Bahan Bakar Alternatif SIG Naik 24%, Pangkas Konsumsi Batu Bara 467 Ribu Ton

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:29 WIB
Bahan Bakar Alternatif SIG Naik 24%, Pangkas Konsumsi Batu Bara 467 Ribu Ton
Proses bongkar muat semen kantong Semen Gresik  di Dermaga Terminal Khusus (Tersus) SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Foto ist.
baca 10 detik
  • Bahan bakar alternatif SIG naik 24% menjadi 681 ribu ton.
  • Penggunaan bahan bakar alternatif memangkas konsumsi batu bara 467 ribu ton.
  • SIG raih ESG Award 2026 berkat inovasi semen rendah karbon.

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dalam proses produksi semen. Sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif SIG meningkat 24% menjadi 681 ribu ton.

Peningkatan tersebut menunjukkan upaya SIG mempercepat dekarbonisasi di tengah tuntutan industri semen untuk menekan emisi karbon. Penggunaan bahan bakar alternatif itu juga setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton.

Pemanfaatan bahan bakar alternatif tersebut berasal dari sejumlah sumber, mulai dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF). Penggunaannya mendorong thermal substitution rate (TSR) SIG mencapai 9,77%.

Selain mengurangi penggunaan batu bara, SIG juga memperluas pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih. Perseroan memasang panel surya di sejumlah unit operasional serta menggunakan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengubah panas buang dari proses produksi menjadi listrik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi SIG dalam menekan emisi dari kegiatan operasional. Perseroan mencatat intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1 telah turun 21% dibandingkan baseline 2010. Sementara emisi Scope 2 turun 15% dibandingkan baseline 2019.

Di sisi produk, SIG juga mengembangkan semen hijau dengan penggunaan material dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Produk semen hijau SIG diklaim memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional, namun tetap memenuhi standar kualitas sesuai peruntukannya.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kewajiban regulasi, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.

“Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis. Komitmen ini didasari oleh kesadaran bahwa ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan competitive advantage untuk kesuksesan Perusahaan di masa depan,” kata Vita.

Untuk menjaga konsistensi program tersebut, SIG menggunakan Sustainability Roadmap 2030 sebagai acuan dalam menentukan strategi, indikator, dan target keberlanjutan. Implementasinya juga dikawal melalui Komite Keberlanjutan agar aspek keberlanjutan terintegrasi dalam pengelolaan bisnis.

baca juga

Kinerja tersebut turut tercermin dalam penilaian eksternal. SIG meraih ESG Rating 2025 dengan predikat Medium Risk dan skor 25 dari Sustainalytics. Perseroan juga memperoleh skor 49 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) S&P dan S&P ESG Rating.

Di tengah kebutuhan industri semen untuk menekan jejak karbon, peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif menjadi salah satu instrumen penting bagi SIG. Pengurangan konsumsi batu bara sekaligus pemanfaatan limbah sebagai sumber energi menjadi bagian dari upaya perusahaan mengejar target keberlanjutan hingga 2030.

Atas berbagai upaya tersebut, SIG meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI. SIG masuk kategori Sector Capital Market, Listed Company, dengan penghargaan diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, kepada Pgs Group Head of Strategic Growth & ESG SIG, Muhammad Taqiyuddin, di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Penghargaan ini dinilai semakin menegaskan konsistensi SIG dalam menerapkan prinsip ESG, khususnya melalui inovasi produk bahan bangunan rendah karbon dan pengurangan emisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bebizie Diperiksa KPK soal Bayaran Nyanyi di Kaltim

Bebizie Diperiksa KPK soal Bayaran Nyanyi di Kaltim

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Pasokan Semen Aceh Tertekan, SIG Perkuat Pabrik dan Distribusi

Pasokan Semen Aceh Tertekan, SIG Perkuat Pabrik dan Distribusi

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:53 WIB

Kementerian ESDM Tetapkan HBA Agustus 2026 Sebesar 124,44 Dolar AS per Ton

Kementerian ESDM Tetapkan HBA Agustus 2026 Sebesar 124,44 Dolar AS per Ton

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Terkini

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

×