Sosok Suami Raabi'atul Adawiyyah yang Memegang Kunci Ekonomi Brunei Hingga 2035

M Nurhadi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:08 WIB
Sosok Suami Raabi'atul Adawiyyah yang Memegang Kunci Ekonomi Brunei Hingga 2035
Pangeran Abdul Malik dan Raabi'atul Adawiyyah [Instagram/mr94ler15]
baca 10 detik
  • Kantor Grand Chamberlain Brunei Darussalam mengumumkan pencabutan seluruh gelar kerajaan Pengiran Raabi'atul Adawiyyah pada 8 Agustus 2026.
  • Pencabutan gelar tersebut diputuskan oleh Sultan Hassanal Bolkiah karena Raabi'atul dinilai menunjukkan perilaku tidak pantas sebagai bangsawan.
  • Meskipun gelar istrinya dicabut, posisi Pangeran Abdul Malik sebagai Menteri di Jabatan Perdana Menteri tetap tidak berubah.

Suara.com - Nama Pengiran Raabi'atul Adawiyyah mendadak ramai diperbincangkan setelah Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, secara resmi mencabut seluruh gelar kerajaan yang disandangnya.

Berdasarkan pengumuman resmi dari Kantor Grand Chamberlain pada tanggal 8 Agustus 2026, pencabutan gelar bangsawan tersebut dilakukan karena adanya perilaku yang dinilai tidak pantas bagi seorang anggota keluarga kerajaan.

Sebelum insiden ini, Raabi'atul dikenal luas dengan gelar kebangsawanan penuh, yakni Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri Pengiran Raabi'atul 'Adawiyyah binti Pengiran Haji Bolkiah.

Meski gelar istrinya dicabut secara penuh, posisi strategis kementerian yang dipegang oleh sang suami, Pangeran Abdul Malik, sama sekali tidak mengalami perubahan.

Pernikahan Mewah yang Pernah Menjadi Sorotan Dunia

Pangeran Abdul Malik dan Raabi'atul Adawiyyah resmi bertunangan pada 11 Januari 2015. Pernikahan mereka yang digelar pada bulan April 2015 mencuri perhatian global karena dirayakan dengan sangat meriah selama sepuluh hari berturut-turut, mulai dari tanggal 5 hingga 16 April.

Rangkaian upacara megah tersebut melibatkan Majlis Istiadat Berbedak Pengantin Diraja di Istana Nurul Iman, di mana keluarga memberikan berkah dengan bedak dan minyak wangi tradisional.

Prosesi akad nikah dilangsungkan dengan khidmat di Masjid Omar Ali Saifuddien. Resepsi puncaknya dihadiri oleh jajaran tamu kehormatan luar negeri, termasuk penguasa dari Malaysia seperti Sultan Pahang, Sultan Terengganu, Sultan Johor, Sultan Perak, Sultan Selangor, hingga Pangeran Saud bin Abdul Muhsin Al Saud dari Arab Saudi.

Selama masa pernikahan mereka yang menetap di Istana Nurul Iman, pasangan ini dikaruniai empat orang putri yang semuanya menyandang gelar Yang Amat Mulia Pengiran Anak.

baca juga

Keempat putri tersebut adalah Muthee'ah Raayatul Bolqiah (lahir 2016), Fathiyyah Rafaahul Bolqiah (lahir 2018), Khaalishah Mishbaahul Bolqiah (lahir 2020), dan Nabeelah Najmul Bolqiah (lahir 2025). Raabi'atul sebelumnya juga kerap mendampingi suaminya dalam berbagai acara resmi kerajaan maupun pertemuan diplomatik.

Profil Pangeran Abdul Malik

Dilahirkan pada 30 Juni 1983, Pangeran 'Abdul Malik ibni Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah adalah putra ketiga dan anak keenam dari Sultan Hassanal Bolkiah dengan istri pertamanya, Ratu Saleha.

Ia menerima pendidikan awalnya secara privat di Istana Nurul Iman dan Brunei Malay Teachers Association School, sebelum akhirnya meraih gelar Bachelor of Arts in Educational Studies dengan predikat second upper class honours dari Universiti Brunei Darussalam pada 30 Oktober 2008.

Di balik statusnya sebagai pangeran, Abdul Malik merupakan figur sentral dalam roda pemerintahan dan pengelolaan kekayaan negara.

Sejak April 2011, ia telah diangkat menjadi anggota Privy Council (Dewan Penasihat Raja). Ia juga menduduki posisi sebagai Wakil Ketua 1 di Jabatan Adat Istiadat Negara.

Kariernya semakin bersinar ketika pada 1 Maret 2013 ia ditunjuk sebagai Ketua Komite Jawatankuasa Tadbir Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah.

Melalui yayasan ini, Pangeran Malik memegang kendali atas portofolio kesejahteraan bernilai masif, investasi sosial, dan program pengembangan ekonomi akar rumput di Brunei.

Pada perombakan kabinet (reshuffle) besar-besaran bulan Juni 2026, Sultan Hassanal Bolkiah memberikan kepercayaan yang lebih besar dengan mengangkat Pangeran Abdul Malik sebagai Menteri di Jabatan Perdana Menteri (JPM).

Memegang Kendali Ekonomi Melalui Wawasan Brunei 2035

Sebagai Menteri di JPM, Pangeran Abdul Malik mengawasi langsung berbagai portofolio yang bertugas mendorong hilirisasi industri dan pembentukan klaster ekonomi baru. Hal ini sejalan dengan strategi nasional Wawasan Brunei 2035 yang bertujuan melepaskan ketergantungan mutlak negara tersebut dari sektor minyak dan gas bumi.

Strategi nasional Wawasan 2035 bertumpu pada tiga pilar utama, yakni menciptakan rakyat yang berpendidikan dan berketerampilan tinggi, menjamin kualitas hidup masyarakat masuk dalam jajaran 10 besar dunia, serta membangun ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan dengan pendapatan per kapita tinggi melalui sektor non-migas.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Pangeran Abdul Malik turun langsung memantau beberapa proyek raksasa, di antaranya:

  • Sektor Petrokimia & Pupuk: Meliputi perluasan Brunei Fertilizer Industries (BFI) di kawasan SPARK yang memproduksi amonia dan urea untuk pasar global, serta proyek kilang raksasa Hengyi Industries di Pulau Muara Besar yang difokuskan pada produksi bahan bakar premium.
  • Logistik & Konektivitas Maritim: Memimpin modernisasi Muara Port Company (MPC) guna menjadikan pelabuhan tersebut sebagai pusat logistik utama di kawasan BIMP-EAGA, yang sangat krusial bagi ekspor komoditas non-migas.
  • Industri Halal & Ketahanan Pangan: Mengawal ekspansi Brunei Halal Brand untuk memosisikan Brunei sebagai pemimpin global dalam sertifikasi dan produksi makanan halal, serta mendorong budidaya akuakultur berteknologi tinggi untuk menekan angka impor pangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicabut?

Siapa Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei yang Gelarnya Dicabut?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Kenapa Gelar Bangsawan Menantu Sultan Brunei Raabi'atul Adawiyyah Dicabut?

Kenapa Gelar Bangsawan Menantu Sultan Brunei Raabi'atul Adawiyyah Dicabut?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan

Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Mencabut Gelar Bangsawan Menantunya Akibat Perilaku Coreng Kerajaan

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Mencabut Gelar Bangsawan Menantunya Akibat Perilaku Coreng Kerajaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Pendidikan Pangeran Abdul Mateen, Kini Diangkat Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

Pendidikan Pangeran Abdul Mateen, Kini Diangkat Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:53 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×