Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:48 WIB
Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pemerintah menyamakan perlakuan pajak terhadap transaksi EGR dengan transaksi emas lainnya yang berlangsung di bursa. Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Airlangga minta pajak transaksi EGR disamakan dengan emas di bursa.
  • PPN dan PPh 22 EGR dinilai perlu dibuat lebih setara.
  • Pajak yang kompetitif diharapkan mendongkrak transaksi dan likuiditas.

Suara.com - Electronic Gold Receipt (EGR) tengah didorong menjadi salah satu instrumen penting dalam pengembangan investasi emas digital. Namun, di balik peluang tersebut, persoalan perlakuan pajak justru berpotensi menjadi ganjalan yang membuat transaksi EGR sulit berkembang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pemerintah menyamakan perlakuan pajak terhadap transaksi EGR dengan transaksi emas lainnya yang berlangsung di bursa.

Airlangga mengungkapkan telah membicarakan persoalan tersebut dengan Wakil Menteri Keuangan dan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Pembahasan terutama menyangkut penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPh Pasal 22 terhadap transaksi EGR.

"Dan tentu tadi sudah berbicara dengan Pak Wamen Keuangan dan Pak Dirjen ya, terkait dengan perlakuan PPN dan PPh Pasal 22 terhadap transaksi EGR, makanya Pak Dirjen kalau ngomong saya catat langsung, Pak," ujar Airlangga di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Permintaan Airlangga tersebut menunjukkan bahwa skema perpajakan EGR masih menjadi perhatian dalam upaya mengembangkan instrumen investasi emas berbasis elektronik.

Alih-alih langsung menjadi instrumen yang menarik bagi investor, EGR masih harus berhadapan dengan persoalan perlakuan pajak. Jika beban pajaknya tidak kompetitif dibandingkan instrumen emas lainnya, transaksi EGR berpotensi kehilangan daya tarik.

Airlangga berharap penyamaan perlakuan pajak dapat mendorong peningkatan transaksi EGR. Menurut dia, EGR seharusnya mendapatkan perlakuan yang setara dengan transaksi lainnya, khususnya transaksi yang berlangsung di bursa.

"Karena ini harapannya bisa meningkatkan transaksi dan setara dengan transaksi yang lain, terutama yang di bursa," katanya.

Persoalan ini menjadi penting karena EGR tengah ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem investasi emas yang lebih luas. Jika biaya dan perlakuan pajaknya masih menjadi pembeda, tujuan pemerintah memperbesar transaksi dan likuiditas pasar bisa menghadapi hambatan sejak awal.

baca juga

EGR juga menjadi salah satu instrumen yang disoroti Airlangga dalam pengembangan produk Exchange Traded Fund (ETF) emas.

EGR merupakan bukti kepemilikan elektronik atas emas fisik murni yang disimpan dan dicatat secara aman melalui kustodian resmi seperti Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). EGR berfungsi sebagai representasi digital langsung dari fisik emas itu sendiri.

Airlangga mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan Electronic Gold Receipt sebagai efek yang dapat dicatat dalam portofolio ETF emas.

"Saya mengapresiasi langkah OJK bahwa Electronic Gold Receipt atau EGR merupakan efek yang dapat dicatat sebagai efek dalam portofolio ETF emas," ucapnya.

Dengan posisi tersebut, EGR berpotensi menjadi penghubung antara kepemilikan emas fisik dengan produk investasi di pasar modal. Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan ekosistem transaksi yang efisien agar produk tidak berhenti sebatas instrumen baru di atas kertas.

Airlangga berharap ETF emas nantinya mampu menghubungkan manajer investasi, bank kustodian, bank bullion, dealer, hingga bursa efek.

Menurut dia, emas tidak semata-mata perlu dilihat sebagai tambahan pilihan investasi. Instrumen tersebut juga diharapkan mampu memperbesar likuiditas pasar keuangan Indonesia.

"Nah, kemudian saya harapkan memang produk ini menghubungkan antara manajer investasi, custodian bank, bank bullion, dealer, dan bursa efek. Dan emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka

Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan

Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Terkini

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:45 WIB

Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo

Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 19:43 WIB

Diduga Terlihat di Dekat Anak Krakatau, Kapal Arupadhatu 1 Ternyata Nihil

Diduga Terlihat di Dekat Anak Krakatau, Kapal Arupadhatu 1 Ternyata Nihil

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:42 WIB

Rumah Dihancurkan dan Aset Disita, Atalarik Syach Minta Keadilan ke Komisi III DPR

Rumah Dihancurkan dan Aset Disita, Atalarik Syach Minta Keadilan ke Komisi III DPR

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 19:40 WIB

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Adhi Karya Tetap Akan Bangun 12 Lokasi Apartemen Mangkrak Pakai Uang Danantara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:34 WIB

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:31 WIB

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Jakarta | Selasa, 15 September 2026 | 19:25 WIB

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 19:17 WIB

×