- Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menyatakan bergabungnya Joko Widodo sebagai kader PSI belum mampu meningkatkan elektabilitas partai secara signifikan.
- Hasil survei Poltracking Indonesia pada 14–20 Agustus 2026 menunjukkan elektabilitas PSI turun menjadi 2,3 persen dibanding perolehan Pileg 2024 sebesar 2,81 persen.
- Joko Widodo secara terbuka menunjukkan keanggotaannya dalam Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Kota Bandung pada hari Sabtu, 26 September 2026.
Suara.com - Bergabungnya Joko Widodo atau Jokowi sebagai kader resmi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai belum menunjukkan perubahan berarti terhadap posisi elektoral partai tersebut.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, mengatakan rangkaian safari politik Jokowi bersama PSI ke sejumlah daerah belum mampu meningkatkan elektabilitas partai secara signifikan.
“Resminya Jokowi menjadi kader PSI tidak akan memberikan sejumlah dampak signifikan terhadap pergerakan dan posisi partai tersebut di kancah politik nasional. PSI akan tetap menjadi partai gurem dan diperkirakan akan sulit masuk Senayan,” kata Jamiluddin, Senin (28/9/2026).
Safari politik yang kerap dilakukan Jokowi ke berbagai daerah, termasuk Lampung dan Nusa Tenggara Timur, juga dinilai belum membuahkan hasil bagi PSI. Hal itu terlihat dari elektabilitas PSI yang justru cenderung turun.
Penilaian tersebut merujuk pada hasil survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden di 38 provinsi. Dalam survei tersebut, elektabilitas PSI tercatat 2,3 persen.
Angka tersebut masih berada di bawah perolehan suara PSI pada Pemilu Legislatif 2024 yang mencapai 2,81 persen atau 4.260.169 suara secara nasional.
“Elektabilitas PSI itu justru turun bila dibandingkan dengan perolehan suara pada Pileg 2024, yaitu 2,81 persen. Ini artinya, kehadiran Jokowi di PSI tidak memberi dampak terhadap elektoral PSI," ujar Jamiluddin.
Jokowi sendiri telah secara terbuka menunjukkan keanggotaannya di PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyatakan PSI merupakan partai baru yang sudah membuat sejumlah pihak merasa takut. Ia juga meminta kader tidak khawatir dengan besaran parliamentary threshold dan fokus menghidupkan struktur serta bekerja di tengah masyarakat.
Dengan kondisi elektoral PSI saat ini, pengaruh Jokowi terhadap partai tersebut masih akan terlihat dari perkembangan dukungan pemilih dalam pengukuran berikutnya.