sedangkan jumlah investor telah mencapai 28 juta.

"Walaupun ada up and down akhir-akhir ini. Lebih dari Rp 125 triliun telah berhasil dihimpun selama semester 1 2026, dengan jumlah investor pasar modal telah mencapai 28 juta investor," katanya dalam acara Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026).

Kendati begitu Juda Agung menilai mereka tidak boleh puas diri. Sebab Pemerintah mesti terus memperluas basis investor, menambah keragaman instrumen, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.

Dalam konteks ini, lanjut dia, Pemerintah menyambut baik agenda reformasi yang tengah dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Bank Indonesia (BI).

"Mulai dari penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola, hingga pendalaman pasar yang tercakup dalam rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wamenkeu Juda Agung mengapresiasi peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Emas hari ini sebagai salah satu langkah konkret perluasan ragam instrumen dan penguatan likuiditas pasar modal agar makin bersaing di tingkat regional maupun global.

Menurutnya, di pasar modal global, minat terhadap ETF berbasis emas meningkat. Ia menyebut, pada tahun 2025 aset kelolaan ETF emas global mencapai US$559 billion dengan kepemilikan emas mencapai 4.025 ton.

Ia menekankan bahwa karena ETF Emas memiliki underlying berupa fisik emas riil, maka kepercayaan investor terhadap aspek penyimpanan, valuasi, serta akuntabilitas transaksi menjadi sebuah harga mati.

baca juga

"Inovasi membutuhkan integritas, dan integritas adalah fondasi dari kepercayaan (trust)," ucapnya.

Juda Agung berharap peluncuran ETF Emas ini tidak hanya membesarkan ukuran pasar modal Indonesia, tetapi juga menjadikannya lebih dalam, inklusif, prudent, dan kredibel demi mendukung target pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Pasar yang dalam membutuhkan inovasi. Inovasi membutuhkan integritas. Integritas adalah fondasi dari kepercayaan. Mari kita bersama membangun dan menjaga kepercayaan tersebut,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Butuh Investasi Rp 8.705 Triliun di 2027, Tapi APBN Cuma Mampu Rp 459 T

Indonesia Butuh Investasi Rp 8.705 Triliun di 2027, Tapi APBN Cuma Mampu Rp 459 T

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan

Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:48 WIB

Investor Pasar Modal Meledak Jadi 30,27 Juta, Bos OJK Justru Soroti Ancaman di Baliknya

Investor Pasar Modal Meledak Jadi 30,27 Juta, Bos OJK Justru Soroti Ancaman di Baliknya

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:15 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Terkini

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:58 WIB

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 07:53 WIB

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:50 WIB

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:45 WIB

Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja

Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja

Malang | Kamis, 24 September 2026 | 07:44 WIB

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:42 WIB

Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan

Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:36 WIB

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:32 WIB

×