Jangan FOMO All-in Saham, Investor Harus Manfaatkan AI untuk Cari Strategi

Achmad Fauzi

Senin, 10 Agustus 2026 | 15:50 WIB
Jangan FOMO All-in Saham, Investor Harus Manfaatkan AI untuk Cari Strategi
Ilustrasi Strategi Trading Saham. [Dok IPOT].
baca 10 detik
  • PT Indo Premier Sekuritas memperingatkan investor agar menghindari keputusan investasi impulsif berbasis FOMO saat acara di Jakarta akhir pekan lalu.
  • Analis Brigita Kinari menyatakan strategi menyusun gim relevan untuk mengelola keuangan saham menggunakan fitur AI IPOT secara presisi.
  • CEO Moleonoto The menjelaskan teknologi AI membantu generasi muda memahami investasi melalui aplikasi seluler demi ketahanan finansial jangka panjang.

Suara.com - Investor saham diingatkan untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena ikut-ikutan tren atau Fear of Missing Out (FOMO). Keputusan tanpa perhitungan, termasuk menempatkan seluruh dana pada satu aset atau all-in, justru berisiko membuat investor mengalami kerugian.

Peringatan tersebut disampaikan PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) dalam edukasi investasi yang digelar bersamaan dengan Esports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena GBK Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam dunia gim seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), istilah feeder merujuk pada pemain yang terus-menerus melakukan kesalahan hingga merugikan tim. Istilah tersebut kemudian dianalogikan dengan perilaku investor yang mengambil keputusan finansial secara sembrono.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari mengatakan, kemampuan membaca situasi dan menyusun strategi dalam gim memiliki kemiripan dengan cara investor menghadapi pasar saham.

Ilustrasi perdagangan saham memanfaatkan AI. [ist].
Ilustrasi perdagangan saham memanfaatkan AI. [ist].

"Filosofi permainan ini ternyata 100% oersenrelevan dengan strategi membangun kekayaan di dunia nyata melalui investasi. Lewat semangat #ThinkLikeSmartMoney, PT Indo Premier Sekuritas menghadirkan AI IPOT untuk membantu para gamer Indonesia mentransformasi skill meracik strategi game menjadi kemampuan mengelola keuangan, membaca data pergerakan modal, dan mengeksekusi peluang investasi saham secara presisi," ujar Brigita di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut dia, investor perlu memiliki strategi yang terukur dan tidak sekadar mengejar saham yang sedang ramai diperbincangkan. Dalam konteks permainan, strategi tersebut diibaratkan seperti membangun tim dengan komposisi yang seimbang, bukan hanya mengandalkan satu jenis kekuatan.

IPOT menganalogikan saham sebagai Full Damage Item untuk mengejar potensi imbal hasil, obligasi sebagai Defense Item untuk mengurangi risiko, reksa dana sebagai Support Build, dan ETF sebagai instrumen untuk membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi.

Strategi investasi juga disarankan dilakukan secara bertahap. Investor dapat memulai dari instrumen yang relatif lebih aman sebelum meningkatkan eksposur pada instrumen dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.

Brigita mengingatkan, investor dapat menjadi "feeder finansial" ketika terjebak FOMO, membeli aset hanya karena ikut-ikutan, melakukan all-in tanpa perhitungan, atau bahkan menggunakan dana darurat, uang sekolah, maupun dana hasil pinjaman untuk berspekulasi di pasar.

baca juga

Untuk membantu investor mengambil keputusan berdasarkan data, IPOT juga menyediakan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk AI Analytics dan Trade Flow.

AI Analytics menyederhanakan informasi seperti laporan keuangan, tren teknikal, dan berita pasar menjadi kesimpulan yang lebih mudah dipahami. Sementara Trade Flow digunakan untuk membaca aktivitas pelaku pasar utama, termasuk pergerakan dana Smart Money, transaksi investor asing, serta tingkat agresivitas pasar.

Presiden Direktur & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengatakan teknologi AI dapat membantu generasi muda memahami investasi dengan cara yang lebih mudah dan sesuai dengan kebiasaan mereka di dunia digital.

"Generasi Z dan Gen Alpha adalah penggerak utama ekonomi digital Indonesia masa depan. IPOT melihat bahwa ruang digital dan dunia esports tidak hanya membutuhkan pengasahan kecakapan kompetitif, tetapi juga fondasi ketahanan finansial yang kokoh. Dukungan IPOT dalam Esports Kapolri Cup 2026 bukanlah program seremonial satu kali, melainkan gerakan nasional jangka panjang yang mengintegrasikan literasi keuangan langsung ke dalam gaya hidup digital mereka," tegasnya.

Moleonoto menambahkan, perkembangan teknologi membuat akses investasi semakin mudah bagi masyarakat, termasuk investor muda.

"Dulu investasi terkesan ribet dan butuh modal besar. Sekarang, cukup lewat aplikasi di smartphone yang dibekali asisten dan fitur mumpuni berbasis AI seperti AI Analytics dan Trade Flow di IPOT, siapa saja bisa mulai berinvestasi dengan modal terjangkau dan arahan yang akurat," katanya.

Meski teknologi dapat membantu membaca data pasar, investor tetap perlu memahami risiko dan tidak menyerahkan seluruh keputusan investasi kepada teknologi. Literasi keuangan dan disiplin dalam mengelola risiko tetap menjadi bagian penting agar investor tidak terjebak dalam keputusan impulsif.

Selain itu, keamanan akun juga menjadi perhatian. IPOT menyebut sistem anti-phishing dibangun melalui sejumlah lapisan keamanan, termasuk server-level security, device authorization control, dan pemantauan perilaku abnormal berbasis AI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Modal RI Sukses Himpun Dana Rp 125 T di Semester I 2026, Jumlah Investor 28 Juta

Pasar Modal RI Sukses Himpun Dana Rp 125 T di Semester I 2026, Jumlah Investor 28 Juta

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Investor Pasar Modal Meledak Jadi 30,27 Juta, Bos OJK Justru Soroti Ancaman di Baliknya

Investor Pasar Modal Meledak Jadi 30,27 Juta, Bos OJK Justru Soroti Ancaman di Baliknya

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya

Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Terkini

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

Jalur KRL Bakal Diperpanjang hingga Cikampek dan Cigombong pada 2028

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:01 WIB

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:00 WIB

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 17:59 WIB

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:45 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:43 WIB

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:40 WIB

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:36 WIB

×